The Princess Story

The Princess Story
Ep 213. Tawar menawar


__ADS_3

"Ada apa lagi?" tanya Ti Liu sambil menatap dingin mata Long Yi Yi yang sedang menarik lengan baju nya.


Long Yi Yi takut dengan tatapan dingin dari Ti Liu, dia segera melepaskan genggaman tangan nya.


"Apa ... Apakah saya boleh bertemu dengan Permaisuri?" tanya Long Yi Yi.


"Mau apa kamu bertemu dengan Permaisuri?" tanya Ti Liu.


"Sa.. Saya ingin ..." ucap Long Yi Yi tanpa menyelesaikan ucapan nya.


"Hahhh... !"


Ti Liu menghela napas panjang, dia tidak tega melihat wajah Long Yi Yi yang ketakutan.


"Aku akan membawa mu menemui Permaisuri! Jangan melakukan hal aneh jika kamu masih menginginkan nyawa mu!" ucap Ti Liu.


"Terima kasih Tuan...!" ucap Long Yi Yi sambil menunduk.


Ti Liu membawa Long Yi Yi ke kamar Se Se, dia menyuruh Long Yi Yi untuk menunggu di halaman depan kamar.


"Tok Tok Tok!"


"Masuklah!" ucap Se Se.


"Permaisuri, Long Yi Yi ingin bertemu dengan Permaisuri." ucap Ti Liu.


"Mau apa dia menemui ku?" tanya Se Se.


"Saya juga tidak tahu, mungkin dia ingin berterima kasih kepada Permaisuri." ucap Ti Liu.


"Di mana dia sekarang?" tanya Se Se.


"Dia ada di halaman depan." jawab Ti Liu.


"Aku akan menemui nya, kamu keluarlah dulu dan tunggu aku di halaman!" perintah Se Se.


"Baik Permaisuri." ucap Ti Liu sambil menunduk.


Setelah beberapa saat menunggu, Se Se menemui Long Yi Yi di halaman depan kamar. Long Yi Yi segera berlutut begitu melihat kedatangan Se Se.


"Yi Yi memberi hormat kepada Permaisuri." ucap Long Yi Yi dengan tubuh gemetaran.

__ADS_1


"Kenapa kamu begitu ketakutan melihat ku?" tanya Se Se.


"Sa... saya...." ucap Yi Yi tambah ketakutan.


"Hahhh..."


Se Se menghela napas panjang, dia mendekat ke arah Long Yi Yi dan membantunya untuk berdiri.


"Ada apa kamu mencari ku? Jangan takut... karena di sini tidak ada satu orang pun yang akan menyakiti kamu." ucap Se Se.


Long Yi Yi kembali berlutut, dia memohon sambil menangis.


"Permaisuri, tolong selamatkan saya. Tolong selamatkan saya ... hiks hiks..." ucap Long Yi Yi.


Se Se dan Ti Liu saling menatap heran, mereka tidak mengerti mengapa Long Yi Yi minta di selamatkan.


"Berdiri lah, katakan dengan jelas apa maksudnya menyelamatkan mu? Aku tidak pernah bilang akan membunuh kamu di sini!" ucap Se Se.


"Saya... Saya tidak ingin kembali ke rumah. Tolong terima saya sebagai pelayan ataupun budak, tapi jangan kembalikan saya ke rumah itu, saya mohon Permaisuri...!" ucap Long Yi Yi.


"Apa maksud mu? Kenapa kamu tidak ingin kembali ke rumah?" tanya Se Se.


"I ... Itu karena ...!" Yi Yi menghentikan perkataannya, dia menatap Ti Liu yang sedang berdiri di samping Se Se.


"Sekarang tinggal kita berdua saja, katakan kepada ku, kenapa kamu tidak ingin kembali ke desa!" ucap Se Se.


"Saya... Saya hanya anak angkat yang di besarkan. Setiap hari mereka menyiksa saya dan gadis lain yang juga menjadi anak angkat. Rumah itu hanya neraka bagi kami. Tolong selamatkan saya Permaisuri. Saya tidak ingin kembali ke rumah itu. Hiks Hiks..." ucap Long Yi Yi sambil menangis.


"Jelaskan pada ku, apa yang mereka lakukan?" tanya Se Se.


"Me... Me ... Mereka membuat kami menjadi budak untuk melayani nafsu para pria hidung belang. Mereka juga menjual kami ke tempat pelacuran jika kami tidak mematuhi perintah Tuan besar. Sebagian besar anak perempuan yang di asuh oleh Tuan besar hanya menjadi alat untuk mendapatkan uang dari pria kaya yang ada di desa." ucap Long Yi Yi.


"Kenapa kamu mengatakan ini kepada ku? Bukan kah sebelum nya kamu bilang kamu di jual karena orang tua mu butuh biaya untuk pengobatan adik mu?" tanya Se Se.


"Itu karena saya takut, saya takut jika bertemu dengan orang jahat. Nasib saya akan lebih buruk dari neraka di desa itu. Tapi melihat Permaisuri membebaskan saya dan memberikan saya banyak kepingan emas, saya yakin jika Permaisuri adalah orang yang baik. Saya mohon tolong selamatkan kami dari Tuan besar." ucap Long Yi Yi.


"Liu, kamu sudah dengar kan?" ucap Se Se.


Ti Liu keluar dari tempat persembunyian, dia mendekat ke arah Se Se dan menundukkan kepala sambil bertanya, "Apa yang harus saya lakukan Permaisuri?"


"Selidiki masalah ini, bawa Long Yi Yi kembali ke penjara bawah tanah." ucap Se Se.

__ADS_1


"Pen... Penjara?" tanya Long Yi Yi.


"Walaupun kamu bercerita seperri itu, aku tidak bisa percaya begitu saja. Kamu harus tetap berada di penjara selama Ti Liu menyelidiki hal ini dengan jelas! Apa kamu keberatan?" ucap Se Se.


"Tidak, saya tidak keberatan." jawab Long Yi Yi.


"Liu, perintahkan kepada para penjaga agar tidak menyentuh Long Yi Yi. Bagi yang melanggar perintah akan langsung di usir dari kediaman!" ucap Se Se.


Ti Liu membawa Long Yi Yi kembali ke penjara dan memberitahu kepada para penjaga agar tidak menyentuh Long Yi Yi sesuai perintah dari Se Se.


Ti Liu mengumpulkan sisa anggota Pasukan Elang yang berada di kediaman, dia memilih dua empat orang untuk menyelidiki tentang masalah yang di ceritakan oleh Long Yi Yi.


"Aku tidak bisa pergi menyelidiki hal ini karena harus melindungi Permaisuri. Aku harap kalian kembali secepatnya!" ucap Ti Liu.


"Baik lah, kami akan menggantikan kamu melakukan tugas ini. Tapi sebagai gantinya, kamu harus membiarkan kami menggantikan tugas mu menjaga kamar Permaisuri saat kami kembali nanti!" ucap rekan Ti Liu.


"Satu hari!" jawab Ti Liu.


"Tiga hari!" tawar teman Ti Liu.


"Dua hari!" ucap Ti Liu.


"Setuju, dua hari! Kamu tidak boleh mengingkari janji mu!" ucap teman Ti Liu.


"Aku tidak pernah mengingkari janji!" jawab Ti Liu.


Bukan hanya Ti Liu, semua anggota pasukan Elang sangat senang jika kebagian tugas menjaga kamar Se Se. Tentu saja karena sikap Se Se yang ramah dan tidak membedakan status mereka yang rendah.


Bukan hanya itu saja, saat hari menjelang sore, Se Se menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan ringan dan minuman hangat untuk para pengawal yang sedang berjaga di sekitar kamar nya.


Tidak ada lagi majikan yang sebaik dan sehangat itu selain Se Se. Bahkan Yang Mulia Raja Wei juga hanya memerintahkan mereka untuk menjalankan tugas tanpa memberi perhatian seperti itu.


"Hahhh... Aku sangat iri kepada Ti Liu yang setiap hari bisa melihat Permaisuri." ucap salah satu Pasukan Elang.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2