
"Aku mengizinkan nya." ucap Se Se tanpa perlu mendengar apa yang akan dikatakan oleh Raja Wei.
"Kamu tahu apa yang akan ku katakan?" tanya Raja Wei.
"Ya, Xuan ingin meminta izin agar Zhou Yi Thing bisa tinggal di kediaman ini sampai dia sendiri yang ingin pergi. Benarkan?" ucap Se Se.
"Permaisuri ku sangat pintar, aku memang ingin mengatakan hal itu. Tapi jika kamu tidak mengizinkan nya, aku akan mencari tempat lain untuk gadis itu." ucap Raja Wei.
"Tidak perlu, aku mengizinkan nya. Gadis itu sangat kasihan, kita harus membantu nya melewati masa-masa sulit ini. Dia bisa saja bunuh diri jika tidak ada orang yang menemani di sampingnya." jawab Se Se.
"Istri ku memang yang terbaik." ucap Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Han Ze Xing baru tiba di Istana Matahari, Putri Mahkota menunggu nya di depan pintu gerbang. Begitu melihat Han Ze Xing turun dari kereta, Putri Mahkota segera menghampiri Han Ze Xing dan mencoba bertingkah manja.
"Yang Mulia, saya sudah menyiapkan teh dan makanan ringan untuk anda." ucap Putri Mahkota.
"Aku sibuk karena harus merawat Selir Zhou Yi Mei yang terluka karena ulah seseorang." jawab Han Ze Xing dengan wajah dingin.
Han Ze Xing pergi meninggalkan Putri Mahkota yang masih berdiri dengan raut wajah kesal dan marah.
"Suatu hari nanti, aku akan membuat mu mencintai ku dengan sepenuh hati!" ucap Putri Mahkota.
Han Ze Xing masuk ke kamar nya, Zhong sudah menunggu di dalam.
"Apa lagi yang di lakukan oleh wanita itu?" tanya Han Ze Xing.
"Putri Mahkota memasukkan obat bubuk ke dalam teh, tapi hamba tidak tahu obat apa itu." jawab Zhong.
"Bagaimana dengan Selir Zhao Yi Mei?" tanya Han Ze Xing.
"Selir Zhao baru saja siuman, tabib sudah mengantarkan obat ke kamar nya namun beliau menolak untuk meminum obat itu jika Yang Mulia tidak menemui nya." jawab Zhong.
"Aku akan menemui nya, pastikan Putri Mahkota mengetahui hal ini." jawab Han Ze Xing.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." ucap Zhong.
Han Ze Xing berjalan menuju ke kamar Selir Zhou Yi Mei, Zhong melemparkan batu ke pintu kamar Putri Mahkota agar salah satu pelayan keluar dan melihat Han Ze Xing menuju ke kamar Selir Zhou Yi Mei.
"Yang Mulia, pelayan itu sudah melihat anda." lapor Zhong.
"Kerja bagus, terus awasi gerak gerik wanita itu." ucap Han Ze Xing.
Han Ze Xing masuk ke kamar Selir Zhou Yi Mei, wanita itu langsung menangis ketika melihat Han Ze Xing. Selir Zhou Yi Mei mengadukan perbuatan Putri Mahkota yang telah menyiksa dan menendang perut nya.
"Aku akan menghukumnya nanti, pulihkan dulu kesehatan mu." ucap Han Ze Xing.
"Yang Mulia, anda tidak boleh membiarkan Putri Mahkota bertindak semena-mena. Dia telah menyiksa saya tanpa alasan." ucap Selir Zhou Yi Mei.
"Aku sudah berjanji akan memberi hukuman pada nya. Kamu harus banyak istirahat, minumlah obat mu agar cepat pulih." bujuk Han Ze Xing.
Selir Zhou Yi Mei tersenyum senang mendengar janji Han Ze Xing, dia menyuruh pelayan untuk membawakan obat nya.
Setelah habis meminum obat itu, Selir Zhou Yi Mei merasa sangat mengantuk, dia tertidur dengan lelap. Han Ze Xing menyuruh tabib untuk menaruh obat tidur di dalam resep obat Zhou Yi Mei agar rencana nya berjalan lancar.
"Wanita jalang! *Ak*u harus melakukan sesuatu agar dia tidak hamil." batin Putri Mahkota.
Sebulan telah berlalu sejak Han Ze Xing menikah dengan Putri mahkota, namun sekalipun belum pernah pemuda itu menginjakkan kaki di kamar Putri Mahkota.
Selir Zhou Yi Mei setiap hari mengkonsumsi obat yang di resepkan oleh tabib, tanpa dia ketahui setiap malam obat itu telah di campur dengan obat bius agar Han Ze Xing bisa tidur dengan tenang di kamar nya.
Putri Mahkota merasa khawatir karena setiap malam Han Ze Xing tidur di kamar Selir Zhou Yi Mei. Setelah sebulan berlalu, Putri Mahkota akhirnya melepaskan amarah dengan memanggil Selir Zhou Yi Mei lagi ke halaman depan kamarnya.
"Mau apa kalian?" tanya Selir Zhou Yi Mei ketika melihat dua pelayan Putri Mahkota masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu.
"Putri Mahkota meminta kami untuk membawa anda ke halaman." jawab salah satu pelayan.
"Aku tidak akan ke sana, panggilkan Putta Mahkota!" ucap Selir Zhou Yi Mei kepada pelayan nya.
Pelayan itu di tahan oleh Yu Ying yang berada di depan pintu kamar, dia tidak membiarkan pelayan itu melaporkan hal ini kepada Han Ze Xing.
__ADS_1
Kedua pelayan menarik dan menyeret Selir Zhou Yi Mei dengan paksa, wanita itu di suruh berlutut di depan halaman dan menunggu Putri Mahkota.
Setelah beberapa lama menunggu, Putri Mahkota keluar bersama seorang pelayan yang membawa semangkuk obat di tangan nya.
"Minum obat ini!" perintah Putri Mahkota.
"Obat apa itu? Aku tidak mau." jawab Selir Zhou Yi Mei.
"Buat jalang itu menelan semua obat ini tanpa sisa!" perintah Putri Mahkota kepada pelayan.
Dua orang pelayan menahan tubuh dan tangan Selir Zhou Yi Mei, Yu Ying menuangkan obat cair ke dalam mulut wanita itu dan menutup hidungnya dengan kuat agar cairan obat itu di telan oleh Selir Zhou Yi Mei.
Mereka melepaskan Selir Zhou Yi Mei setelah semua obat di telan oleh nya. Putri Mahkota mendekat dan menendang perut Selir Zhou Yi Mei dengan sekuat tenaga.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kau melahirkan anak dari Putra Mahkota. Sebaiknya kau menutup mulut mu itu atau kau akan mendapat hukuman dan siksaan yang lebih berat dari ini!" ancam Putri Mahkota.
Selir Zhou Yi Mei hanya bisa merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Dalam hati dia sangat membenci Putri Mahkota dan bersumpah akan membalas semua perbuatan nya.
Han Ze Xing melihat semua kejadian itu dari kejauhan, bibirnya tersenyum ketika melihat Putri Mahkota menyiksa Selir Zhou Yi Mei. Tidak ada sedikitpun rasa iba di hati Han Ze Xing, dia merasa sangat jijik melihat kelakuan kedua wanita itu.
"Sampai kapan kau akan menahan nya? Zhou Yi Mei..." batin Han Ze Xing.
"Yang Mulia terlihat sangat menakutkan, tidak seperti dirinya di masa lalu. Entah ini hal baik atau hal buruk." batin Zhong yang berdiri di samping Han Ze Xing.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1