The Princess Story

The Princess Story
Ep 61. Jebakan


__ADS_3

Se Se tertidur setelah melayani kenakalan pemuda itu. Raja Wei meninggalkan gadis kecilnya dan pulang ke rumah untuk mengurus pekerjaan yang tertunda.


Yu membawa sebuah dokumen ke ruangan Raja Wei, dia meletakkan dokumen itu di meja dan berkata, "Yang Mulia, Kaisar mengirim perintah agar Anda segera masuk ke istana."


"Siapkan kereta kuda! Aku akan pergi setelah mengganti pakaianku." perintah Raja Wei.


"Baik, Yang Mulia."


Yu menunggu di depan pintu kediaman, Raja Wei keluar dari kamar, dia mengenakan pakaian resminya. Mereka berangkat dengan kusir yang mengendarai kereta.


Kasim melaporkan kedatangan Raja Wei ke istana, Raja Wei di persilakan masuk ke ruang baca Kaisar.


"Kerja bagus Xuan. Masalah yang sudah 6 bulan tidak dapat di selesaikan, kamu mendapat solusi hanya dalam waktu seminggu. Kakak sangat kagum pada kerja kerasmu. Sayangnya Xing belum memiliki kemampuan seperti itu." ucap Kaisar.


"Itu bukan hasil usaha saya Yang Mulia, ada orang lain yang membantu menyelesaikannya." jawab Raja Wei jujur.


"Oh ya? Siapa orang yang memiliki kemampuan luar biasa itu?" tanya Kaisar.


"Dia adalah Nona yang telah menyembuhkan Ze Xing, Nona Florence." ucap Raja Wei.


"Gadis itu benar-benar cerdas dan baik hati. Kita harus memberinya gelar dan hadiah untuk jasanya." ucap Kaisar.


"Dia tidak memerlukan hadiah ataupun gelar lagi."


"Apa maksudmu?"


"Dia sudah meninggal Yang Mulia."


Raja Wei mulai menceritakan kejadian yang telah terjadi selama seminggu ini.


"Sayang sekali gadis berbakat itu tidak berumur panjang." ucap Kaisar.


"Itu adalah kesalahanku! Aku sangat menyesalinya." batin Raja Wei.


KEDIAMAN HUANG


"Ibu, gadis jalang itu pulang lagi ke rumah ini! Kenapa dia tidak mati saja di luar sana, huhh...!" ucap Lin Wan.


"Kecilkan suaramu!" bentak Min Wan dengan wajah kesal.


"Dua hari lagi kita akan mengadakan pesta ulang tahun ayahmu. Pikirkan saja rencana untuk menyingkirkan gadis itu di hari pesta." ucap Nyonya Xin dengan senyum liciknya.


"Ibu, bagaimana kalau kita ......" Min Wan berbisik kepada ibunya.


"Bagus, bagus sekali. Kita harus melakukan rencana itu dengan baik. Gadis jalang itu tidak akan bisa kabur lagi." ucap Nyonya Xin.


HARI PESTA


"Nona, Ling Er sudah menyiapkan pakaian. Cobalah dipakai!" ucap Ling Er sambil menyerahkan sebuah hanfu berwarna merah muda.

__ADS_1


"Terima Kasih Ling Er, maaf merepotkanmu." ucap Se Se.


Gadis itu mengganti pakaiannya, Ling Er merasa terpikat melihat Nona mudanya sangat cantik.


"Hentikan menatapku seperti itu!" ketus Se Se pada Ling Er yang lupa pada tugasnya.


Ling Er tersenyum cengir dan berkata, "Maaf Nona, anda sangat cantik dengan pakaian itu."


"Tolong hias rambutku lain dari biasanya." pinta Se Se.


"Siap Nona, saya akan membuat nona menjadi gadis paling cantik di dunia." ucap Ling Er sambil menyisir rambut Se Se.


Gadis itu membuka sebuah kotak yang ada di depan cermin. Kotak itu berisi pistol yang dia ambil dari ruang dimensi. Dia berniat memberikan pistol itu sebagai hadiah ulang tahun ayahnya.


"Senjata ini akan melindungi ayah disaat terdesak." batin Se Se.


Tamu undangan sudah tiba, pangeran 4 dan Pangeran 7 datang bersama ke tempat pesta. Putra Mahkota dan Raja Wei baru saja tiba, mereka mengucapkan salam lebih dulu kepada Tuan Rumah yang berulang tahun.


Semua tamu sudah duduk di dalam aula pesta, Raja Wei melirik kanan dan kiri tempat duduknya, dia sedang mencari gadis kecil itu.


"Wow...."


"Cantiknya...."


"Apa dia seorang dewi?"


"Aku akan melamar gadis itu."


Raja Wei mengeluarkan aura pembunuhnya saat mendengar pria-pria itu akan melamar Se Se.


Dia menatap dingin ke gadis itu dan berkata dalam hati, "Kenapa gadis ini selalu menjadi pusat perhatian."


"Hufff..."


Raja Wei menghela napasnya saat gadis itu mendekat.


"Penampilan itu tidak seharusnya dia tunjukkan kepada orang lain. Apa dia sedang menarik perhatian kupu-kupu?" batin Raja Wei yang cemburu.


"Ayah, selamat ulang tahun." ucap Se Se.


"Terima Kasih putriku, silakan duduk!" ucap Tuan Huang.


Raja Wei memberi tanda pada gadis itu agar duduk di sebelahnya. Namun gadis itu pura-pura tidak melihatnya, dia memilih duduk di samping kakaknya, Ye Yuan.


Acara dimulai dengan tarian dan nyanyian, banyak nona muda yang mencari kesempatan untuk menarik perhatian Pangeran dan Putra Mahkota. Mereka bergantian menunjukkan kecantikan dan bakat di pesta itu.


Raja Wei tertawa kecil melihat gadisnya. Gadis itu tidak peduli pada tamu yang hadir. Dia hanya makan dan makan.


"Disaat semua orang berlomba-lomba mencari perhatian, gadis ini malah fokus dengan makanan yang ada di meja." batin Raja Wei.

__ADS_1


Seorang pelayan mendekat ke tempat Se Se dan menyerahkan secarik kertas padanya. Dia membuka dan membaca isi kertas itu.


"Temui aku di belakang gudang jika kau menginginkan nyawa pelayanmu!"


Gadis itu merasa panik dan cemas. Dia segera pergi ke gudang untuk mencari Ling Er.


"Nona...! Pergi! Cepat pergi! ini jebakan." ucap Ling Er histeris saat melihat Se Se berjalan masuk ke gudang.


Gadis itu memperhatikan sekeliling ruangan itu, ada 10 orang pria berwajah bengis, beberapa dari mereka memiliki bekas luka lama di wajah.


"Aku sudah datang, lepaskan dia!" perintah Se Se.


"Wow... aku bahkan rela membayar untuk membuat nona cantik ini melayang ke surga!" ucap seorang pria yang kagum melihat kecantikan Se Se.


"Beruntung sekali kita hari ini, dapat uang dan dapat wanita cantik." sambung pria lain.


"Ambil obat ini dan telan semuanya, maka aku akan melepaskan gadis itu." ucap salah satu pria.


"Tidak boleh, Nona anda tidak boleh makan obat itu! Itu obat ..." ucapan Ling Er terputus.


"Plakkk!"


Ling Er ditampar untuk menutup mulutnya.


"Emmm emmmm..." ucap Ling er tidak jelas karena mulutnya disumpal dengan kain.


"Aku tahu obat ini bermasalah, tapi jika aku menolak, mereka akan menyakiti Ling Er." batin Se Se.


Se Se mengambil botol obat dari tangan seorang pria, ada 10 butir obat di dalamnya.


Pria itu mengarahkan sebuah pisau berkarat ke leher Ling Er, mereka menangkap Ling Er karena tau bahwa gadis itu menyayangi pelayannya.


"Telan semua obat itu sekarang!" perintah seorang pria yang berdiri di belakang Ling Er.


"Emmmm Emmm...." Ling Er menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berbicara tidak jelas.


Se Se mengeluarkan obat itu dan menelannya satu persatu hingga habis. Mereka mengikat Ling Er di sebuah tiang dalam ruangan.


"Kita akan bersenang-senang dengan Nona ini lebih dulu baru kemudian bersenang-senang denganmu!" ucap seorang pria botak.


"Kalian, sudah berjanji melepaskan dia!" ucap Se Se dengan wajah dinginnya.


"Hahaha... "


Pria-pria itu tertawa dengan suara keras.


"Nona cantik, mana ada perkataan penjahat yang bisa dipercaya, anda benar-benar polos." ucap salah satu pria itu.


Tatapan liar mereka mulai mengarah ke gadis itu, pimpinan penjahat itu mendekat dan berniat memeluk gadis cantik di depannya.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2