The Princess Story

The Princess Story
Kekuatan Suci


__ADS_3

Huo Feng melihat kilauan cahaya yang bersinar sangat terang, cahaya itu memiliki 7 warna. Ke tujuh warna itu sedang menyelubungi tubuh seorang wanita yang sedang berlutut di atas tanah.


"Cahaya 7 warna? Cahaya yang keluar dari tubuh pemilik kekuatan suci ketika dia berada dalam keadaan yang sangat tertekan. Jika dia bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu di dalam lubuk hati, maka semua keinginan itu akan terkabul. Termasuk menghidupkan orang yang sudah mati." benak Huo Feng.


Setelah menghidupkan kembali nyawa orang yang sudah mati, pemilik kekuatan suci akan meninggal sebagai bayaran karena telah melanggar hukum alam. Itu sebabnya Huo Feng sangat terburu-buru, dia ingin mencegah hal itu terjadi.


Namun kedatangan Huo Feng terlambat, cahaya suci yang keluar dari tubuh Se Se sudah mulai mengembalikan kehidupan manusia-manusia yang berbaring di atas tanah. Satu persatu jiwa mereka kembali ke tubuh masing-masing, baru pertama kali Huo Feng menyaksikan cahaya ini secara langsung.


Selain Huo Feng, tidak ada satupun dari mereka yang bisa melihat cahaya itu. Cahaya yang awalnya sangat menyilaukan perlahan meredup dan akhirnya menghilang tanpa jejak.


Prajurit yang baru kembali dari alam baka itu membuka mata, mereka duduk, lalu berdiri dengan wajah yang terlihat kebingungan. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati.


Bukankah aku sudah mati?


Apa yang terjadi? Apakah aku hidup kembali?


Yun Ti dan Tuo Ba masih hidup, bukankah mereka sudah meninggal tadi?


Apakah aku sedang bermimpi?


Semua orang yang melihat keajaiban itu tampak begitu terkejut hingga mata dan mulut mereka terbuka dengan begitu lebar.


Raja Wei juga tak kalah terkejutnya, pria itu sedari tadi membiarkan istrinya meluapkan kesedihan. Dia tidak menyangka jika luapan rasa sedih itu akan menjadi malapetaka bagi istrinya.


Mereka yang sudah kembali ke akal sehatnya, kini memulai percakapan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Bukankah orang-orang itu sudah mati?"


"Mereka hidup kembali? Mereka benar-benar hidup lagi!"


"Benar-benar sulit di percaya!"


"Keajaiban?"


"Sepertinya langit masih mengasihi mereka!"


"Sepertinya langit tersentuh melihat Permaisuri yang menangis dengan begitu sedih."


"Bagaimana bisa orang-orang yang telah meninggal itu hidup kembali?"


"Apakah ini benar-benar kehendak langit?"


Air yang turun dari langit mulai berhenti, kilat dan petir juga tak terlihat lagi. Langit yang gelap di terangi oleh secercah cahaya, sinar rembulan yang mengintip di balik awan.


"Brukkk!"


Tubuh Se Se terjatuh, Huo Feng menangkap tubuh yang terasa dingin itu. Raja Wei berlari ke arah mereka, dengan segera dia merebut tubuh istrinya dari tangan Huo Feng.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Raja Wei dengan wajah panik.


"Dia... Wanita bodoh ini memberikan nyawanya untuk menyelamatkan mereka semua!" jawab Huo Feng sembari mengalihkan tatapan ke arah manusia-manusia yang baru saja kembali dari pintu neraka.

__ADS_1


Seakan tak percaya, Raja Wei menatap Huo Feng dengan mata yang membesar. "Hal gila apa yang kau katakan?" bentaknya dengan suara yang menggelegar.


Sebagian besar dari prajurit yang berada di sana mendengar percakapan kedua pria itu. Mereka lalu berkumpul mengelilingi Se Se yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa diam saja melihat nyawa istriku terancam. Bagaimana cara menyelamatkan nyawanya?" gumam Raja Wei dengan wajah panik.


"Tidak ada! Tidak ada cara untuk menyelamatkan wanita ini! hukum langit tidak bisa di ubah oleh seorang manusia." ucap Huo Feng.


"Hahaha...! Apa itu hukum langit? Aku akan melawan langit jika perlu! Aku akan memusnahkan mereka semua yang berniat membawa pergi Permaisuri ku!"


Tawa itu bukanlah tawa bahagia, dia hanya terlalu frustasi sehingga mengeluarkan suara yang menggila. Begitu terguncang jiwa pria itu sampai dirinya tidak bisa mengendalikan emosi dan akal sehat.


Tubuh wanita itu berada di dalam pelukannya, dia mengangkat tubuh itu. "Minggir! Minggir kalian semuaaaa!!!" Titahnya sambil menjerit keras.


Orang-orang memundurkan langkah, memberi jalan baginya. Belum sempat dia melangkah, Ye Yuan berdiri di ujung jalan yang dibuat oleh kumpulan manusia-manusia di sana.


"Apa yang terjadi?" tanya Ye Yuan dengan wajah penasaran. Melihat adiknya berada di dalam gendongan Raja Wei, Ye Yuan kembali bertanya, "Bagaimana keadaannya? Apa dia baik baik saja?"


Pria itu berjalan mendekat, dia memegang wajah Se Se yang terlihat sangat pucat. "Kenapa dia seperti ini?" tanya Ye Yuan yang langsung panik ketika menyadari jika wanita itu dalam keadaan sekarat.


"Maaf, aku datang terlambat." ucap Huo Feng dengan rasa menyesal.


Pria itu menunduk, dia merasa sangat bersalah karena tidak menepati janji untuk menjaga keluarga Ye Yuan. Kini dia juga merasakan perasaan takut, dia takut Ye Yuan akan menyalahkannya. Namun reaksi Ye Yuan sangat berbeda dengan apa yang di bayangkan oleh Huo Feng.


Pria itu tersenyum, "Kak, ini bukan salah Kakak. Tolong jangan menyalahkan diri sendiri, lagi pula dia tidak akan mati! Aku akan menyelamatkan nyawa nya!" ucap Ye Yuan dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Raja Wei berbalik menatap Huo Feng, pria itu baru saja menyadari sesuatu setelah melihat ke belakang. Semua orang sedang berlutut di atas tanah, mereka memohon kepada langit. Memohon agar wanita itu baik baik saja, memohon agar dia tetap hidup.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2