
Huo Feng mengangkat tubuh Ye Yuan ke udara, dia membawa Ye Yuan untuk mengejar Jenderal Fang yang sudah mulai menjauh.
"Monster!"
Para prajurit terkejut melihat wujud Huo Feng yang menyerupai iblis bersayap. Semua mata tertuju kepadanya. Raja Wei mengambil kesempatan itu untuk bergabung dengan Huo Feng, dia memacu kudanya menuju ke arah Jenderal Fang.
"Aku akan membalaskan dendamku kepada mereka nanti!" ucap Jenderal Fang sambil memacu kudanya dengan cepat tanpa melihat ke arah belakang.
Namun tiba-tiba saja Huo Feng sudah berada di atas Jenderal Fang, dia memanggil pria itu, "Hey pengecut!"
Jenderal Fang menoleh ke arah langit, matanya hampir saja keluar saat melihat pria bersayap merah yang menakutkan di atas sana.
"Mons... Monster!!!" ucap Jenderal Fang sambil menatap ngeri ke arah Huo Feng.
Ye Yuan tidak melepaskan kesempatan baik itu, dia melemparkan pedang ke depan kuda yang di tunggangi Jenderal Fang. Karena terkejut, kuda itu hilang kendali hingga menjatuhkan tubuh Jenderal Fang.
Raja Wei tiba di sana, dia turun dari kudanya dan segera menangkap pria itu. "Mau kemana kau saat prajuritmu sedang berjuang di sana?" ucap Raja Wei dengan wajahnya yang sedingin hamparan salju.
"Lepaskan aku! Kalian para bajingan dari negara Han yang hanya bisa melakukan cara licik untuk menang." ucap Jenderal Fang sambil meronta-ronta.
"Kau ini anak kecil ya?" tanya Raja Wei yang memperkuat cengkraman di leher Jenderal Fang. "Dalam peperangan tidak ada yang namanya licik, hanya ada kalah atau menang!"
"Akh!!! Uhuk uhukkk!"
Pria itu terbatuk-batuk setelah Raja Wei melepaskan cengkramannya.
"Bajingan ini, aku hampir saja mati karena kekuatannya yang besar itu." ucap Jenderal Fang dalam benaknya.
Yu menyusul Raja Wei bersama Pasukan Elang. Setibanya di sana, Raja Wei memerintahkan mereka untuk membawa Jenderal Fang kembali ke kemah.
"Jenderal kalian ada di sini! Jika kalian tidak menyerah maka kami akan menggantung kepalanya di depan gerbang pintu perbatasan!" ucap Yu dengan berteriak keras.
Para prajurit berhenti bertarung, prajurit dari negara Xi membuang senjata mereka setelah saling menatap sesamanya selama beberapa saat.
"Kami menyerah!" ucap salah satu prajurit negara Xi.
"Aku akan membiarkan salah satu dari kalian untuk kembali ke Kaisar kalian dan katakan kepadanya ini adalah peringatan terakhir. Jika di lain hari dia masih ingin menaklukan tempat ini, maka saat itu kami prajurit dari negara Han akan menyerang negara Xi tanpa pandang bulu." ucap Raja Wei.
Para prajurit bersorak bahagia, mereka akhirnya memenangkan peperangan yang sudah berlangsung selama 10 tahun ini. Semuanya merasa senang karena mereka bisa kembali ke rumah dan bertemu dengan keluarga mereka.
__ADS_1
Jenderal Fang dan semua prajurit negara Xi di bawa kembali ke ibukota. Yang Fei Xi turut kembali ke ibukota bersama para pasukannya. Raja Wei dan Ye Yuan duduk bersama di dalam kereta kuda, sedangkan Yu berkuda di samping kereta kuda untuk memantau keadaan.
"Bagaimana keadaan manusia burung itu?" tanya Raja Wei.
"Kakak baik-baik saja." jawab Ye Yuan tanpa sadar menyebut Huo Feng sebagai Kakak.
"Kakak??" tanya Raja Wei yang heran mendengar sebutan Ye Yuan untuk Huo Feng.
"Maksud saya Huo Feng." ucap Ye Yuan dengan wajah panik.
Flashback
Setelah semua prajurit Xi menyerah, Huo Feng membawa Ye Yuan ke tempat yang sepi. Di sana, Ye Yuan mengingat banyak kenangan yang sebelumnya telah dia lupakan.
Ye Yuan mengingat jika dirinya pernah hampir tertembak anak panah dari pemburu di hutan. Mereka berdua diam-diam turun ke bumi untuk bermain, namun saat itu ada pemburu yang melepaskan anak panah ke arah Ye Yuan.
Kejadian itu persis dengan yang terjadi hari ini, Huo Feng dengan sigap melindungi Ye Yuan dengan mrnggunakan kedua sayapnya. Setelah hari itu, Ye Yuan berjanji dia akan melindungi Huo Feng seumur hidupnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huo Feng kembali ke kediaman Raja Wei, dia mencari keberadaan majikannya.
"Siapa kau?" tanya Han Ze Xia ketika melihat sosok Huo Feng yang berdiri di depannya.
"Anak kecil!" batin Huo Feng.
"Aku tanya kau ini siapa?" Han Ze Xia mengulangi pertanyaannya dengan wajah kesal.
"Aku teman ibu mu, apa kau tau di mana dia?" tanya Huo Feng.
"Bohong! Ibuku tidak punya teman bersayap." ucap Han Ze Xia.
"Teman bersayap?" gumam Huo Feng. Dia menatap Han Ze Xia dengan rasa penasaran. Dalam hati dia berpikir, "Bagaimana bisa anak ini melihat sayap yang tidak ku keluarkan? Mungkin dia hanya sembarangan berbicara!"
"Kau pasti Paman jahat yang ingin menyakiti ibuku kan?" tuduh Han Ze Xia dengan wajah imut yang menggemaskan meskipun dia terlihat kesal.
"Aku ini teman ibu mu, bukan paman jahat!" bantah Huo Feng dengan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak percaya, aku akan segera memanggil penjaga untuk menangkap paman jika paman tidak cepat pergi dari sini!" ucap Han Ze Xia dengan nada mengancam.
__ADS_1
"Anak kecil, kau sangat mirip dengan ibu mu!" ucap Huo Feng.
"Bukankah itu sesuatu yang sudah pasti? Jika aku mirip dengan Paman, itu baru aneh!" jawab Han Ze Xia.
Huo Feng tertawa keras mendengar ucapan dari Han Ze Xia. "Ternyata kalian bukan hanya mirip di wajah, sikap kalian pun sangat mirip!" ucap Huo Feng.
"Hey Paman!" panggil Han Ze Xia ketika Huo Feng hendak berjalan pergi dari sana.
Huo Feng membalikkan tubuhnya, ia menatap Han Ze Xia kemudian bertanya, "Ada apa lagi anak kecil?"
"Sayap Paman terluka!" ucapnya dengan wajah iba.
Huo Feng membelalakan matanya, kini dia sudah yakin jika anak kecil ini tidak hanya sembarangan berbicara saja. Pria itu berkata dalam benaknya, "Anak kecil ini benar-benar bisa melihat sayapku!"
Karena tidak ada jawaban dari Huo Feng, Han Ze Xia mendekati pria itu kemudian melambai lambaikan tangannya di depan wajah Huo Feng.
"Paman!" ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Ya!" jawab Huo Feng yang segera tersadar dari pikirannya.
"Sini, aku akan mengobati luka Paman!" ucap Han Ze Xia sambil menarik lengan Huo Feng.
Huo Feng diam tak bergerak, dia menatap wajah Han Ze Xia yang terlihat sedih.
"Paman, ayo jalan!" ucap Han Ze Xia yang menambah kekuatannya untuk menarik tubuh Huo Feng.
"Anak kecil, kau tidak takut padaku?" tanya Huo Feng dengan rasa penasaran.
Han Ze Xia langsung menggelengkan kepalanya, dia kemudian bertanya, "Apakah aku harus takut dengan Paman?"
Huo Feng tertawa setelah mendengar pertanyaan dari Han Ze Xia. Manusia normal tentunya akan segera kabur begitu melihat sayap Huo Feng, apalagi jika yang melihatnya adalah seorang anak kecil yang lemah dan tak berdaya.
"Anak kecil ini ternyata tidak punya rasa takut ya! Memang sangat persis sekali dengan ibunya!" pikir Huo Feng.
Sebuah belati terbang ke arah Huo Feng, belati itu menancap di dinding yang berada di samping pria itu.
"Lepaskan anakku!" ucap Se Se dengan tatapan yang mengerikan.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1