The Princess Story

The Princess Story
Ep 69. Mulai sekarang, kamu milikku!


__ADS_3

"Uhukk... Uhukk...!"


Raja Wei tersedak minuman tehnya. Dia kaget mendengar jawaban Kaisar.


"Hahh... Yang Mulia Kaisar, anda tidak boleh bercanda seperti ini." ucap Raja Wei setelah menghela napas.


"Aku tidak bercanda, dia mengirimkan surat padaku untuk menyetujui pernikahan kalian, Kaisar Liang sendiri yang menulis surat itu." jelas Kaisar.


"Tolong tolak permintaan itu. Aku tidak akan menikah dengan Putri Liang." tegas Raja Wei.


"Xuan, aku pikir ini bukan hal yang mudah. Pernikahan ini hanya untuk hubungan saling menguntungkan. Sebaiknya kamu terima saja, kamu bisa mengangkatnya menjadi selir." bujuk Kaisar.


"Aku tidak akan menikahi gadis lain, walaupun sebagai selir." tegas Raja Wei dengan mantap.


"Ze Xuan!" bentak Kaisar geram.


"Aku sudah selesai mendengarkan kakak. Permisi!"


"BLAMMM!"


Raja Wei keluar dari ruangan itu, dia membanting pintu dengan kuat. Pemuda itu menyadari apa arti ucapan Kaisar, kakaknya akan memaksa dia menikah dengan Putri Liang apapun yang terjadi.


"Yu, selidiki motif Putri Liang ke negara Han." perintah Raja Wei saat meninggalkan istana.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


********


Malam hari setelah makan bersama ayah dan kakaknya, Se Se ke halaman untuk memetik bunga mawar yang bermekaran. Dia akan membuat pemerah pipi dan bibir menggunakan kelopak bunga mawar itu.


Seseorang memeluknya dari belakang, dia berbalik dan melihat wajah pemuda itu.


"Kenapa dengan raut wajahnya? Apakah terjadi sesuatu?" kata batin Se Se.


"Yang Mulia... " kalimat Se Se terhenti.


Raja Wei tiba-tiba mencium bibirnya, Se Se menjatuhkan keranjang di tangannya. Bunga mawar berjatuhan ke lantai.


"Uhmmm... "


Beberapa menit telah berlalu, Raja Wei melepas ciumannya. Napas mereka memburu dengan degupan suara jantung yang semakin cepat.


Dia memeluk gadis kecilnya, kepala gadis itu dibenamkan ke tengah dadanya.


"Yang Mulia... "


"Sebentar saja, biarkan aku memelukmu beberapa menit." ucap Raja Wei memotong kalimat Se Se.

__ADS_1


Raja Wei memeluk erat gadis kecilnya, hatinya merasa gelisah karena percakapan dengan Kaisar.


"Maaf, aku sungguh tidak berguna." bisik Raja Wei.


"Apa yang sedang anda katakan? Anda sudah menyelamatkan saya berulang kali, bagaimana mungkin itu tidak berguna? Anda adalah pahlawan yang selalu menang dalam perang, bagaimana itu disebut tidak berguna?


"Anda sudah menyelamatkan jutaan orang yang tersiksa karena kekeringan, apakah itu yang disebut tidak berguna?" ucap Se Se menghibur pemuda yang sedang patah semangat.


"Aku tidak berguna, karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku tidak berguna, karena cintaku akan membawa masalah untukmu. Aku tidak berguna, karena aku akan menjadi bahaya besar untuk nyawamu." Raja Wei menghela napas dan kemudian melanjutkan ucapannya.


"Meskipun begitu, aku ingin kamu selalu ada di sisiku. Aku benar-benar tidak berguna dan pria yang egois." bisik Raja Wei.


Se Se melepaskan pelukan mereka, dia membelai lembut wajah pemuda itu. Matanya yang bersinar di bawah cahaya rembulan bertatapan dengan mata Raja Wei.


"Saya akan terus berada di sisi anda Yang Mulia, selama anda tidak mengecewakan kepercayaan saya.


"Walaupun nyawa saya menjadi taruhannya, saya akan tetap mencintai anda. Yang Mulia tidak perlu menyalahkan diri sendiri, karena saya melakukan hal ini untuk kebahagian saya." ucap Se Se dengan wajah serius.


Raja Wei kembali memeluknya. Dia berbisik kecil di telinga gadis itu.


"Terima kasih gadis kecilku."


Se Se tersenyum dan mengelus punggung Raja Wei, tiba-tiba dia menyadari sesuatu. Wajahnya berubah cemberut, dia mendorong tubuh Raja Wei kemudian mengomelinya.


"Yang Mulia! tidak bisakah anda menghilangkan kebiasaan mencium tanpa izin? Sia-sia sudah bunga yang kupetik dari tadi." omel Se Se sambil melihat bunga-bunga mawar yang berserakan di lantai.


Raja Wei menahan tawanya, wajah gadis kecil itu sangat lucu saat cemberut.


"Ck!"


Se Se berdecak, dia menyilangkan tangannya di depan dada untuk menunjukkan kekesalannya.


Raja Wei mendekatkan wajahnya.


"Muach!"


Pemuda itu mengecup pipi kiri Se Se kemudian berkata, "Ini sebagai permintaan maaf."


"Muach!"


Dia mengecup lagi di pipi kanan Se Se kemudian berkata, "Ini sebagai ganti rugi."


"Muach!"


Kali ini da mengecup bibir Se Se dan berkata, "Ini sebagai bonus."


Wajah Se Se memerah, kedua pipinya sudah terlihat seperti kepiting yang direbus. Selama beberapa detik, dia kehilangan akal sehat. Namun saat kesadarannya kembali, dia memasang wajah kesal.

__ADS_1


"Yang Mulia!" bentak Se Se dengan wajah cemberut.


Raja Wei tersenyum nakal melihat wajah merah pasangannya. Dia merasa senang melihat gadis kecilnya berwajah cemberut. Raja Wei mengelus sebelah pipi Se Se dengan jari-jarinya, wajahnya semakin dekat hingga bibirnya kembali menempel di bibir gadis itu.


"Deg Deg Deg!"


Hatinya mulai lemah, dia tidak bisa marah atau menolak pemuda itu. Dia menerima segala perlakuan manisnya dengan debaran jantung yang naik turun tak menentu.


Malam itu dipenuhi dengan acara mengadu mulut dan lidah. Hilang sudah kegusaran dan kegelisahan Raja Wei untuk sementara. Dia terlalu sibuk menikmati bibir manis gadis kecilnya, tidak sempat memikirkan hal lain.


********


KEDIAMAN SELIR FEI


"Lagi-lagi gagal membunuh gadis itu! Mereka benar-benar tidak berguna." ucap Selir Fei.


"Ibu, tenangkan dirimu. Jangan sampai suara ibu terdengar oleh ayah Kaisar." kata Han Ze Liang.


"Bagaimana aku bisa tenang jika gadis itu belum mati? Dia sudah merusak rencanaku!" jawab Selir Fei.


"Tenanglah ibu, kita akan menggunakan Putri dari kerajaan Liang untuk menghadapinya. Ku dengar Putri itu sangat menyukai Raja Wei, dia akan menjadi alat yang bagus untuk menyingkirkan Putri Huang." ucap Han Ze Liang dengan yakin.


"Benar, kita harus membuat Putri Liang membunuh gadis itu." jawab Selir Fei dengan mata yang bersemangat.


"Besok aku akan menemui Putri Liang dan menyalakan api di antara mereka." ucap Han Ze Liang.


********


Hari menjelang pagi, istana di sibukkan dengan kedatangan Putri dari negara Liang. Negara Liang merupakan salah satu sekutu negara Han. Sudah lama mereka menjalin kerja sama yang saling menguntungkan, namun baru kali ini pihak negara Liang mengirim Putri Liang untuk mencari pasangan.


Pangeran 3, Han Ze Yun menjemput Putri Liang di perbatasan negara mereka. Han Ze Yun terpesona dengan kecantikan Putri Liang.


Putri Liang memiliki rambut putih panjang yang bercahaya. Bola matanya hitam dengan sedikit garis-garis coklat, Bibir mungil yang berwarna merah makin menambah kesempurnaan wajahnya.


Han Ze Yun terus melirik wajah Putri Liang, ini pertama kali dia melihat wajah gadis yang memiliki kecantikan seorang dewi.


Tiba di istana, Putri Liang meminta Kaisar untuk mempertemukan Raja Wei dengannya. Kaisar memerintahkan seorang kasim untuk menyampaikan perintah agar Raja Wei segera ke istana.


"Yang Mulia, Kasim istana membawa pesan dari Kaisar. Beliau meminta anda segera ke istana." lapor Yu.


"Siapkan kereta kuda, tunggu aku di depan." perintah Raja Wei.


Tidak membutuhkan waktu lama, Raja Wei sudah tiba di istana. Kasim mengumumkan kedatangan Raja Wei.


Raja Wei masuk ke ruangan yang disiapkan untuk menjamu Putri Liang, di sana sudah berkumpul semua keluarga kerajaan. Putri Liang menatap Raja Wei sejenak kemudian berlari memeluk pemuda itu.


"Mulai sekarang, kamu adalah milikku!" ucap gadis itu.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2