
Raja Wei mendorong tubuh gadis itu hingga terjatuh, Han Ze Liang maju dan membantu Putri Liang berdiri.
Seisi ruangan terlihat panik, mereka sangat hafal dengan sifat Raja Wei. Jika ada yang membuatnya tak senang, dia akan menghancurkan dan membinasakan mereka tanpa tersisa.
"Putri Liang ini benar-benar cari mati." batin Han Ze Xing.
Putri Liang menunjukkan ekspresi marah, dia sangat malu diperlakukan seperti itu. Biasanya semua pria akan tunduk dihadapannya karena kecantikan yang dimiliki oleh Putri Liang.
"Apa begini cara kalian menyambut tamu?" bentak Putri Liang di tengah ruangan.
"Apa seperti ini kelakuan seorang Putri negara Liang?" ucap Raja Wei dengan nada menyindir.
"Kau!" jerit Putri Liang tak senang dirinya dihina.
"Sudah-sudah tenanglah. Hari ini kita akan mengadakan jamuan untuk Putri Liang. Xuan, duduklah." ucap Kaisar menengahi.
Raja Wei duduk di sebelah Han Ze Xing, dia terlihat menahan emosi dan amarahnya. Jika tahu ini adalah acara untuk menyambut Putri Liang, dia tidak akan datang ke istana.
"Yang Mulia Kaisar, aku akan menikah dengannya!" ucap Putri Liang sambil menunjuk Raja Wei.
Raja Wei mengeluarkan aura dinginnya. Seisi ruangan tiba-tiba menjadi hening. Jika pemuda ini mengamuk, akan ada pertumpahan darah.
Mereka yang mengenalnya pasti menghindari hal ini. Lain halnya dengan Putri manja dari negara Liang, dia hanya mendengar ketenaran Raja Wei tanpa tahu watak aslinya.
"Putri Liang, aku sudah memiliki istri. Aku tidak akan menikahimu, carilah pasangan lain!" ucap Raja Wei dengan nada datar.
"Aku tidak mau tahu, kau harus menceraikan istrimu dan menikah denganku!" ketus Putri Liang.
"Hahhh...."
Raja Wei menghela napas panjang.
"Apa kau benar-benar tak punya malu? tiba-tiba memeluk pria asing dan sekarang ingin menyerahkan dirimu?" sindir Raja Wei.
"Aku hanya memelukmu karena kau adalah calon suamiku." jawab Putri Liang dengan percaya diri.
Han Ze Xing kagum melihat keberanian gadis itu. Setidaknya dia berani mencintai dan mengakuinya. Tidak seperti dirinya yang pengecut, diam-diam menyukai calon istri pamannya.
"Yang Mulia... jika tidak ada hal lain, saya undur diri." ucap Raja Wei kemudian berdiri bersiap keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Putri Liang menahan tangan Raja Wei, dia berkata, "Kamu tidak boleh pergi sebelum aku izinkan."
Raja Wei sudah habis kesabaran menghadapi gadis tidak tahu malu itu. Dia menghempas tangannya, Putri Liang terbanting ke meja di samping tempat duduk Raja Wei tadi.
"PRANGG... PYARR...! BRUKKK!"
Suara piring pecah diiringi suara tubuh Putri yang terjatuh terdengar di seluruh ruangan.
Putri Liang tidak sadarkan diri karena kepalanya terantuk meja. Dia berbaring di lantai dengan kondisi luka berdarah di beberapa bagian tubuh.
Kaisar panik melihat perlakuan Raja Wei yang sangat kasar pada Putri Liang. Dia menyuruh Han Ze Xing untuk membawa Putri Liang ke kamarnya dan memerintahkan tabib untuk memeriksa luka di tubuh gadis itu.
Raja Wei meninggalkan istana dengan wajah penuh amarah, hatinya merasa bersalah terhadap gadis kecilnya.
"Berani sekali gadis rendahan itu menyentuh tubuhku" batin Raja Wei.
"Antarkan aku ke kediaman Huang." perintah Raja Wei pada kusirnya.
Tidak seperti biasa diam-diam menyelinap, kali ini Raja Wei masuk melalui pintu depan. Penjaga pintu mengenali Raja Wei, dia segera membuka pintu dan mempersilakan Raja Wei masuk.
Raja Wei menuju kamar Se Se, dia membuka pintu kamar dengan kasar.
"BRAKKK!"
"Yang... "
Gadis itu langsung dipeluk oleh Raja Wei tanpa bisa mengucapkan kata-kata.
"Maaf, aku sudah melakukan kesalahan." ucap Raja Wei dengan nada menyesal.
"Ada apa lagi hari ini? Kenapa pemuda ini makin lama makin sulit dimengerti?" batin Se Se.
Se Se mencium bau parfum wanita pada tubuh Raja Wei. Muncul rasa gelisah dan cemburu di hatinya, apalagi mengingat Raja Wei berkata dia melakukan kesalahan.
Se Se melepas pelukan Raja Wei kemudian bertanya dengan nada menyelidik, "Apakah anda selingkuh dengan wanita lain, Yang Mulia?"
Raja Wei kembali memeluknya, dia mengelus lembut kepala gadis itu.
"Wanita gila itu yang memelukku, aku tidak akan melakukan hal yang menghianati cinta kita. Kamu harus percaya padaku, aku tidak pernah berselingkuh." ucap Raja Wei dengan nada memelas.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Raja Wei, hati Se Se merasa lega. Dia berkata dengan penuh keyakinan. "Saya percaya pada anda. Apapun yang anda katakan, saya akan mempercayainya."
"Tolong... jangan pernah menyia-nyiakan kepercayaanku. Jika anda berbohong, aku tidak akan memaafkan anda seumur hidupku." batin Se Se.
Raja Wei menenangkan hati dan pikiran, dia melepas pelukannya. Dia duduk di kursi panjang dalam ruangan kamar. Se Se ikut duduk di sebelahnya.
"Lebih baik aku yang menceritakan hal itu, dari pada orang lain yang memberitahunya." batin Raja Wei.
Raja Wei menceritakan semua kejadian yang terjadi di istana. Dia tidak ingin membuat hati Se Se merasa gelisah, dia memutuskan untuk jujur tentang Putri Liang.
"Wow... apa sekarang saya punya saingan?" canda gadis itu untuk mencairkan suasana tegang di hati Raja Wei.
Raja Wei tersenyum kecil, hatinya sangat tenang mendengar suara manja Se Se.
"Aku sangat beruntung mempunyai permaisuri yang percaya padaku." batin Raja Wei.
"Dia tidak pantas disebut saingan, aku bahkan tidak tertarik seujung kuku pun pada gadis itu." jawab Raja Wei dengan serius.
Se Se tersenyum senang, dia mengecup pipi calon suaminya.
"Besok adalah hari pernikahan kita, biasanya saya tidak percaya dengan mitos yang beredar. Tapi melihat kejadian beberapa hari ini, sepertinya saya harus mulai percaya." ucap Se Se.
"Mitos apa?" tanya Raja Wei penasaran.
"Mitos bahwa orang yang akan menikah pasti diberi cobaan saat mendekati hari pernikahan mereka. Beberapa orang bahkan membatalkan pernikahan karena gagal menghadapi cobaan itu." jawab Se Se dengan wajah serius.
Raja Wei terlihat gelisah, dia memeluk Se Se dan berkata, "Pernikahan kita tidak akan batal, aku tidak akan membiarkan orang lain merusaknya."
Se Se berpikir sesaat, kemudian dia berkata:
"Yang Mulia, saya tidak peduli dengan rumor dan ucapan orang lain. Anda hanya perlu menjelaskan semua masalah yang terjadi. Dengan begitu, saya akan mengetahui kejadian sebenarnya tanpa rasa curiga.
Berjanjilah anda tidak akan pernah menutupi kebenaran! Saya akan percaya pada anda tanpa syarat. Bisakah anda melakukannya?"
"Aku akan melakukan apapun untukmu." jawab Raja Wei dengan penuh keyakinan.
Wajah Se Se memerah karena Raja Wei memegang pipinya.
"Deg Deg Deg!"
__ADS_1
Detak jantungnya semakin cepat saat wajah Raja Wei mendekat, Se Se memejamkan matanya.
^^^BERSAMBUNG...^^^