The Princess Story

The Princess Story
Terganggu


__ADS_3

"Aku ingin melihat kondisi Putra Mahkota dan Putri Mahkota!" Se Se memaksa untuk pergi ke Istana.


"Tidak boleh!" jawab ketiga pria itu lagi secara bersama.


Se Se yang awalnya merasa kesal kini malah tertawa lebar, "HaHaHa...! Kenapa hari ini kalian sangat kompak?" tanya gadis itu sambil bergiliran menatap ketiga pria di hadapannya.


"Itu karena kami semua sangat khawatir kepadamu!" jawab Ye Yuan yang langsung disetujui dengan anggukan oleh dua pria lainnya.


"Tapi aku ...!"


Raja Wei langsung memotong ucapan istrinya, "Tidak ada tapi-tapi. Kamu harus tetap di kamar ini dan beristirahat dengan baik!"


"Aku tidak boleh mengizinkannya keluar dari sini, aku tidak ingin merasakan perasaan takut itu lagi!" batin Raja Wei.


Melihat wajah cemas ketiga pria di depannya, hati Se Se mulai luluh. "Baiklah, aku akan berdiam diri di kamar!" ucapnya dengan senyum yang tulus.


"Anak baik!" ucap Ye Yuan sambil mengelus rambut adiknya.

__ADS_1


"Majikan pintar!" puji Huo Feng dengan senyum yang manis dan mempesona.


Raja Wei langsung memeluknya, tak peduli dengan keberadaan kedua pria lain di sana. "Cup!" sebuah kecupan dia berikan untuk kening istrinya yang berada tepat di depan mata.


"Kalian masih mau menonton kelanjutannya di sini?" tanya Raja Wei sambil melayangkan tatapannya ke Ye Yuan dan Huo Feng.


"Uhukkk! Aku kembali dulu ke kediaman!" jawab Ye Yuan dengan wajah yang memerah.


Huo Feng mendecak, "Ckkk!" dia lalu berkata, "Manusia mesum!"


Kedua pria itu pun pergi meninggalkan pasangan suami istri yang tengah dilanda mesra. Raja Wei tersenyum puas melihat kepergian kedua pengganggu itu, lalu melanjutkan kecupannya hingga menjadi sebuah ciuman hangat dan liar.


"Pasien juga masih seorang wanita dan wanita ini adalah istriku!" paksa Raja Wei dengan berbagai alasan.


Sebuah tangan menyelusup di balik pakaian berwarna putih milik Se Se. Meski awalnya dia menolak, namun sekarang wajahnya terlihat sangat menikmati. Suara yang berdebar dan melelehkan hati terdengar di seluruh ruangan.


Entah sejak kapan pakaian putih itu sudah terjatuh ke lantai, kedua bola mata pria yang sejak tadi menyentuh kulit mulus itu pun membesar. Menatap dua buah gundukan yang membangkitkan gairah dan memanaskan tubuhnya.

__ADS_1


"Kau benar-benar sangat cantik, istriku!" bisiknya dengan suara lembut lalu menggigit geli di daun telinga hingga turun ke bawah menuju dua gundukan yang kenyal dan padat berisi.


Baru saja pria itu akan menikmati pucuk kemerahan di atas bukitnya, "Tok Tok Tok!" seseorang mengetuk pintu kamar, membuat keduanya terperanjat.


Raja Wei menarik selimut, menutupi tubuh wanitanya yang tak sempat dia jejaki. Wajahnya berubah kesal, dia lalu bertanya dengan nada kasar, "Siapa?"


"Aku!"


Sebuah jawaban dari luar pintu dengan suara yang terdengar tidak asing.


"Sial! Kenapa bajingan itu datang di saat seperti ini!" rutuk Raja Wei dalam hati.


Raja Wei memakai kembali pakaiannya, tak lupa dia memakaikan pakaian ke tubuh istrinya. Dia lalu pamit setelah mengecup kedua pipi yang merona sambil membisikkan kata, "Aku mencintaimu, istriku!"


Pria itu keluar dari kamar, dia lalu menatap dengan kesal wajah pria yang mengganggu aktivitas panasnya tadi.


"Bajingan brengsek!" maki Raja Wei yang disambut dengan senyuman oleh pria di hadapannya.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2