
"Maafkan atas ketidak sopanan hamba, Tuan Putri." ucap Jenderal Yang sambil menunduk.
Se Se, Raja Wei, Yu beserta para Pasukan Elang semakin bingung. "Tuan Putri", panggilan yang biasanya di tujukan kepada seorang putri Kaisar, namun kini Jenderal Yang menyebut Se Se dengan panggilan itu.
"Jenderal Yang, berdiri lah... Sepertinya anda salah mengenali orang." ucap Se Se.
"Hamba tidak akan salah mengenali anda Putri, Anda adalah penerus dari Putri Yun Xiao Rou. Wajah kalian bahkan sangat mirip, tidak mungkin hamba salah mengenalinya." ucap Jenderal Yang.
"Tapi saya adalah anak dari Perdana Menteri, bukan seorang Tuan Putri seperti yang anda sebutkan." jawab Se Se.
"Ibu anda adalah anak satu-satu nya dari Putri Yang Mei Li, Tuan Putri dari Negara Langit. Secara garis keturunan, anda juga mendapat gelar Putri dari Kekaisaran Langit." jelas Jenderal Yang.
"Ibu adalah Putri dari Kerajaan Langit?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.
"Benar, Putri Yun Xiao Rou melarikan diri saat akan di jodohkan dengan Pangeran dari Kerajaan Yuan. Kami terus mencari nya hingga 5 tahun, namun tidak pernah menemukan jejak nya. Tidak di sangka hari ini hamba bisa menemukan putri nya." jawab Jenderal Yang.
"Lalu kenapa kalian memaksanya menikah dengan Pangeran dari negara Yuan?" tanya Se Se dengan wajah tidak senang.
Jenderal Yang menundukkan kepala nya, dia tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan dari Se Se.
"Jika anda tidak bisa menjawabnya, maka jangan menganggap saya sebagai seorang Putri. Saat ini saya adalah Permaisuri dari Negara Han, bukan Putri dari Negara Langit." ucap Se Se kemudian berbalik dan melangkah masuk ke dalam kereta kuda.
Raja Wei ikut masuk ke dalam kereta, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke negara Han. Jenderal Yang menatap kepergian mereka dengan memberi hormat. Wajahnya penuh penyesalan dan kesedihan yang mendalam.
Yang Ru Yi mendekat dan berteriak kepada Jenderal Yang.
"Ayah, kenapa wanita jalang itu di biarkan pergi begitu saja?" ucap Yang Ru Yi dengan nada kesal.
Jenderal Yang berdiri, dia melayangkan tangan nya ke wajah Yang Ru Yi.
"Plakkk!"
Yang Ru Yi memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan dari tangan kasar ayahnya, baru sekali ini Jenderal Yang menampar purri kesayangan nya itu.
"Memang benar apa yang di katakan oleh pemuda itu, kau terlalu sombong dan angkuh karena ayah memanjakan mu! Mulai sekarang, kau harus ikut kelas sopan santun di Istana." ucap Jenderal Yang dengan wajah murka.
__ADS_1
"Aku benci pada ayah!" bentak Yang Ru Yi.
Jenderal Yang tidak menghiraukannya, dia kembali ke kediaman Yang dan membuka sebuah lukisan yang tersimpan di balik lemari.
Lukisan itu adalah lukisan seorang gadis muda yang berparas cantik, gadis muda yang sangat mirip dengan wajah Se Se. Jenderal Yang menyentuh wajah gadis di dalam lukisan itu.
"Aku sangat menyesali nya, andai waktu bisa kembali, aku tidak akan melepaskan mu walaupun harus kehilangan nama marga keluarga Yang." batin Jenderal Yang.
Sementara itu Se Se dan Raja Wei yang berada di dalam kereta hanya duduk termenung memikirkan ucapan dari Jenderal Yang.
"Yun Xiao Rou, putri dari Yang Mei Li. Kaisar Langit terdahulu adalah kakak kandung Yang Mei Li, itu artinya aku dan Thien Si Rui memiliki hubungan keluarga?" batin Se Se.
"Saudara perempuan Kaisar Thien sudah meninggal puluhan tahun lalu, dia menikah dengan keluarga Yun yang berkhianat hingga dijatuhi hukuman mati tiga generasi. Lalu kenapa nyawa Yun Xiao Rou dibiarkan hidup?" batin Raja Wei.
Raja Wei mengarahkan pandangan matanya ke arah Se Se, dia mengelus pucuk kepala istrinya sambil bertanya, "Apa yang sedang kamu pikirkan?"
"Aku memikirkan siapa diri ku sebenarnya? Untuk apa aku dibawa ke tempat ini?" jawab Se Se.
"Tentu saja untuk menjadi Permaisuri ku." jawab Raja Wei sambil mengangkat tubuh Se Se dan mendudukkan di atas pangkuannya.
Raja Wei tidak memperdulikan ucapannya, dia memeluk tubuh Se Se dan mulai mencium bibir nya.
"Uhmm..."
Tangan nakal Raja Wei menyelinap dibalik kain penutup dan menelusuri tubuh mulus istrinya.
"Xuan, aku merasa tidak nyaman." keluh Se Se dengan wajah kesal.
"Aku tidak bisa menahan nya lagi, sudah terlalu lama aku kesepian tanpa mu." ucap Raja Wei dengan wajah memelas.
Se Se menghela napas panjang kemudian berkata, "Ka... Kalau begitu pelan-pelan dan hanya boleh satu kali saja."
Raja Wei tersenyum senang karena sudah di beri izin, dia mulai menggerayangi tubuh istrinya tanpa melewatkan kesempatan yang sudah di dapat.
__ADS_1
Yu yang mendengar percakapan mereka menjadi malu, wajahnya memerah memikirkan pergulatan yang tengah terjadi di dalam kereta yang di kawalnya.
"Cukup, pinggang ku sakit!" keluh Se Se.
"Sekali lagi, aku berjanji kali ini yang terakhir." ucap Raja Wei.
"Xuan brengsek!" maki Se Se dengan wajah lelah dan napas memburu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Han Ze Xing mengunjungi Selir Fei, dia membawa sebotol racun serta sebuah kain putih panjang.
"Ini adalah kebaikan terakhir yang bisa kuberikan untuk mu!" ucap Han Ze Xing.
"Hahaha... kebaikan? Membunuh orang juga bisa di sebut kebaikan?" jawab Selir Fei.
"Jika kau tidak menginginkannya, besok ayah Kaisar akan menghukum mu di depan umum. Kau akan di penggal dan mayat mu akan di gantung di depan gerbang kota. Tentukan sendiri pilihan mu!" ucap Han Ze Xing.
"Tidak mungkin, kau berbohong. Yang Mulia tidak mungkin menghukum ku dengan kejam seperti itu!" ucap Selir Fei dengan nada histeris.
"Terserah kau saja, aku sudah menyampaikan hal yang ingin ku katakan. Aku akan meninggalkan barang ini di sini, mau di gunakan atau di buang, itu pilihan mu!" ucap Han Ze Xing.
Han Ze Xing berjalan keluar dari ruangan, air mata mengalir dari kedua sudut matanya. Meskipun Selir Fei banyak melakukan kesalahan, dia pernah menganggap wanita itu sebagai Ibu nya sendiri. Hati Han Ze Xing tetap merasa sedih dan sakit mengetahui wanita itu akan segera dihukum mati.
Selir Fei menatap botol racun dan kain putih yang terletak di atas meja, dia berjalan mendekat ke arah meja kemudian mengambil botol racun itu.
"Seumur hidup aku mencintai nya, seumur hidup aku berjuang untuk mendapatkan cintanya. Setelah aku mendapatkan cintanya, aku lupa dengan tujuan awal ku. Aku semakin terobsesi dan menginginkan tahta yang lebih tinggi. Tidak, aku menginginkan posisi sebagai Ratu di Kerajaan ini. Karena keserakahan itu, aku telah kehilangan segalanya." ucap Selir Fei sebelum menegak racun di dalam botol.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖