The Princess Story

The Princess Story
Ep 169. Pertanyaan untuk Thien Si Rui


__ADS_3

"Apakah anda berencana untuk melindungi nya seumur hidup? Kenapa anda mengajak gadis itu kembali ke Kerajaan Langit? Itu terdengar seperti anda sedang melamarnya." ucap Se Se.


"Ya, saya akan melindungi nya selama dia membutuhkan saya." jawab Thien Si Rui.


"Apakah anda tidak berencana menikahi nya?" tanya Se Se.


"Saya tidak memikirkan sejauh itu, dia juga memiliki orang yang dia cintai. Kami hanya saling menghibur satu sama lain tanpa perasaan apapun." jawab Thien Si Rui.


"Bagaimana jika perlindungan dari anda membuat Putri Yuan Cin Cu menyukai anda nanti nya?" tanya Se Se.


"Saya tidak pernah memikirkan hal itu." jawab Thien Si Rui.


"Jika anda tidak bisa memberi nya posisi sebagai Ratu, jangan bersikap terlalu baik pada nya. Itu akan membuat hatinya semakin terluka." ucap Se Se.


"Terima kasih atas nasehat dari Permaisuri, saya akan lebih berhati-hati ke depan nya." jawab Thien Si Rui.


"Anda pria yang sangat baik, semoga anda menemukan wanita yang baik untuk menjadi Ratu dan hidup bahagia selamanya." ucap Se Se.


"Sepertinya akan sulit menemukan wanita baik seperti mu, andai saja aku bisa menjadikan mu sebagai istri, aku pasti akan sangat bahagia meskipun harus melepaskan tahta Kaisar ini." batin Thien Si Rui.


"Apa yang sedang anda pikirkan sekarang? Anda terlihat memiliki banyak pikiran Yang Mulia." ucap Se Se.


"Saya hanya memikirkan seorang wanita baik yang sangat saya cintai, tapi sayangnya saat ini dia sudah menjadi milik pria lain." jawab Thien Si Rui.


"Kelihatan nya anda sangat mencintai wanita itu." ucap Se Se.


"Ya, saya rela menukar wanita itu dengan tahta Kaisar Langit. Saya hanya membutuhkan wanita itu saja." jawab Thien Si Rui.


Se Se tersenyum mendengar pengakuan dari Thien Si Rui.


"Yang Mulia, wanita itu pasti sangat beruntung karena memiliki cinta anda yang begitu besar." ucap Se Se.


"Sayang sekali dia tidak mengetahui perasaan ku untuk nya." jawab Thien Si Rui.


"Anda pasti akan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari wanita itu, karena Yang Mulia adalah pria yang sangat baik dan tulus." ucap Se Se.


"Semoga saja begitu." jawab Thien Si Rui.

__ADS_1


"Apakah masih ada hal yang mengganggu pikiran Yang Mulia? Jika tidak ada hal lain, saya harap anda bisa beristirahat dengan nyenyak malam ini. Saya ingin secepatnya kembali ke Kerajaan Han, oleh sebab itu kita harus berangkat lebih awal di pagi hari agar lebih cepat tiba di Kerajaan Langit." ucap Se Se.


"Maaf karena saya membuat Permaisuri meninggalkan Kediaman Han Ze Xuan." ucap Thien Si Rui.


"Tidak apa-apa, ada hal yang ingin saya ketahui juga tentang masa lalu ibu saya." jawab Se Se.


"Kembali lah ke kamar, kita akan berangkat di pagi hari. Semoga istirahat anda nyenyak." ucap Thien Si Rui.


Se Se berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan ke arah kamar setelah mengucapkan "Selamat malam" kepada Thien Si Rui.


"Aku berharap hari hari seperti ini akan terus berlanjut." batin Thien Si Rui.


Thien Si Rui duduk di sana hingga pagi hari tanpa menutup mata nya, dia terus terjaga hingga matahari terbit.


Mereka melanjutkan perjalanan setelah selesai sarapan, beberapa pengawal yang masih lelah berjalan dengan langkah malas malasan.


"Sepertinya kita terlalu memaksakan para pengawal itu." ucap Se Se.


"Kita akan istirahat di restoran saat siang hari nanti, mereka bisa mengisi tenaga di sana." jawab Thien Si Rui.


Thien Si Rui menatap Putri Yuan Cin Cu yang duduk melamun tanpa berkata sepatah kata pun sejak pagi hari, dia merasa iba terhadap gadis itu.


"Saya baik baik saja, maaf membuat anda khawatir Yang Mulia." jawab Putri Yuan Cin Cu.


Se Se menggenggam telapak tangan Putri Yuan Cin Cu, "Jangan terlalu memikirkan hal yang telah berlalu, masa depan anda yang masih panjang lebih penting dari pada masa lalu." ucap Se Se.


"Terima kasih Permaisuri, anda benar-benar wanita yang sangat baik hati." ucap Putri Yuan Cin Cu.


"Saya bukan orang baik seperti yang anda pikirkan, jangan terlalu meninggikan diri saya." jawab Se Se.


"Tidak, anda adalah wanita paling baik yang pernah saya temui. Bagaimana mungkin seorang wanita yang rela menolong orang lain dengan mempertaruhkan nyawanya bukan orang baik? Jika wanita seperti Permaisuri tidak di anggap baik, maka di dunia ini, tidak ada lagi orang yang bisa di sebut baik hati." ucap Putri Yuan Cin Cu.


"Ehemm... Ehemm... Tolong hentikan topik ini. Saya merasa tidak nyaman." ucap Se Se.


"Hahaha..."


Putri Yuan Cin Cu dan Thien Si Rui menertawakan wajah malu Se Se.

__ADS_1


"Akhirnya dia kembali tertawa lagi seperti biasanya." batin Se Se.


Setelah melewati satu hari satu malam, rombongan Thien Si Rui akhirnya tiba di Kerajaan Langit.


Thien Si Rui memerintahkan pelayan untuk menyiapkan dua kamar untuk tamu nya. Se Se meminta kamar yang bersebelahan dengan Putri Yuan Cin Cu, namun Thien Si Rui bersikeras memberikan kamar Ratu untuk Se Se.


Se Se menulis surat untuk Raja Wei, beberapa hari ini mereka tidak pernah mengirimkan kabar.


"Liu, tolong kirimkan surat ini untuk Xuan. Dia pasti khawatir jika kita tidak memberi kabar kepadanya." ucap Se Se.


"Baik Permaisuri." jawab Ti Liu.


Ti Liu memerintahkan salah satu Pasukan Elang untuk mengirimkan surat kepada Raja Wei, sementara pasukan lain nya tetap berjaga di sekitar kamar Se Se.


"Liu, istirahat lah. Di dalam istana ini tidak akan ada orang yang mencelakai ku. Kalian semua juga pasti sudah lelah." ucap Se Se.


Liu menatap anggota pasukan Elang yang saat ini berwajah lelah dan lesu. Beberapa hari ini mereka memang kelelahan karena tidak beristirahat dengan baik.


Thien Si Rui memerintahkan beberapa pengawal terbaik di Istana untuk menjaga kamar Se Se, Ti Liu merasa yakin dengan keamanan di Istana Langit karena dia mengetahui kemampuan beberapa pengawal yang saat ini bertugas menjaga Permaisuri.


"Baik Permaisuri, kami akan kembali berjaga di malam hari." ucap Ti Liu.


Ti Liu memerintahkan semua Pasukan Elang untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan oleh Thien Si Rui untuk mereka. Wajah para pasukan langsung ceria begitu mendengar perintah dari Ti Liu.


"Terima kasih telah melindungi ku dengan baik." batin Se Se.


Se Se menemui Thien Si Rui untuk menanyakan hal tentang pintu rahasia yang harus dia buka untuk Thien Si Rui.


"Karena Permaisuri sangat terburu-buru, saya akan membawa anda ke sana sekarang." ucap Thien Si Rui.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2