
Aku sangat ketakutan, aku takut kakak akan berpisah denganku untuk selamanya. Karena itu, aku menemui seorang dewa yang bisa mengubah takdir kakak. Tapi dewa itu berkata jika takdir kakak tidak dapat diubah, kecuali seseorang menggantikan dirinya untuk menjalani takdir itu.
Aku memilih untuk menjalani takdir kakak, aku memohon kepada dewa itu untuk mengganti takdir kami berdua. Demi kakak, akan kulakukan apapun untuk mencegah kematiannya.
Awalnya aku berpikir jika pilihanku itu adalah yang terbaik. Tapi setelah aku bertemu lagi dengan kakak, aku menyadari satu hal. Kakak terlihat lebih menderita dari pada aku yang melupakan segalanya. Aku meninggalkan kakak sendirian karena ke-egoisanku, karena aku tidak ingin ditinggalkan jadi aku memilih untuk meninggalkannya.
Setelah ribuan tahun berlalu, aku terlahir kembali sebagai seorang manusia. Saat kakak melihat ku, kakak langsung menyadari jika aku adalah adiknya. Selama ini, dia pasti sangat menderita karena terus menunggu ku."
Raja Wei hanya diam mendengarkan semua cerita Ye Yuan yang terkesan seperti halusinasi dari seorang pria yang kesepian. Awalnya dia memang beranggapan seperti itu, namun lambat laun dia menyadari jika kakak yang dimaksud dalam cerita Ye Yuan adalah Huo Feng.
"Apa yang akan kamu lakukan jika kakakmu itu ingin membawamu pergi dari sini?" tanya Raja Wei.
"Aku tidak tau." jawab Ye Yuan.
"Keluarga lama dan keluarga baru, manapun yang dia pilih, pasti akan menjadi pilihan yang sulit baginya." benak Raja Wei.
"Yang Mulia!" panggil Ye Yuan.
Raja Wei menoleh ke arah Ye Yuan, "Ya?" jawabnya singkat.
"Jika anda mendapat pilihan yang sama, mana yang akan anda pilih?" tanya Ye Yuan.
Raja Wei tersenyum, dia kemudian menjawab, "Aku tentu saja akan memilih keduanya."
"Sesuai prediksi, Yang Mulia memang sangat bijaksana." ucap Ye Yuan yang ikut tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Se Se berada di kamar, dia menatap botol yang berisi air liur Huo Feng sambil memikirkan cara yang efektif untuk menggunakan obat ajaib itu.
"Jika aku mengoleskannya ke kulit luar, luka yang ada di kulit itu sembuh dengan cepat. Apakah cara ini bisa berhasil untuk luka dalam? Tulang dan syaraf Liu yang cedera, apakah bisa berhasil di obati dengan air liur Huo Feng?" ucap Se Se dalam pikirannya.
Se Se mengambil sebuah jarum suntik yang paling kecil, dia mengambil sedikit air liur Huo Feng dan menyuntikkan cairan itu ke dalam tubuh Ti Liu.
__ADS_1
Se Se menatap luka di tubuh Ti Liu, dalam hati dia berkata, "Semoga saja cara ini berhasil!"
"Yang Mulia, anda masih saja tidak menyerah!" ucap Ti Liu dalam pikirannya.
Sudah beberapa kali Ti Liu berharap agar Se Se menyerah untuk mengobatinya, meskipun dia ingin sembuh, dia tidak suka melihat wajah kecewa wanita yang dia layani.
Ti Liu mencoba membuka matanya, namun terasa sulit. Dia ingin menggerakkan jarinya, tapi tidak pernah berhasil. Dia merasa semua tulangnya remuk dan tidak bisa ia kendalikan.
Setelah menunggu selama beberapa waktu, Se Se memeriksa luka di bagian yang dia suntik dengan air liur Huo Feng. Senyumnya merekah begitu mengetahui jika luka di bagian tersebut telah pulih sepenuhnya.
"Berhasil! Dengan sebotol obat mujarab ini, Ti Liu akan segera pulih." ucap Se Se, dia merasa lega karena akhirnya bisa menyembuhkan Ti Liu.
Pengobatan yang sesungguhnya pun di mulai, kali ini dia menyuntik di setiap titik yang mendapat luka parah. Meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, luka-luka di tubuh Ti Liu membaik semua.
"Liu, aku senang kamu akan segera sembuh. Dengan begitu, rasa bersalahku akan sedikit berkurang. Maafkan aku karena membuatmu menunggu begitu lama. Aku selalu merasa ilmu pengobatanku sudah cukup untuk membantu orang lain, namun kali ini aku menyadari jika ternyata aku salah.
"Jika bukan karena adanya Huo Feng, mungkin sulit bagiku untuk menyembuhkan semua lukamu. Aku tidak akan membiarkan kamu ataupun pengawal yang lain terluka lagi. Aku akan membunuh mereka semua yang berniat menyentuh keluarga ku. Mulai sekarang, tidak ada lagi Se Se yang lemah dan baik hati. Tidak akan ada lagi kata maaf untuk mereka yang menjahati kita."
"Ternyata ini sebabnya dia meminta air liurku! Dasar majikan licik!" ucap Huo Feng sambil tersenyum.
Keesokan harinya Max datang menemui Se Se di kediaman Raja Wei, dia memberikan daftar orang-orang yang terlibat dalam rencana untuk mengakhiri kekuasaan Raja Wei di negara Han.
"Kerja bagus Max, ini hadiah untukmu!" ucap Se Se sambil menunjuk peti kayu yang berisi emas.
"Yang Mulia, saya tidak memerlukan hadiah ini." ucap Max.
"Ambil saja hadiah itu, sudah seharusnya aku memberikan bayaran untuk kerja kerasmu ini." ucap Se Se memaksa.
"Tapi... "
"Tidak ada tapi-tapi. Ambil saja hadiah itu dan bagikan kepada mereka yang telah bekerja keras untuk mendapatkan informasi ini."
Karena tidak ada lagi alasan untuk menolak, Max terpaksa menerima pemberian dari Se Se.
__ADS_1
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Max sambil memberi hormat.
"Max! Tugasmu selanjutnya adalah mengumpulkan data-data para budak yang diperjual belikan secara ilegal. Aku ingin mendapatkan informasi lengkap tanpa ada satu pun nama yang tertinggal." perintah Se Se dengan wajah serius.
"Baik Yang Mulia. Akan saya kumpulkan secepat mungkin!" jawab Max.
Se Se menatap ke arah pintu, dia kemudian memberi perintah kepada pria di depannya, "Pergilah dari pintu belakang. Jangan sampai ada orang yang mengetahui kedatanganmu ke tempat ini!"
Max kembali memberi hormat sebelum dia pergi dari ruangan itu.
Se Se mengambil daftar buku yang diberikan oleh Max tadi, dia membaca satu persatu nama yang tertera di sana. Wajah lembut yang biasanya selalu tersenyum kini berubah drastis.
Malaikat yang berubah menjadi dewa kematian, seperti itulah kira-kira jika di lukiskan dengan kata-kata.
"Aku akan menghancurkan mereka semua!" batin Se Se.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huo Feng mengintip Han Ze Xia dari atas pohon, bocah kecil itu sedang belajar bahan-bahan racun di taman bersama Han Ze Xin.
"Kak, apa benar ini ulat yang bisa membuat kulit melepuh?" tanya Han Ze Xia sambil menjepit seekor ulat berbulu dengan sumpit.
"Benar, jadi Xia jangan pernah memegang ulat itu dengan tangan kosong." jawab Han Ze Xin.
"Kak, apakah aku boleh menggoreng ulat ini?" tanya Han Ze Xia dengan wajah polos yang tak berdosa.
Huo Feng tertawa geli mendengar pertanyaan dari bocah itu, suara tawanya terdengar oleh Han Ze Xin.
"Siapa di sana?" tanya Han Ze Xin sambil mendongakkan kepalanya menatap ke atas pohon.
"Wah, manusia burung yang bodoh dan idiot!" ucap Han Ze Xia begitu melihat wajah Huo Feng di atas sana.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1