The Princess Story

The Princess Story
Ep 112. Kekasih lama


__ADS_3

Se Se melempar tusuk rambut tepat di leher Zhao Su Mo. Pria itu menjerit kesakitan sambil memegang leher nya. Ketegangan para delegasi yang khawatir pada Permaisuri berakhir seketika.


Se Se telah berlatih selama bertahun-tahun untuk mendengar gerakan musuh di dalam ruangan gelap. Kemampuan yang di miliki nya dari kehidupan masa lalu tidak berkurang sedikit pun. Dengan gampang dia menargetkan tusuk rambut tepat di lokasi mematikan musuhnya.


Pangeran dari berbagai negara mulai mencemooh perbuatan keji Zhao Su Mo yang curang dalam pertandingan. Banyak dari mereka yang mengharapkan kematian dari pria itu.


Raja Wei memeluk tubuh Se Se yang sedikit gemetar karena menahan rasa perih di mata nya. Dia memapah tubuh istrinya ke tempat duduk dan menyuruh kasim untuk memanggil Tabib Istana.


Tabib memeriksa mata Permaisuri, wajah tabib berubah cemas ketika mengetahui bubuk apa yang di lempar oleh Zhao Su Mo ke mata gadis itu.


"Apa yang terjadi pada mata Permaisuri?" tanya Han Ze Xing.


"Yang Mulia, bubuk ini adalah bubuk beracun dari bunga langka yang hanya tumbuh di daerah dingin. Begitu racun ini masuk ke tubuh seseorang, orang itu akan meninggal dalam 7 hari setelah menderita rasa sakit yang luar biasa." jawab Tabib.


"Apakah ada penawar untuk racun ini?" tanya Raja Wei dengan nada panik.


Tabib menggeleng, "Racun ini sangat langka sehingga keberadaannya juga sangat sedikit diketahui. Belum pernah ada yang membuat penawar untuk racun ini karena sulit di temukan." jelas Tabib.


Banyak orang di sana menjadi cemas, mereka menatap Se Se dengan wajah iba. Wanita cantik yang tadinya sehat-sehat saja kini harus menderita menunggu ajalnya dalam 7 hari.


Namun ada empat orang yang merasa bahagia atas penderitaan Permaisuri Raja Wei, mereka adalah Selir Ying, Selir Fei, Han Ze Liang dan yang terakhir, siapa lagi kalau bukan Li Siang si wanita berdada melon.


Zhao Su Mo masih tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Raja Wei dan Han Ze Xing menatap pria itu dengan tatapan mematikan. Jika tatapan bisa membunuh orang, maka Zhao Su Mo sudah mati mengenaskan dibuat mereka.


Seorang pemuda mendekati Zhao Su Mo, dia menarik keluar tusuk rambut yang ada di leher pria itu. Darah memuncrat keluar dari lubang yang ada di lehernya, tidak lama kemudian pria itu mati dengan mata yang masih terbuka.


Putra Mahkota dari Kerajaan Yuan, Yuan Yi Zhun membersihkan sisa darah di tusuk rambut yang baru saja di tariknya dari leher Zhao Su Mo. Dia mendekat ke arah Se Se dan memakaikan kembali tusuk rambut itu.


Yuan Yi Zhun mengeluarkan sebutir pil dari sebuah kantong kecil yang tergantung di pinggangnya.


"Obat ini akan membantu anda menghilangkan racun dalam tubuh." ucap Yuan Yi Zhun kemudian memasukkan pil itu ke dalam mulut Se Se.


Tabib menatapnya dengan takjub. Pil dewa, itulah nama obat yang baru saja diberikan Yuan Yi Zhun kepada Permaisuri.


Pil dewa hanya ada 3 butir, 2 di antara nya sudah hilang tanpa di ketahui jejaknya dan yang terakhir ada di tangan Yuan Yi Zhun. Namun pria itu memberikan pil dewa kepada Permaisuri begitu saja seperti menganggap pil itu tidak berharga. Tabib merasa heran dengan kebaikan Yuan Yi Zhun terhadap Permaisuri Raja Wei.

__ADS_1


"Maafkan atas ketidak-sopanan hamba, apakah benar obat itu adalah pil dewa?" tanya Tabib dengan wajah penasaran.


"Ya, itu adalah pil dewa yang bisa menyembuhkan segala jenis racun di dunia ini." jawab Yuan Yi Zhun.


"Wow... pil dewa! Bukankah itu obat yang hanya ada tiga butir di dunia?"


"Banyak orang berpikir pil dewa hanya sekedar rumor belaka. Tidak di sangka pil dewa bisa muncul di tempat ini."


"Siapa pria itu?"


"Sepertinya dia berasal dari Kerajaan Yuan."


"Kenapa dia memberikan pil itu dengan mudahnya kepada Permaisuri Raja Wei?"


Orang-orang kembali bergosip. Sebagian dari mereka berasumsi bahwa Yuan Yi Zhun menyukai Permaisuri yang cantik itu sehingga rela memberikan pil dewa kepadanya secara cuma-cuma.


"Benarkah pil dewa mempunyai khasiat seperti itu? Sayang sekali dia memberikan nya padaku, padahal racun ini akan sembuh sendiri dalam dua hari tanpa perlu diobati." batin Se Se.


Semua orang sibuk membahas pil dewa, sementara Li Siang mulai kesal melihat Yuan Yi Zhun memberikan pil dewa untuk menyelamatkan nyawa Se Se.


"Kenapa gadis jalang itu selalu beruntung? Menyebalkan sekali!" batin Li Siang.


"Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabar mu gadis kecil?" ucap Yuan Yi Zhun dengan senyuman di wajahnya.


"Maaf, apakah anda mengenal saya?" tanya Se Se dengan wajah bingung.


"Tentu saja, kita sudah saling mengenal sejak bayi." jawab Yuan Yi Zhun.


"Apa maksud anda? Saya tidak ingat pernah mengenal pria hebat seperti anda." jawab Se Se dengan nada datar.


"Kamu tidak perlu mengingatku, cukup aku saja yang mengingat mu, Huang Se Se." jawab Yuan Yi Zhun dengan suara menggoda.


Raja Wei mulai terbakar api cemburu, dia merasa khawatir melihat pria tampan sedang menggoda istrinya.


Perjamuan itu berakhir dengan kematian Zhao Su Mo, Li Siang melaporkan hal ini kepada mata-mata yang bertugas di Negara Han.

__ADS_1


Dalam waktu sehari kabar kematian Zhao Su Mo yang di bunuh oleh Permaisuri Raja Wei telah tersebar luas. Beberapa orang menganggap Permaisuri dan Raja Wei sama kejam nya.


Jika saja mereka tahu bahwa Permaisuri lebih kejam ribuan kali dari Raja Wei, pastinya mereka tidak akan berani sembarangan bergosip tentang Permaisuri.


KEDIAMAN RAJA WEI


Yuan Yi Zhun mengunjungi Se Se sebelum kembali ke Kerajaan Yuan, dia datang kesana dengan membawa banyak mainan untuk anak-anak.


Se Se menyambut tamu nya dengan ramah, bagaimana pun pria itu telah memberikan pil dewa yang berharga untuknya.


Mereka duduk di taman bunga bersama Ling Er dan kedua bayi kembar. Yuan Yi Zhun menggendong Xia Xia dan sesekali mengecup pipi bakpao nya.


Raja Wei melihat mereka dari jauh, timbul perasaan cemburu di hatinya ketika melihat kedekatan Yuan Yi Zhun dengan istri dan anaknya.


Se Se tersenyum dengan bahagia, melihat bayi Xia Xia dan Xin Xin tertawa hingga bersuara. Yuan Yi Zhun sangat ahli membuat bayi tersenyum dan tertawa, sepertinya dia sering bermain bersama anak-anak.


Se Se membawa bayi-bayinya ke kamar setelah mereka tertidur, Yuan Yi Zhun ikut masuk ke dalam kamar.


"Apakah kamu masih belum mengingat ku?" tanya Yuan Yi Zhun.


Se Se menatap wajah Yuan Yi Zhun dan mencoba berpikir keras, "Siapa pria ini? Apakah Huang Se Se yang asli mengenalnya? Tapi aku tidak mempunyai ingatan lengkap Huang Se Se yang asli. Bagaimana aku harus menjawab pria ini?"


Yuan Yi Zhun menghela napas panjang, dia menatap Huang Se Se dengan mata kecewa.


"Kita sudah menjalin hubungan selama 2 tahun saat di negara Yuan. Namun sekarang kamu bahkan tidak mengenali ku." ucap Yuan Yi Zhun.


Raja Wei mendengarkan semua percakapan mereka dari balik pintu.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Siapakah Yuan Yi Zhun? Apakah benar dia kekasih lama Huang Se Se asli? atau dia hanya mencoba menggoda Huang Se Se?


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2