The Princess Story

The Princess Story
Teriakan


__ADS_3

"Kyaaaaaaaaaaaaaa!"


Pelayan berteriak keras karena terkejut menyaksikan mayat-mayat yang terlihat mengerikan di dalam ruangan. Orang-orang yang mendengar teriakan itu segera bergegas menuju ke tempat asal suara.


"Kyaaaaaaaaaa!"


"Kyaaaaaaaaaa!"


"Kyaaaaaaaaaa!"


Teriakan demi teriakan pun terdengar beruntun keluar dari mulut para pelayan yang menghampiri tempat kejadian. Istana mulai heboh, di mulai dari mayat Kaisar lalu penemuan Han Ze Xing yang di kurung bersama istrinya dan kini kasus yang lebih mengerikan pula.


Perdana Menteri Huang memerintahkan mereka untuk mengumpulkan potongan mayat di dalam lalu kirimkan ke rumah mereka masing-masing. Beberapa pelayan wanita terlihat sangat ketakutan dan tidak berani mendekat. Perdana Menteri Huang menyadari ketakutan mereka, akhirnya dia menyerahkan tugas menyeramkan itu kepada para kasim.


Ratusan Kasim diperintahkan untuk membersihkan ruang pertemuan itu. Mayat-mayat di kumpulkan dan dikirim dengan menggunakan kereta barang segera bergantian. Darah-darah yang menempel di lantai dibersihkan oleh Kasim yang lebih muda dan masih kecil karena mereka tidak kuat mengangkat tubuh mayat.


"Entah bagaimana keadaan Se Se sekarang? Aku harap dia baik baik saja!" batin Perdana Menteri Huang.

__ADS_1


Perdana Menteri Huang ingin segera menemui putrinya, namun dia juga tidak bisa meninggalkan istana yang masih dalam keadaan kacau tanpa seorang pemimpin.


"Pada akhirnya, aku masih tetap menjadi seorang ayah yang tidak berguna! Di saat putriku kesulitan, aku lebih memilih untuk berada di istana ini." pikir Perdana Menteri Huang yang menyalahkan diri karena tidak berada di sisi putrinya.


Hari menjelang pagi, Perdana Menteri Huang masih sibuk mengurus istana yang tidak berpemilik saat ini. Han Ze Xing dan Zhou Yi Thing masih tertidur lelap berkat obat yang diberikan Tabib istana.


"Di mana stempel Kerajaan di sembunyikan?" batin Perdana Menteri Huang.


Perdana Menteri Huang membutuhkan stempel itu untuk mengesahkan posisi Han Ze Xing sebagai Kaisar yang baru, semalaman dia mencari stempel itu namun belum di temukan.


Jika kekaisaran kehilangan seorang pemimpin, orang-orang akan mulai merebut wilayah kekuasaan yang di anggap tidak berpemilik. Itu sebabnya Perdana Menteri Huang mencari keberadaan stempel dengan sangat gelisah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Se Se membuka matanya, perlahan pandangan yang kabur itu menjadi jelas dan terang. "Xuan!" ucapnya ketika melihat Raja Wei di samping tempat tidur. Dia membelai wajah Raja Wei yang berada tepat di sampingnya.


"Dia pasti sangat lelah setelah menjagaku semalaman!" batin Se Se.

__ADS_1


Perlahan, Se Se menaikkan tubuhnya ke posisi duduk. Raja Wei merasakan gerakan dari gadis kecilnya itu, dia terbangun dan segera membuka mata.


"Maaf aku membuatmu terbangun!" ucap Se Se begitu melihat mata suaminya terbuka.


Tanpa berkata-kata, Raja Wei segera memeluk istrinya dengan erat. "Terima kasih! Terima kasih sudah kembali ke sisiku!" ucapnya dengan suara yang sedikit gemetaran.


"Xuan, ada apa? Kenapa kamu ketakutan?" tanya Se Se yang tidak mengerti apa yang telah terjadi kepada dirinya semalaman ini.


Raja Wei melepas pelukannya, dia lalu menatap wajah Se Se. "Lain kali... Tidak! Tidak ada lain kali! Jangan pernah lagi menggunakan kekuatan mu untuk menyelamatkan nyawa orang mati!" ucap pria itu dengan nada memerintah.


"Apa? Menyelamatkan nyawa orang mati?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.


Raja Wei turut penasaran, dia merasa aneh melihat ekspresi istrinya yang terlihat baik baik saja, seperti tidak mengingat kejadian besar yang baru saja dia alami.


"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Se Se dengan rasa penasaran.


"Kau baik baik saja?" tanya Raja Wei dengan ekspresi wajah cemas.

__ADS_1


"Memangnya aku kenapa?" tanya Se Se yang dengan wajah yang kebingungan.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2