
Selir Zhou Yi Mei menuntun Han Ze Yun ke atas tempat tidur, karena pengaruh obat, pria itu tidak menyadari apa yang di lakukan nya.
Selir Zhou Yi Mei mencium bibir Han Ze Yun dan menyentuh pusaka nya yang mulai terbangun. Zhong yang tengah menyaksikan perbuatan terlarang mereka akhirnya memutuskan untuk melaporkan hal ini kepada Han Ze Xing.
"Kenapa Han Ze Yun bisa ada di sana?" tanya Han Ze Xing dengan nada cemas.
"Selir Zhou berpura-pura terkilir, Pangeran ke 3 hanya membantu Selir Zhou kembali ke kamar. Tapi setelah itu, Pangeran ke 3 makan camilan dan minum teh yang berada di atas meja. Di dalam teh dan camilan telah di tambahkan obat perangsang oleh Selir Zhou." lapor Zhong.
"Apa yang harus kita lakukan? Han Ze Yun akan terkena sial jika berhubungan dengan wanita licik itu." ucap Han Ze Xing dengan wajah cemas.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi Yang Mulia, Pangeran ke 3 telah masuk perangkap Selir Zhou sejak menolongnya tadi." jawab Zhong.
Han Ze Xing memegang keningnya, dia merasa sakit kepala memikirkan nasib Han Ze Yun nanti nya jika rahasia ini terungkap.
Meskipun Han Ze Yun adalah Putra dari Selir Ying, dia tidak pernah melakukan hal buruk terhadap Han Ze Xing. Mereka tidak pernah berselisih sejak masih kecil.
"Awasi saja kedua wanita itu, jangan sampai mereka mencelakai Pangeran lain." perintah Han Ze Xing.
"Baik Yang Mulia." jawab Zhong.
Setelah Zhong keluar, Han Ze Xing menulis surat kepada Raja Wei.
"Paman, wanita itu menjebak Han Ze Yun di kamar nya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk membantu Han Ze Yun agar terlepas dari jeratan wanita itu. Bisakah Paman membantu saya memikirkan cara untuk menolong Han Ze Yun? Saya tidak ingin dia terluka karena wanita licik itu."
Han Ze Xing meminta salah satu pengawal setia nya untuk mengirimkan surat itu kepada Raja Wei.
Yu menerima surat itu dan membawa nya ke kamar Raja Wei, setelah membaca surat dari Han Ze Xing, Raja Wei menghela napas panjang karena dia juga tidak memiliki cara untuk menolong keponakan nya itu.
"Ada apa?" tanya Se Se ketika mendengar Raja Wei menghela napas
"Baca lah surat ini!" ucap Raja Wei.
Setelah membaca surat itu, Se Se mengeluarkan sebotol obat dari balik lengan baju nya.
"Berikan ini kepada Putra Mahkota. Minta dia memastikan wanita itu untuk meminum obat ini setiap kali dia telah selesai melakukan hubungan. Wanita itu tidak akan hamil jadi Han Ze Yun tidak akan terikat oleh nya!" ucap Se Se.
"Obat apa ini?" tanya Raja Wei.
"Obat pencegah kehamilan!" jawab Se Se.
Raja Wei menatap wajah istrinya dengan tatapan licik dan nakal, dia mendekat kemudian memeluk tubuh istri nya.
"Sayang, bukan kah kamu bilang tidak ada obat seperti itu?" ucap Raja Wei dengan senyuman nakalnya.
__ADS_1
"I...itu..." Se Se tidak dapat menjelaskan kebohongan nya.
Raja Wei menggendong tubuh Se Se dan membaringkan nya ke atas tempat tidur, "Kamu harus di hukum karena telah berbohong!" ucap Raja Wei.
"Xu... Xuan... Lepaskan aku, aku sangat lelah. Tolong maafkan aku, aku tidak akan berbohong lagi lain kali." ucap Se Se.
"Orang yang bersalah harus di hukum, aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja" ucap Raja Wei kemudian mulai mencium bibir istri nya.
"Uhmmm...!"
Se Se terus meronta dan melawan, dia sudah lelah dengan kenakalan dari Raja Wei seharian ini.
Raja Wei tidak memperdulikan rintihan dari istrinya, dia masih terus mencium bibir gadis itu dengan penuh nafsu.
"Xuan, lepaskan aku!" mohon Se Se dengan wajah memelas.
"Lima kali, aku akan melepaskan mu setelah lima kali membuat ku merasa puas." jawab Raja Wei.
"Tubuhku akan rontok semua jika melanjutkan nya lagi hari ini! Bolehkan di ganti hari lain saja?" ucap Se Se.
"Sepuluh kali jika di hari lain!" ucap Raja Wei.
"Xuan!!!" bentak Se Se dengan wajah kesal.
"Akhh... Sakit!!"
Se Se mulai menangis karena rasa sakit yang dia rasakan, Raja Wei menghentikan perbuatan nya itu.
"Hahh... Apa yang harus ku lakukan pada mu?" tanya Raja Wei sambil mencium kening Se Se.
"Lakukan perlahan, aku kesakitan jika Xuan terburu-buru!" jawab Se Se.
Raja Wei bersemangat kembali ketika mendengar persetujuan dari istrinya, dia mencium bibir dan seluruh bagian tubuh Se Se. Dengan perlahan gadis itu mengarahkan pusaka Raja Wei menuju tempatnya bersarang.
Setelah berkali-kali mencapai puncak kenikmatan, Se Se tertidur lelap di dalam pelukan Raja Wei.
"Terima kasih karena telah menjadi wanita ku!" bisik Raja Wei.
Raja Wei bangkit dari tempat tidur, dia memakaikan kembali pakaian Se Se. Setelah memastikan tubuh istrinya tertutup selimut yang hangat, Raja Wei keluar dari kamar dan menuju ke ruang kerjanya.
"Yu, antarkan obat ini kepada Ze Xing. Katakan kepada nya untuk memastikan wanita itu menelan obat ini setelah melakukan hubungan!" perintah Raja Wei.
"Baik Yang Mulia!" jawab Yu.
__ADS_1
Han Ze Xing yang menunggu surat balasan dari Paman nya segera menyambut Yu. Setelah mendapatkan obat dari Yu, Han Ze Xing memerintahkan seorang pelayan untuk memanggil Selir Zhou Yi Mei.
Selir Zhou Yi Mei dan Han Ze Yun baru saja selesai melakukan perbuatan terlarang. Han Ze Yun yang sudah mulai sadar merasa sangat terkejut saat melihat wanita itu tidur di sampingnya dengan tubuh yang polos tanpa pakaian.
Dengan cepat Han Ze Yun memakai pakaian nya dan keluar dari kamar itu, sementara Selir Zhou Yi Mei yang berpura-pura tidur membuka matanya setelah mendengar suara pintu tertutup.
Selir Zhou Yi Mei mengelus perutnya yang rata, "Sebentar lagi posisi Putri Mahkota akan menjadi milik ku!" batin Selir Zhou Yi Mei.
"Tok Tok Tok!"
Suara ketukan pintu membuat Selir Zhou Yi Mei terkejut, dengan cepat dia memakai pakaian dan merapikan rambutnya.
"Ada apa?" tanya Selir Zhou Yi Mei setelah membuka pintu kamar.
"Yang Mulia Putra Mahkota memanggil anda!" ucap pelayan itu.
Selir Zhou Yi Mei yang tidak mengetahui maksud Han Ze Xing malah merasa senang karena telah di panggil oleh pria itu.
"Tunggu sebentar!" ucap Selir Zhou Yi Mei.
Wanita itu menutup pintu kamar, dia memakai riasan wajah dan menutupi bekas merah di lehernya dengan bedak tebal.
Setelah beberapa saat menunggu, Selir Zhou Yi Mei akhirnya keluar dari kamar dengan dandanan yang mewah. Pelayan mengantarkan Selir Zhou Yi Mei ke kamar Han Ze Xing.
Han Ze Xing menunggu Selir Zhou Yi Mei dengan wajah dingin dan pikiran untuk segera menyingkirkan wanita licik itu. Di tangan nya dia menggenggam sebutir obat yang diberikan oleh Raja Wei.
Selir Zhou Yi Mei masuk tanpa mengetuk pintu, sopan santun wanita itu memang sangat buruk karena selalu di manjakan saat berada di kerajaan Zhou.
"Yang Mulia, ada apa anda memanggil saya? Apakah anda ingin saya melayani Yang Mulia malam ini?" tanya Selir Zhou Yi Mei dengan suara manja.
"Menjijikkan!" gumam Han Ze Xing dengan suara kecil yang nyaris tidak terdengar.
"Kemarilah!" perintah Han Ze Xing.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terima Kasih💖