
Raja Wei segera mendorong tubuh Su Li Ching, tubuh wanita itu terjatuh ke atas tanah. Hati Raja Wei saat ini menjadi gelisah dan cemas karena gadis kecil yang di tunggu nya selama satu tahun ini akhirnya kembali.
Tapi tanpa di duga saat gadis itu kembali, pemandangan pertama yang di lihatnya adalah Raja Wei berpelukan dengan wanita lain.
"Apa yang akan di pikirkan gadis kecil ku? Jika dia salah paham, aku akan kesulitan untuk menjelaskan hal ini. Jika dia marah dan kemudian pergi lagi, aku tidak akan sanggup menunggu nya lebih lama lagi. Aku tidak ingin kehilangan nya. batin Raja Wei.
Tapi tentu saja itu semua hanya pemikiran Raja Wei, gadis kecilnya tidak akan bersikap seperti itu karena dia sangat mempercayai suami nya.
"Xuan... aku sudah kembali." ucap Se Se dengan senyuman di wajahnya.
Raja Wei segera berlari ke arah Se Se dan memeluknya dengan erat.
"Terima kasih sudah kembali, aku sangat merindukan mu." ucap Raja Wei.
"Aku juga merindukan Xuan." jawab Se Se.
Raja Wei mencium bibir Se Se di depan umum, dia tidak perduli lagi dengan rasa malu ataupun image nya di depan para pengawal. Dia hanya ingin melepaskan rasa rindu yang sudah di tahan nya selama ini.
Mereka berciuman sangat lama sebelum akhirnya Su Li Ching berteriak keras karena rasa cemburu.
"Han Ze Xuan!" teriak Su Li Ching dengan suara keras.
Raja Wei berbalik melihat Su Li Ching dengan wajah dingin dan aura yang seolah akan membunuh wanita itu hanya dengan tatapan nya.
"Siapa wanita itu?" tanya Se Se.
"Deg!"
Jantung Raja Wei tiba tiba berdegup keras, dia khawatir karena mendengar pertanyaan dari Se Se.
"Apa yang harus ku katakan? Jika aku salah memilih kata kata maka gadis kecil ku akan salah paham." batin Raja Wei.
Karena tidak ada jawaban dari Raja Wei, Su Li Ching dengan yakin menjawab pertanyaan Se Se.
"Aku adalah calon Permaisuri Han Ze Xuan." ucap Su Li Ching.
"Diam dan tutup mulut mu!" bentak Raja Wei.
"Se Se, itu tidak benar. Dia bukan siapa siapa, jangan mendengar omong kosongnya!" ucap Raja Wei dengan cepat menjelaskan.
"Aku baru tahu jika suami ku ingin memiliki Permaisuri yang lain." ucap Se Se dengan wajah dingin.
Yu dan para anggota Pasukan Elang merasa khawatir melihat adegan saat ini. Terlintas berbagai kemungkinan buruk di dalam pikiran mereka masing masing.
"Bagaimana ini? Apakah Yang Mulia dan Permaisuri akan bertengkar karena wanita gila ini?"
__ADS_1
"Habis sudah Yang Mulia, Permaisuri pasti akan marah besar."
"Seharusnya aku mengusir wanita itu dengan cepat sebelum Permaisuri kembali."
"Wanita gila ini akan menghancurkan hubungan Yang Mulia dan Permaisuri."
Yu menatap Ti Liu yang berdiri di belakang Se Se, dia melambaikan tangan nya memberi perintah kepada Ti Liu untuk mendekat.
Ti Liu melihat kode tangan dari Yu, dia segera berjalan ke arah Yu dan kawanan Pasukan Elang.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Ti Liu.
"Semua ini hanya salah paham." jawab Ti San.
Yu mulai menjelaskan masalah dari awal kepada Ti Liu.
"Yang Mulia menyuruh Ti San untuk mengusir wanita gila itu, tapi wanita itu terlalu sombong dan kasar. Dia bahkan berani menampar pengawal yang menjaga pintu. Ti San juga hampir di tampar oleh wanita itu.
"Kita semua tahu betapa kuat kekuatan Ti San, dia tidak suka seseorang menyentuh wajahnya. Wanita gila itu malah mencoba untuk menampar wajah Ti San."
"Ti San tentu saja melawan, dia mendorong wanita itu dengan sangat kasar. Yang Mulia keluar dari ruangan dan segera menangkap tubuh wanita itu karena dia sedang hamil.
"Yang Mulia hanya ingin menyelamatkan nyawa bayi di dalam perut wanita itu saja. Jika tubuhnya tadi terjatuh ke tanah karena dorongan dari Ti San, mungkin nyawa nya dan bayi di dalam perutnya itu sudah melayang.
"Jadi semua ini hanya salah paham karena kami tiba tepat di saat Yang Mulia menyelamatkan wanita itu?" tanya Ti Liu.
"Aku rasa tidak begitu, Permaisuri bukan wanita yang mudah emosi." jawab Ti Liu.
"Sepertinya kepergian panjang kali ini membuat Liu mengerti sifat Permaisuri kita." ucap Yu.
"Ya, Permaisuri adalah wanita yang sangat baik hati." jawab Ti Liu dengan senyuman lebar.
Semua anggota Pasukan Elang dan Yu menatap Ti Liu dengan wajah terkejut karena baru kali ini teman mereka itu tersenyum.
"Ah, sepertinya perjalanan Liu kali ini sangat menyenangkan. Dia bahkan bisa tersenyum sekarang. Permaisuri kita benar-benar luar biasa, beliau bisa mencairkan wajah dingin Liu yang tidak pernah tersenyum ini." ucap Ti San.
"Sttt...! Jangan berisik!" ucap Yu.
Mereka kembali mengarahkan perhatian ke arah Raja Wei dan Se Se.
Yuan Yi Zhun mendekat ke arah Se Se, dia menatap wajah gadis itu sangat lama sebelum berpamitan.
"Saya harus kembali sekarang, maaf sudah membuat keributan di sini. Saya senang anda sudah kembali Permaisuri." ucap Yuan Yi Zhun.
Yuan Yi Zhun menarik tangan Su Li Ching, dia membawa pergi wanita itu secara paksa.
__ADS_1
Su Li Ching terus meronta dan berusaha melepaskan tangan Yuan Yi Zhun. Dia bahkan menggigit tangan pria itu agar tangan nya di lepaskan.
Su Li Ching berlari menghampiri Se Se dan berkata, "Aku akan merebut posisi mu dan menjadi Permaisuri, saat ini aku sudah hamil bayi dari Han Ze Xuan, kau tidak akan bisa menghalangi ku!"
"Diam kau!" bentak Raja Wei dengan wajah penuh emosi.
Di saat semua orang mengira bahwa Permaisuri akan marah dan meledak akibat perkataan Su Li Ching, gadis itu malah tersenyum dan tertawa.
"Apa yang kau tertawakan?" tanya Su Li Ching dengan wajah kesal.
"Aku menertawakan seorang wanita yang tidak tahu diri. Berani sekali dia berkata kurang ajar di depan ku!" ucap Se Se dengan wajah tersenyum seolah mengejek Su Li Ching.
"Hentikan senyuman mu! Aku berkata serius! Aku sedang hamil bayi dari Han Ze Xuan!" ucap Su Li Ching.
"Plakkk!"
Se Se menampar wajah Su Li Ching dengan sangat kuat, "Berhentilah menyebut nama suami ku, wanita gila!"
"Kau! Berani sekali kau menampar wajah ku!" ucap Su Li Ching sambil melotot ke arah Se Se.
"Lalu kenapa jika aku menampar wajah mu? Apa kau pantas menyebut nama seorang Pangeran dengan mulut kotor mu itu?" ucap Se Se dengan wajah dingin.
"Sepertinya akan seru!" gumam para Pasukan Elang yang tersenyum senang saat melihat Permaisuri mereka menampar wanita gila.
"Aku akan segera menjadi Permaisuri! Kenapa aku tidak boleh menyebut nama suami ku?" bentak Su Li Ching.
"Plakkk!"
Sebuah tamparan lain mendarat lagi di wajah Su Li Ching, kali ini lebih kuat hingga bibir wanita itu berdarah.
"Wanita gila, berhenti menyebut Xuan dengan kata suami! Kau tidak akan pernah bisa menikah dengan nya selama aku masih hidup." ucap Se Se.
"Ah salah, bahkan jika aku mati pun, kau tidak akan pernah menjadi istri nya!" lanjut Se Se sambil tersenyum sinis menatap Su Li Ching.
Su Li Ching memegang pipi nya yang terasa perih dan sakit. Dia merasa sangat marah tapi tidak dapat berbuat apa apa karena posisi Se Se lebih tinggi dari nya.
"Akan ku bunuh wanita jalang ini!" batin Su Li Ching.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖