The Princess Story

The Princess Story
Ep 219. Misi penyelamatan


__ADS_3

Wanita itu hanya tersenyum menatap Cu Ye Lie tanpa berkata kata lagi. Dia duduk bersandar di dinding yang penuh debu dan kotoran sambil menutup matanya.


"Bertahanlah... Aku harus bertahan hingga bantuan itu tiba. Aku tidak ingin mati di tempat ini. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan di luar sana." batin Cu Ye Lie.


Dengan tubuh lelah dan penuh luka, Cu Ye Lie perlahan menurunkan badan kecilnya di sudut ruang penjara. Tanpa berlama lama, Cu Ye Lie yang bersandar di dinding tertidur lelap.


*****


Kediaman Raja Wei


Malam telah sangat larut, namun kedua pasangan yang tengah bergelut di atas ranjang masih belum selesai menuntaskan gairah mereka.


"Xuan... hanya sekali, Xuan selalu bilang hanya sekali tapi ini sudah berkali kali! Saya seharusnya tidak percaya pada ucapan Xuan!" ucap Se Se yang tengah bergerak naik turun di atas tubuh Raja Wei.


Raja Wei hanya tersenyum puas, dia terus mengangkat dan menurunkan pinggul Se Se sambil sekali kali menggigit pelan kedua buah yang bergantungan di depan wajahnya itu.


Setelah selesai memuaskan hasratnya, Raja Wei membawa istrinya ke dalam kolam mandi. Dia membersihkan tubuh Se Se dengan hati hati kemudian membawanya kembali ke kamar dan memakaikan pakaian tidur untuknya.


"Aku akan melepaskanmu hari ini, tapi besok kita akan melanjukan sisanya." bisik Raja Wei di telinga Se Se yang telah tertidur lelap.


Raja Wei keluar dari kamar, dia menyuruh Yu untuk mengumpulkan anggota Pasukan Elang.


"Kita akan pergi ke kediaman Long Au Ping!" ucap Raja Wei.


"Yang Mulia, kita tidak bisa menyinggung Long Au Ping. Saat ini ada dua kekuatan besar di belakangnya." ucap Yu.


"Jika kita tidak boleh menyinggungnya secara terang terangan, maka kita akan membunuhnya diam diam tanpa ada saksi mata." ucap Raja Wei.


"Tapi Yang Mulia, hal ini terlalu beresiko." ucap Yu.


Raja Wei berjalan mendekat kemudian menepuk bahu Yu sambil berkata, "Itu sebabnya kita perlu melakukannya dengan baik, jangan meninggalkan bukti sekecil apapun."


Para Pasukan Elang memakai pakaian gelap dan menutup wajah mereka. Senjata yang di gunakan juga telah di ganti dengan pedang biasa yang umum di jual di toko senjata.


Kediaman Long Au Ping

__ADS_1


"Pranggg!!!


Seorang pelayan menjatuhkan baskom berisi air yang dia bawa di tangannya.


"Tuan... Tuan Besar!!! Teriak pelayan yang baru saja membuka pintu kamar Long Au Ping.


"Pembunuhan! Pembunuhan!!!" teriak pelayan itu lagi dengan suara yang lebih keras.


Para penjaga segera mendatangi kamar Long Au Ping. Mereka membuat kegaduhan karena melihat mayat Long Au Ping yang telanjang dengan posisi terlentang di atas lantai.


Raja Wei dan pasukannya tiba di kediaman Long, mereka masuk tanpa adanya kesulitan karena para penjaga berkumpul di ruang kamar Long Au Ping.


Raja Wei mengawasi keramaian yang terjadi di kediaman Long, "Apa yang terjadi di sini? Kenapa semua penjaga berkumpul di ruangan itu?" batin Raja Wei.


Yu dan pasukan lain mencari ruangan tempat para wanita di kurung, namun mereka bertemu dengan seorang gadis muda berpakaian bangsawan saat hendak membuka ruangan bawah tanah.


Kerusuhan yang terjadi di sana membuat mereka kehilangan fokus dan kurang waspada dengan kondisi sekitar.


Karena terdesak, Yu terpaksa mengamankan gadis muda itu agar dia tidak membuat suara yang akan menarik perhatian para penjaga.


"Saya tidak akan menyakiti nona, tolong diam di sini sebentar saja." ucap Yu sambil menggendong dan memasukkan gadis muda itu ke dalam salah satu penjara.


Gadis itu mengangguk, tidak ada rasa takut yang terlihat di matanya hingga membuat Yu berpikir jika gadis itu mungkin saja sedang merencanakan sesuatu.


"Kenapa anda berada di sini? Apakah anda tau di mana para wanita di sekap?" Tanya Yu.


Gadis itu kembali mengangguk, dia menunjuk ke salah satu pintu di antara 5 pintu yang ada di sana.


Yu memberikan isyarat kepada pasukannya untuk membuka pintu yang di tunjuk oleh si gadis. Betapa terkejutnya mereka saat melihat isi ruangan itu.


Ratusan wanita terkurung di dalam beberapa bilik ruangan kecil yang sudah mirip dengan penjara narapidana. Tubuh para wanita itu bahkan penuh luka dan memar.


"Kami harus cepat mengeluarkan mereka semua, tapi aku tidak yakin bagaimana cara mengeluarkan ratusan wanita ini tanpa ketahuan pemilik rumah." pikir Yu.


Sedang tenggelam dalam pikirannya, tangan Yu di tarik pelan oleh gadis yang di ikat di depannya.

__ADS_1


Yu menoleh menatap si gadis, dia menurunkan badannya sehingga kini dia berlutut di depan si gadis.


"Apakah nona ingin mengatakan sesuatu pada saya?" tanya Yu.


Si gadis mengangguk sambil menunjuk pintu lain yang ada di sana.


Yu menarik keluar sapu tangan yang dia selipkan di mulut si gadis.


"Apa yang ingin nona sampaikan?" tanya Yu.


"Keluarlah dari pintu itu!" ucap gadis muda itu sambil menunjuk ke pintu yang berada di samping pintu penjara.


Yu kembali memberi isyarat kepada pasukannya untuk membuka pintu yang di maksud.


"Ruangan ini sangat gelap, entah ke mana ujung dari ruangan ini!" ucap salah satu pasukan.


"Akhir ruangan itu adalah padang rumput di luar kediaman ini. Jika anda keluar dari sana, maka tidak akan ada penjaga yang mengetahui keberadaan anda. Jika anda ingin menyelamatkan gadis gadis malang di sini, maka pintu itu adalah pilihan terbaik bagi anda untuk menghindari konflik dengan penjaga." ucap gadis sambil menatap mata Yu.


"Aku tidak mengenal gadis ini, tapi entah kenapa aku merasa ucapannya bisa di percaya." batin Yu.


Karena keadaan terdesak dan tidak ada rencana lain yang bisa di pikirkan, Yu akhirnya memutuskan untuk percaya kepada gadis muda bangsawan itu.


Satu persatu pintu penjara di buka oleh Pasukan Elang, mereka mengarahkan para wanita untuk masuk ke pintu ruangan yang di tunjuk oleh gadis bangsawan muda.


Sampai di ruang tempat Cu Ye Lie di kurung, melihat tubuh yang penuh luka dan memar di wajahnya serta bengkak di kedua pipi Cu Ye Lie, Yu meminta satu rekannya untuk menggendong Cu Ye Lie yang terlihat tidak sanggup berjalan sendiri.


"Kemana anda akan membawa kami?" tanya Cu Ye Lie kepada Yu.


"Tentu saja anda harus pulang ke keluarga anda." jawab Yu.


"Tapi saya tidak punya keluarga lagi sejak mereka menjual saya. Kemana saya harus pergi?" tanya Cu Ye Lie dengan wajah penuh kesedihan.


Semua anggota pasukan Elang memandang Cu Ye Lie dengan rasa iba. Sulit rasanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Cu Ye Lie.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2