
Selir Fei menatap Yi Li dengan mata tajamnya, "Tidak di sangka selama ini aku sudah memelihara ular di samping ku!" batin Selir Fei.
"Jawab aku! Apakah benar kamu yang telah membunuh ibu ku?" bentak Han Ze Xing.
"Aku tidak tahu apa yang di katakan oleh pelayan ini, aku tidak pernah membunuh siapa pun." ucap Selir Fei.
"Bohong! Anda yang telah menaruh racun setiap hari di dalam sup dan mengantarkan sup itu untuk Ratu terdahulu. Anda yang sudah membunuh Ratu secara perlahan dengan dalih memasak sup untuk kesehatan Ratu." ucap Yi Li.
"Diam kau!! Budak penghianat, akan ku buat kau menyesali penghianatan mu nanti!" bentak Selir Fei.
Air mata Han Ze Xing mulai menetes, dia tidak dapat menahan kesedihannya lagi.
"Hahaha... Aku benar-benar bodoh, bagaimana bisa aku menganggap pembunuh ibu kandung ku sebagai ibu dan keluarga ku!" ucap Han Ze Xing dengan raut wajah terpukul.
Selir Fei menangis dan berlutut di depan Han Ze Xing, dengan nada memelas dia berkata, "Tidak, itu tidak benar Xing. Aku selalu membuatkan sup obat untuk kesehatan ibu mu. Aku tidak pernah meracuni nya. Aku dan ibu mu adalah teman baik sejak kami kecil, aku tidak mungkin mencelakai nya. Kamu harus percaya pada ku Xing."
"Jangan menyebut diri mu sebagai teman ibu ku! Kau tidak layak!" ucap Han Ze Xing kemudian berbalik dan keluar dari ruangan itu.
Han Ze Xing pergi ke sumur, dia mengingat obat penawar racun yang diberikan oleh Se Se di hari ulang tahun nya.
"Aku tidak tahu apakah obat ini bisa di gunakan untuk satu sumur. Semoga saja obat ini bisa menawar racun langka ini." ucap Han Ze Xing.
"Yang Mulia, obat sekecil itu mana mungkin bisa menawar racun yang sangat banyak di dalam sumur ini." ucap Tabib.
"Kita tidak punya pilihan lain, jika air ini di konsumsi oleh orang-orang istana, maka perang ini akan menjadi kekalahan untuk kita. Setidaknya kita harus mencoba obat dari Permaisuri yang di katakan bisa menawar segala jenis racun." ucap Han Ze Xing.
Han Ze Xing menghancurkan obat dengan telapak tangannya dan memasukkan obat yang sudah hancur itu ke dalam sumur.
Setelah beberapa saat, tabib kembali memeriksa air sumur.
"Yang Mulia, obat dari Permaisuri benar-benar luar biasa. Air di dalam sumur ini tidak lagi beracun." ucap Tabib.
Han Ze Xing lega mendengarnya, sumur itu adalah sumber air utama di istana, jika tercemar oleh racun, bukan hanya pengawal istana tapi juga nyawa Kaisar dan para Pangeran akan terancam. Apalagi di saat genting seperti ini, perang sedang menanti mereka.
"Terima Kasih Permaisuri." batin Han Ze Xing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raja Wei bergerak ke tempat perkemahan musuh di luar kota, Yu menugaskan beberapa pengawal mata-mata untuk mengintai di perkemahan dan melaporkan semua pergerakan musuh.
Hari mulai gelap, Raja Wei dan beberapa pasukan mengganti pakaian mereka dengan pakaian hitam gelap dan menutup wajah mereka dengan kain hitam.
__ADS_1
Mereka menyusup ke tenda musuh dan membakar tenda yang menyimpan bahan makanan yang ada di sana.
Raja Wei mencari tenda pemimpin pasukan, dia masuk dan bertarung dengan pemimpin pasukan musuh. Tanpa kesulitan, dia memenggal kepala pemimpin pasukan musuh dan membawa kepala pemimpin yang sudah terpisah dari tubuhnya.
Raja Wei memberi tanda mundur untuk seluruh pasukan, mereka kembali ke markas yang berada di dalam hutan.
"Plokkk!"
Raja Wei melemparkan kepala pemimpin pasukan Zhao yang baru saja dia penggal. Semua anggota pasukan melihatnya dengan wajah tersenyum senang, mereka berhasil menyingkirkan otak di balik penyerangan kali ini.
"Gantung kepala itu di balai kota, aku ingin semua orang melihat nya!" ucap Raja Wei.
"Yang Mulia, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Yu.
"Apakah pesan ku sudah terkirim ke Kerajaan Langit?" tanya Raja Wei.
Yu mengangguk, "Saya sudah menyampaikan pesan anda kepada Kaisar Langit. Beliau juga sudah menyetujuinya." ucap Yu.
"Kita lanjutkan rencana selanjutnya, pergi ke negara Zhao dan bunuh Kaisar Zhao serta keluarga kerajaan Zhao. Jangan menyisakan satu pun nyawa keluarga Kerajaan Zhao." ucap Raja Wei.
"Baik Yang Mulia!" jawab mereka serentak.
"Istirahat lah malam ini, kita akan berangkat besok pagi." perintah Raja Wei.
"Yu, apakah ada kabar dari Ze Xing?" tanya Raja Wei.
"Tidak ada Yang Mulia." jawab Yu.
"Baguslah jika tidak ada, tidak ada berita itu pertanda mereka baik-baik saja." ucap Raja Wei.
"Tapi permaisuri..." Yu menghentikan ucapannya.
"Dia akan mengerti, semua hal yang kita lakukan saat ini demi rakyat dan negara Han. Dia pasti akan mendukungnya." ucap Raja Wei.
"Aku sangat merindukan mu, gadis kecil ku... Permaisuri ku..." batin Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Menyingkir lah!" bentak Se Se.
"Maaf Permaisuri, kami di perintahkan untuk menjaga anda di ruangan ini sampai Yang Mulia kembali. Anda tidak di izinkan keluar dari kamar ini." ucap salah satu Pasukan Elang yang bernama Ti Liu.
__ADS_1
"Kalian diperintahkan untuk menjaga ku bukan memenjarakan aku di sini!" ucap Se Se dengan wajah kesal.
"Akan sangat berbahaya jika anda keluar dari ruangan ini, kami mohon kerja sama anda Permaisuri." ucap Ti Liu sambil menunduk.
"Kalau begitu katakan kepada ku, apakah ada kabar dari Yang Mulia? Bagaimana keadaan di istana sekarang?" ucap Se Se.
"Maaf, kami di larang untuk memberitahukan kepada anda masalah ini. Permaisuri hanya perlu menjaga kandungan anda di kamar ini hingga Yang Mulia Raja Wei kembali dan menjelaskan semuanya." ucap Ti Liu.
"Kalian benar-benar menyebalkan!" ucap Se Se sambil berdecak kesal.
"Brakkk!"
Se Se menutup pintu kamar dan kembali duduk di atas tempat tidur.
"Apa yang sedang terjadi di luar sana? Kenapa kamu menahan ku di sini Xuan?" ucap Se Se.
Ti Liu dan beberapa pasukan yang mendengar ucapan Se Se menggeleng dan menghela napas.
"Kehidupan dua orang yang bahagia harus terpisah karena kerajaan Zhao yang serakah. Mereka benar-benar tidak bisa di biarkan lagi, semoga Yang Mulia bisa segera menghancurkan negara itu dan kembali dengan selamat." batin Ti Liu.
"Tok Tok Tok!"
Pintu di ketuk oleh seorang pelayan.
Se Se membuka pintu dan membiarkan pelayan masuk, pelayan membawakan makanan untuk nya dan teh hangat.
"Permaisuri..." ucap pelayan sambil menyerahkan sepucuk surat.
Se Se mengambil dan membuka surat itu.
"Aku akan membawa mu keluar dari tempat ini jika kamu menyetujui nya." Thien Si Rui.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terima Kasih💖