
Ye Yuan menatap Huo Feng sejenak sebelum dia mengalihkan tatapannya ke arah Raja Wei. "Saya hanya sedikit lelah saja, terima kasih atas perhatian Yang Mulia." jawab Ye Yuan dengan wajah yang terlihat seperti sedang memikirkan banyak masalah.
"Anda baik-baik saja Tuan muda Huang?" tanya Ti Er dengan wajah khawatir.
"Aku baik-baik saja." jawab Ye Yuan.
"Duduklah, aku akan mulai menjelaskan rencana kita untuk besok." ucap Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perdana Menteri Huang mengikuti saran dari Se Se untuk membuat bukti kejahatan yang dilakukan oleh Hong Yu Lin. Buku yang di rekayasa oleh Perdana Menteri Huang itu di kirim ke istana dengan menggunakan nama samaran.
Kaisar langsung murka begitu melihat isi buku itu, beliau menyuruh menteri kehakiman untuk menyelidiki secara menyeluruh semua kejahatan yang telah dilakukan oleh Hong Yu Lin.
Sementara itu Hong Yu Lin yang masih tidak mengetahui apa-apa saat ini sedang bersenang-senang di dalam kediamannya. Pria itu masih belum menyerah untuk menculik istri dari Raja Wei, dia kembali memerintahkan beberapa bandit untuk menculik wanita itu.
Salah satu bandit yang diperintahkan untuk menculik Se Se ternyata merupakan kenalan dari Zhun Tian. Pria yang bernama Mo Khui itu mengajak Zhun Tian bekerja sama untuk menculik Permaisuri dari Raja Wei.
Zhun Tian marah besar setelah mengetahui rencana jahat dari Hong Yu Lin.
"Sebaiknya kau menolak pekerjaan itu!" ucap Zhun Tian kepada Mo Khui.
"Kenapa aku harus menolaknya? Bayarannya sangat tinggi dan pekerjaannya juga tidak sulit." tanya Mo Khui dengan wajah penasaran.
"Karena aku akan membunuh siapapun orang yang berani mengusik wanita itu!" jawab Zhun Tian dengan tatapan dingin yang menakutkan.
Mo Khui melangkah mundur ke belakang ketika melihat tatapan mata dari Zhun Tian, dia merasa merinding ketika menatap mata itu.
"A... Aku akan menolaknya! Aku pasti akan menolak pekerjaan itu!" jawab Mo Khui dengan wajah panik.
Zhun Tian meninggalkan pria itu sendiri, sebelum pergi dia berkata, "Sebaiknya kau mengingat ucapanmu!"
Malam hari ketika semua orang sudah terlelap, Zhun Tian menyusup ke kediaman Hong Yu Lin. Dia masuk ke kamar pria itu setelah berhasil membius semua penjaga yang berjaga di depan pintu kediaman.
__ADS_1
"Tok Tok!!!"
Zhun Tian mengetuk ujung pedangnya beberapa kali ke dinding di samping tempat tidur Hong Yu Lin. Zhun Tian sengaja membangunkan Hong Yu Lin yang tengah tertidur di atas ranjang empuknya.
Pria itu merasa terganggu dengan suara ketukan pedang, dia membuka matanya. Betapa terkejut dirinya ketika melihat sosok seorang pria asing sedang berdiri di depannya.
"Si... Si... Siapa kau?" tanya Hong Yu Lin dengan kata-kata yang sulit dia keluarkan karena merasa ketakutan.
"Aku adalah iblis pencabut nyawa!" jawab Zhun Tian dengan wajah dingin yang seakan bisa membekukan lawannya.
"Kau... Kau!!! Mau apa kau?" ucap Hong Yu Lin terbata-bata.
"Tentu saja aku datang untuk mencabut nyawamu!" jawab Zhun Tian sambil menarik pedangnya keluar dari sarung perak yang berkilauan.
"Berani sekali kau! Aku ini seorang menteri kekaisaran, kau akan dihukum berat jika berani membunuhku!" ancam Hong Yu Lin dengan wajah panik.
"Aku dihukum atau tidak itu bukan urusanmu! Tutup saja mulutmu itu sebelum aku mengeluarkan lidahmu dari sana!" ucap Zhun Tian dengan mata yang sangat mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
"Ja... Jangan bunuh aku! Aku akan memberikan semua kekayaanku untukmu! Tolong jangan bunuh aku!" ucap Hong Yu Lin sambil berlutut di hadapan Zhun Tian.
Melihat ketakutan pria itu, di kepala Zhun Tian tiba-tiba saja terlintas satu cara untuk membunuh pria itu dengan cara yang lebih tragis.
Zhun Tian menyarungkan kembali pedangnya, dia kemudian melirik ke arah tirai kain yang beterbangan karena angin malam. Pria itu lalu menarik tirai kain itu hingga terlepas dari gantungannya.
"Gantung dirimu sendiri atau aku yang akan menggantungmu! Pilihlah salah satu!" ucap Zhun Tian dengan wajah dingin.
Tubuh Hong Yu Lin semakin gemetar ketika mendengar pilihan yang dibuat oleh Zhun Tian untuknya. Karena manapun pilihan yang dia ambil, nyawanya tetap saja akan melayang.
"Jika kau tidak mau membuat pilihan, aku yang akan memutuskan pilihan untukmu!" ucap Zhun Tian sambil tersenyum, senyum yang memperlihatkan kekejaman di wajahnya.
Zhun Tian melingkarkan kain tirai ke leher Hong Yu Lin, pria itu berusaha memberontak namun kekuatan Zhun Tian jauh lebih besar darinya. Pria itu menarik tubuh Hong Yu Lin hingga ke atas langit-langit kamar, ujung kain dia ikat di antara kayu yang ada di atas langit-langit kamar itu.
"Le... Lepaskan aku!" ucap Hong Yu Lin sambil meronta-ronta kesakitan dan tercekik di lehernya.
__ADS_1
"Jadilah orang yang lebih baik di kehidupan berikutnya!" ucap Zhun Tian sebelum meninggalkan kamar Hong Yu Lin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raja Wei menunggu kabar dari Huo Feng, pria itu ditugaskan untuk memindahkan cadangan makanan milik prajurit negara Xi. Awalnya Raja Wei hendak membakar pasokan makanan mereka, namun Huo Feng menawarkan diri untuk memindahkan semua makanan itu ke gudang makanan prajurit Han.
Tawaran yang menarik itu tentu saja langsung di terima oleh Raja Wei. Ye Yuan dan Yang Fei Xi juga sangat setuju dengan usulan dari Huo Feng.
Selesai memindahkan semua makanan, Huo Feng membakar gubuk penyimpanan makanan itu untuk memberi kabar tanda tugasnya telah selesai.
"Yang Mulia, asap sudah terlihat." lapor salah satu prajurit.
"Mulai sekarang, jaga ketat gudang makanan kita! Kita akan menyerang prajurit negara Xi dalam waktu tiga hari jika mereka tidak mundur dari sana." ucap Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab prajurit itu.
Niatnya memang hanya membakar gudang penyimpanan makanan saja, namun api Huo Feng yang sulit untuk di padamkan ternyata membakar hangus semua kemah milik prajurit negara Xi.
"Yang Mulia! Prajurit negara Xi sedang sibuk memadamkan api yang membakar kemah mereka!" lapor Ti Er.
"Ini adalah sebuah kesempatan, kita akan menyerang mereka sekarang juga! Er, kumpulkan semua prajurut sekarang juga!" perintah Raja Wei.
"Baik Yang Mulia!" jawab Ti Er dengan semangat membara.
Para prajurit telah berkumpul di depan dengan memakai baju besi dan memegang senjata mereka. Ye Yuan dan Yang Fei Xi turut datang untuk membantu penyerangan.
Raja Wei muncul di sana setelah semua prajurit berkumpul. Pria itu mengenakan topeng di wajahnya dengan rambut panjang yang terikat di belakang.
"Malam ini kita akan mengusir semua prajurit negara Xi dari tempat ini!" ucap Raja Wei dengan penuh semangat.
Semua prajurit terlihat bersemangat dan penuh keyakinan. Mereka yang sudah merindukan anak, istri dan orang tua mereka sangat berharap jika perang kali ini akan berakhir dengan sempurna.
"Berangkat!" teriak Ti Er sambil mengibarkan bendera negara Han.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^