The Princess Story

The Princess Story
Ep 82. Pria busuk!


__ADS_3

Raja Wei memeluk erat tubuh Se Se, sesaat kemudian dia tertidur dengan wajah lelah namun masih terlihat tampan. Se Se melepas pelukannya, hatinya cemas saat merasakan hawa panas dari tubuh Raja Wei.


Se Se memegang dahinya dan memeriksa suhu tubuhnya. Pemuda itu demam tinggi karena sudah beberapa hari terluka tanpa diobati. Dia belum makan dan minum sedikitpun selama beberapa hari ini.


"Dasar bodoh! kenapa kau tidur tanpa mengatakan keberadaan Raja Wei!" ucap Se Se kesal.


"Pemuda ini tidak seburuk yang kupikirkan." batin Se Se.


Se Se mengambil sebutir pil obat demam, dia memasukkan obat itu ke mulut Raja Wei. Pil obat itu tidak ditelan olehnya, sepertinya pemuda itu tertidur lelap.


Se Se merasa frustasi melihat wajah pemuda tampan itu. Wajahnya membuat hati gadis itu tidak berdaya.


"Aku melakukan semua ini karena kau adalah ayah dari bayiku!" batin Se Se.


Se Se mengeluarkan obat itu dari mulut Raja Wei, dia mengunyah obat pahit itu kemudian menempelkan bibir mereka. Dia mendorong obat itu ke dalam mulut Raja Wei menggunakan lidahnya.


Pemuda itu menaikkan lengannya, dia menahan belakang kepala Se Se dengan telapak tangan, lidahnya mulai bermain dengan liar di dalam sana.


Se Se terkejut dan mendorongnya. Namun itu hal yang sia-sia karena tenaga pemuda itu sangat kuat walaupun sedang terluka.


"Pria busuk ini! Aku menarik ucapanku yang tadi. Dia benar-benar pria brengsek!" batin Se Se.


Beberapa menit kemudian pemuda itu bergumam dengan suara lemah.


"Aku sangat mencintaimu Huang Se Se."


Deg Deg Deg!


"Akhhh.... jantungku! Pemuda ini sangat berbahaya, kenapa dia terus menerus mengacaukan hatiku!" batin Se Se.


Pemuda itu melonggarkan tangannya, dia masih memejamkan matanya. Se Se melepaskan diri dari tubuh pria itu dan mengamati wajahnya.


"Apa kau sedang pura-pura tidur?" gumam Se Se.


Tidak terlihat tanda-tanda pemuda itu bangun, sepertinya dia memang tertidur.


"Dalam tidurnya dia bahkan bermimpi menciumku! Dasar pria mesum! Apakah semua pria itu memang mesum?" tanya Se Se dalam hati.


Se Se mencari buah liar di sekitar gua, dia membawa beberapa buah apel liar dan kembali ke dalam gua.


Se Se mengeluarkan air mineral dari ruang dimensi, dia menuangkan air itu ke dalam mulut Raja Wei dengan perlahan.


"Uhukkk... Uhukkk..."


Pemuda itu terbatuk dan bangun dari tidurnya.


"Apa kau berencana membunuhku dengan air?" tanya Raja Wei dengan suara serak.


Se Se tidak menjawabnya, dia memberikan dua buah apel liar untuk pemuda itu.


"Makan ini!"

__ADS_1


Raja Wei menerima apel itu, dia kembali teringat gadis berambut putih yang pernah memberinya buah liar di hutan. Dalam hatinya dia merindukan gadis itu.


"Apakah kamu masih hidup? Dimana kamu sekarang? Apa kamu juga hamil setelah aku menanam benihku malam itu? Maafkan aku. Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu setelah malam itu. Tapi jika kamu hamil karena perbuatanku, aku akan merawat bayi kita bersama permaisuriku. Maafkan aku yang tidak bisa melakukan hal lain selain merawat bayi itu. Aku tidak bisa menyakiti permaisuriku dengan mengambil wanita lain sebagai selir, apapun alasannya." batin Raja Wei.


Raja Wei larut dalam pikirannya, dia melihat buah di tangannya dengan tatapan kosong.


Se Se melambaikan tangan di depan wajah Raja Wei, pemuda itu sadar dari lamunannya dan segera menggigit buah itu.


"Di mana suamiku berada?" tanya Se Se.


"Di sini!" jawab Raja Wei sambil menepuk-nepuk dadanya.


Se Se mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat kesal.


"Dimana dia?" tanya Se Se dengan nada marah.


"Di sini!" jawab Raja Wei dengan senyuman kecil di bibirnya.


"Kau benar-benar tidak tahu malu!" ucap Se Se dengan suara datar.


Hahaha...


Raja Wei tertawa melihat wajah kesal istrinya itu, namun tawanya tidak bertahan lama karena dia merasakan sakit di tubuhnya saat tertawa. Lukanya mulai berdarah lagi, pemuda itu membuka pakaiannya dan menatap mata Se Se.


Se Se menghela napas dan berkata, "Rasanya aku ingin membunuhmu sekarang juga!"


Se Se mendekat dan mengganti perban di tubuh pemuda itu, lukanya mengeluarkan banyak darah.


"Plakkk!"


Sebuah tamparan mendarat lagi di wajah pemuda tampan itu. Kali ini lebih kuat dan terasa sakit.


Raja Wei mengelus wajahnya yang di cap lima jari, dia merasa sakit namun bibirnya tetap tersenyum.


"Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menggodanya." batin Raja Wei.


"Mendekatlah!" perintah Raja Wei.


"Mau apa lagi kau?" tanya Se Se dengan suara kesal.


"Bukankah kamu ingin tau di mana suamimu berada?" jawab Raja Wei dengan wajah serius.


"Katakan saja, aku bisa mendengarnya dari sini." ucap Se Se makin melangkah mundur.


"Pria ini pasti berniat buruk lagi, aku tidak akan tertipu!" batin Se Se.


"Kemari dan mendekatlah, aku akan mengatakannya padamu!" ucap Raja Wei dengan suara serak.


"Ck! Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Se Se dengan wajah sebal.


"Gadis cantik, kamu belum membuatku puas!" goda Raja Wei dengan senyuman genitnya.

__ADS_1


"Hufff...!"


Se Se menghela napas panjang, dia menahan amarahnya. Se Se berjalan mendekat dan bertanya, " Apa yang kau mau dariku?"


"Lepas pakaianmu!" perintah Raja Wei.


Se Se membesarkan matanya, dia terlihat sangat marah mendengar perintah itu.


"Lepas pakaian luarmu dan tidurlah di sampingku." ucap Raja Wei sambil membaringkan tubuhnya.


Se Se masih diam membeku tanpa melakukan apa-apa.


"Berbaringlah di sampingku, temani aku tidur satu malam. Aku tidak akan berbuat apa-apa padamu!" ucap Raja Wei sambil memejamkan matanya.


Se Se melihat ke arah luar pintu gua, di luar memang sudah mulai gelap. Dia tidak mungkin keluar dari gua itu malam-malam.


Se Se berbaring dan tidur di samping Raja Wei tanpa melepas pakaian luarnya, dia membalikkan tubuhnya memunggungi Raja Wei.


Pemuda itu melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu, dia berbisik dari belakang.


"Terima kasih sudah datang mencariku."


"Apa yang sedang dia bicarakan? Siapa yang mencarinya? Apa dia sedang mengigau?" batin Se Se.


Se Se tidak menyingkirkan tangan Raja Wei dari tubuhnya, dia merasa tidak asing dengan pelukan itu. Mereka tidur bersama hingga menjelang pagi, Raja Wei membuka matanya dan melihat wajah gadis di sampingnya.


Raja Wei tersenyum dan berkata dalam hati, "Walaupun dia tidak mengenali wajahku, tubuhnya merasa nyaman saat bersamaku."


Se Se tanpa sadar membalikkan badannya saat tertidur, kini wajahnya sangat dekat dengan wajah Raja Wei.


Pemuda itu menyentuh bulu-bulu matanya yang panjang, dilanjutkan ke tulang hidungnya yang tinggi, jarinya berhenti di bibir mungil permaisurinya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


A. Raja Wei kembali tidur.


B. Se Se terbangun dan menamparnya.


C. Raja Wei mencium bibir mungil istrinya.


D. Tulis jawaban yang teman-teman inginkan.


Terima kasih sudah membaca karya saya yang masih banyak kekurangan ini. Mohon dukungannya, jangan lupa Like & Vote nya ya... 😘😘😘


XieXie


Arigato


Danke

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2