
Se Se terkejut melihat darah hitam yang begitu banyak keluar dari mulut pria itu, dia segera mengeluarkan jarum akupuntur dari ruang dimensi.
"Dengar, saat ini saya tidak punya pilihan lain. Jadi apapun yang saya lakukan, tolong jangan dilawan dan jangan menggunakan tenaga anda!" ucap Se Se kepada Zhun Tian.
Pria itu masih setengah sadar meskipun tubuhnya sudah ambruk ke lantai. Dia tersenyum melihat wanita di depannya merasa panik karena dirinya. Tak lama setelah itu Zhun Tian menutup rapat kedua matanya. Pria itu kini tidak sadar lagi apa yang diperbuat Se Se terhadapnya.
Se Se melepaskan pakaian Zhun Tian, tubuh pria itu kini terlihat jelas tanpa sehelaipun kain yang menutupinya.
Jarum-jarum akupuntur ditusukkan secara cepat ke tubuh Zhun Tian, tanpa ragu sedikitpun, Se Se memasukkan jarum-jarum itu dengan mata yang terbuka lebar.
Beberapa jam telah berlalu, namun pria itu masih dalam keadaan tidak sadar. Se Se mencabut semua jarum yang ada di tubuh Zhun Tian. Dia memakaikan kembali pakaian pria itu.
"Lu Ching Cheng benar-benar keterlaluan! Obat yang dia berikan setiap bulannya hanya memperburuk racun yang ada di tubuh pria ini. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan rasa sakit seperti apa yang dia rasakan setiap harinya. Bagaimana cara dia bertahan setiap kali rasa sakit itu menyerang? Dia pasti sangat menderita menahan rasa sakit itu." benak Se Se.
Se Se memindahkan Zhun Tian ke dalam kamar, dia membaringkan tubuh pria itu di atas ranjang. Melihat pria lain berbaring di ranjangnya membuat Se Se teringat dengan Raja Wei.
"Xuan, bagaimana kabarmu? Apakah kamu makan dengan baik? Apakah kamu tidur dengan nyenyak? Apakah kamu juga merindukan aku sama seperti aku merindukanmu?" batin Se Se.
Hari menjelang pagi, Zhun Tian perlahan membuka matanya, dia menatap ke arah wanita yang sedang tertidur dengan posisi duduk di kursi.
"Dia merawatku sepanjang malam?" tanya Zhun Tian dalam hatinya.
Pria itu berusaha untuk bangun, dengan perlahan dia menaikkan tubuhnya ke posisi duduk. Sekujur tubuhnya terasa sakit, namun dia bersyukur saat ini dia masih hidup.
"Aku merasa bahagia karena masih bisa melihat wanita itu khawatir dan mencemaskan aku." benak Zhun Tian.
Se Se terbangun karena merasakan adanya gerakan, dia menatap Zhun Tian yang masih dalam posisi duduk di ranjang.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan anda?" tanya Se Se sambil melangkah mendekati ranjang.
"Aku baik-baik saja." jawab Zhun Tian sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Zhun Tian membuat Se Se marah dan kesal, apalagi pria itu tersenyum seolah-olah rasa sakitnya bukanlah apa-apa. Tanpa sadar Se Se mengeluarkan emosinya.
"Bagaimana bisa anda baik-baik saja dengan rasa sakit itu? Jika sakit maka katakan sakit! Kenapa anda harus menahan semuanya sendiri?" bentak Se Se dengan wajah yang hampir menangis.
Zhun Tian terkejut melihat Se Se yang tiba-tiba marah, apalagi kini wanita itu mulai meneteskan air mata. Senyuman Zhun Tian perlahan memudar, dia menatap Se Se dengan perasaan yang rumit.
"Jangan menangis, aku tidak layak untuk itu!" ucap Zhun Tian.
"Diam! Tutup mulutmu! bentak Se Se lagi setelah menyeka air matanya.
Se Se menarik lengan Zhun Tian, dia memeriksa denyut nadi pria itu. Wajahnya semakin marah ketika dia merasakan denyut nadi Zhun Tian yang tidak beraturan. Dalam hati dia berkata, "Jika bukan karena jarum akupuntur, jantung pria ini pasti sudah meledak. Di saat seperti ini dia masih bisa tersenyum! Entah dia sudah bosan hidup atau dia tidak takut dengan kematian. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam kepalanya itu!"
"Aku akan menyelamatkan mu meskipun tanpa obat penawar!" ucap Se Se dengan penuh percaya diri.
Zhun Tian kembali tersenyum, dia merasa bahagia mendengar kata-kata Se Se meskipun itu hanya ucapan belaka.
"Aku bisa saja menghilangkan racun itu dengan darahku, tapi jika aku melakukan itu, pria ini pasti akan bertanya. Aku tidak ingin ada orang yang tau tentang darahku yang bisa menetralkan racun." benak Se Se.
"Apa yang sedang kamu pikirkan dengan kepalamu yang kecil itu?" tanya Zhun Tian dengan wajah penasaran.
"Anda tidak perlu memikirkan apa yang sedang saya pikirkan, Saya akan meminjamkan kamar di sebelah, tinggallah di sini sampai saya berhasil menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh anda!" ucap Se Se.
"Baiklah, aku akan menuruti kata-katamu." jawab Zhun Tian.
__ADS_1
"Meskipun nyawaku tidak bisa diselamatkan, setidaknya aku bisa bersamamu lebih lama." pikir Zhun Tian.
"Saya sudah menyiapkan kamar di sebelah, saya akan mengantar anda ke sana." ucap Se Se.
"Dia kembali menggunakan bahasa formal, sepertinya dia sudah tidak marah lagi." pikir Zhun Tian.
Zhun Tian di berikan kamar kecil yang berada di sebelah kamar utama. Kamar itu dulunya di tempati oleh anak-anak, tapi saat ini anak-anak sudah pindah ke kamar yang lebih besar.
"Istirahatlah di sini, saya akan menyuruh pelayan untuk membawakan sarapan anda kemari." ucap Se Se.
"Terima kasih." jawab Zhun Tian.
Se Se melemparkan sebotol obat ke arah Zhun Tian, "Minum tiga butir untuk meredakan rasa sakit saat anda tidak dapat menahannya." ucap Se Se sebelum keluar dari kamar itu.
Zhun Tian menatap botol obat yang ada di tangannya, dia tersenyum lalu berkata, "Botol ini terlihat sangat aneh, aku baru pertama kali melihat botol bening seperti ini. Apakah dia membelinya dari negara lain? Obat berwarna putih ini juga terlihat sangat aneh, bukankah pil obat biasanya berwarna hitam?"
Se Se menuju ke kamar Ti Liu, dia melakukan terapi akupuntur kepada Ti Liu untuk melancarkan aliran darah yang tersumbat.
"Liu, sampai kapan kamu akan menutup matamu?" ucap Se Se sambil menatap pria itu.
"Aku akan melepaskan semua jarumnya sekarang, ini akan terasa sedikit sakit, tolong tahan sebentar." ucap Se Se.
Se Se mulai mencabut satu persatu jarum di tubuh Ti Liu, saat dia mencabut jarum yang menusuk titik di jantung, Ti Liu menggerakkan jarinya.
"Dia bereaksi terhadap rasa sakit! Ini pertanda yang bagus, sepertinya saraf yang terputus perlahan tersambung kembali. Jika terus mengalami kemajuan seperti ini, mungkin saja dia bisa bergerak dengan normal lagi." benak Se Se.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1