
Kasim masuk ke ruangan Thien Si Rui dan menyampaikan ucapan Raja Wei.
"Berikan kereta kuda yang paling nyaman di istana ini untuk Han Ze Xuan. Katakan padanya tidak perlu dikembalikan lagi." jawab Thien Si Rui.
"Baik Yang Mulia." ucap Kasim.
"Sulit dipercaya Yang Mulia memberikan kereta kuda kekaisaran untuk orang lain. Siapa sebenarnya pria itu?" batin Kasim.
Kasim melaksanakan perintah dari Thien Si Rui, dia memberikan kereta kuda yang terbuat dari emas dan termahal di Istana Langit.
Kereta kuda itu mempunyai kekuatan sihir dari permata yang terpasang di dalamnya. Meskipun cuaca sedang panas atau pun hujan deras, suhu ruangan di dalam kereta kuda itu akan tetap sejuk tanpa terpengaruh oleh suhu dari luar kereta kuda.
Rombongan Raja Wei berangkat setelah semua bahan makanan dan persediaan air di angkut ke belakang kereta. Pasukan Elang menyiapkan semua perlengkapan mereka untuk perjalanan menuju negara Han.
Raja Wei menghentikan kereta di sebuah restoran, dia ingin Permaisurinya makan dengan nyaman sebelum perjalanan jauh mereka di mulai.
Restoran itu terlihat mewah, beberapa tamu yang memakai pakaian bangsawan sedang duduk menyantap hidangan makanan.
Se Se memilih salah satu meja yang berada di tengah ruangan. Perutnya yang sedang hamil tua mengundang mata para tamu, apalagi penampilan Raja Wei yang memakai topeng membuat para tamu semakin penasaran.
Dari lantai atas restoran, Yang Ru Yi duduk bersama beberapa wanita bangsawan. Mereka juga menatap rombongan Raja Wei.
Yang Ru Yi mengenali Se Se, dia menatapnya dengan penuh kebencian. Gadis itu memanggil seorang pelayan wanita dan membisikkan sesuatu kepada pelayan itu.
Pelayan wanita mengangguk tanda mengerti, dia turun ke bawah dan melaksanakan perintah dari Yang Ru Yi.
Tidak lama kemudian, seorang wanita hamil masuk ke dalam restoran dan berjalan mendekati Se Se.
Wanita itu tiba-tiba berlutut di depan Se Se dan memohon sambil menangis.
"Nona, saya mohon lepaskan suami saya. Anda sudah memiliki suami, kenapa anda masih menggoda suami saya?" ucap wanita hamil itu.
"Tidak di sangka wanita itu hanya wajahnya saja yang cantik, ternyata hatinya sangat busuk." ucap salah satu wanita yang duduk di samping meja Raja Wei.
"Bagaimana bisa dia menggoda suami orang dengan perut sebesar itu? Ck... Ck... Ck...!"
"Benar-benar murahan."
"Entah bayi siapa di dalam perutnya itu."
__ADS_1
Semua komentar buruk dilontarkan oleh tamu-tamu di dalam restoran.
Sementara Se Se dan Raja Wei menatap wanita hamil itu dengan penasaran.
"Saya tidak mengenal suami anda, apakah anda salah orang?" ucap Se Se dengan suara tenang.
"Kenapa anda masih pura-pura tidak mengenal saya? Bukankah semalam anda berada di atas ranjang bersama suami saya. Hiks... Hiks..." ucap wanita itu sambil menangis.
"Hah... benar-benar tidak tahu malu!" ucap seorang pria berbaju sutra mahal.
"Ck... Ck... Ck... Meskipun wajahnya cantik, bagaimana bisa pria itu tergoda melihat perutnya yang sedang hamil besar."
"Pasti wanita itu memakai dukun!"
"Dasar wanita murahan!"
Raja Wei merasa marah dan emosi mendengar hinaan dari tamu-tamu.
"Brakkk!"
Raja Wei memukul meja dengan keras. Semua tamu terkejut, mereka menutup mulut ketika melihat ekspresi wajah dari Raja Wei yang mengerikan.
"Hiks... Hiks... Lihat, coba lihat ini. Bagaimana bisa seorang pria mengancam wanita hamil seperti ku yang sedang meminta keadilan. Tolong kalian tegakkan keadilan untuk ku dan bayi di dalam perut ku ini." ucap wanita itu sambil menangis.
Para tamu kembali bergosip, Yang Ru Yi yang sejak tadi melihat pertunjukkan dari atas ruangan sudah tidak tahan lagi. Dia turun ke bawah untuk memanaskan suasana.
"Bukan kah anda juga sedang hamil? Bagaimana bisa anda menghina dan memfitnah wanita lain yang juga sedang hamil tua seperti anda? Apakah anda tidak merasa bersalah?" ucap Se Se.
"Kau benar-benar wanita penggoda. Sudah menggoda suami orang sekarang menggoda pria lain. Entah berapa banyak pria yang sudah menjadi korban dari wajah lugu mu itu!" ucap Yang Ru Yi sambil berjalan mendekat.
"Ternyata ulah nya!" batin Se Se.
"Kau bahkan menggoda Kaisar Langit beberapa hari yang lalu. Dasar wanita jalang yang tidak tahu malu!" ucap Yang Ru Yi.
"Kaisar Langit?" gumam seorang tamu.
"Apakah dia wanita yang dikabarkan akan menjadi Ratu?"
"Kenapa Kaisar kita memilih wanita murahan seperti ini?"
__ADS_1
Mendengar perkataan Yang Ru Yi, hati Raja Wei menjadi tidak tenang. Dia mengingat kembali saat mereka akan berpamitan, Thien Si Rui tidak menampakkan diri dan saat Raja Wei meminjam kereta kuda, Thien Si Rui memberikan kereta kuda yang terbaik dan termahal milik Istana Langit.
"Apa itu sebabnya dia bersikap aneh hari ini?" batin Raja Wei.
"Saya tidak tahu anda siapa, tapi saya sarankan untuk menjauhi wanita jalang ini!" ucap Yang Ru Yi kepada Raja Wei.
"Tutup mulut busuk mu itu! Kau lah yang lebih mirip wanita jalang!" jawab Raja Wei dengan wajah penuh amarah.
Yang Ru Yi menatap Raja Wei, dia penasaran dengan wajahnya yang tertutup topeng perak. Dia mendekat dan menyerang Raja Wei dengan niat membuka topengnya.
Raja Wei dengan gesit menangkap lengan Yang Ru Yi, dia memutar lengannya ke belakang.
"Akh... Sakit! Sakit! Lepaskan aku!" ucap Yang Ru Yi.
Raja Wei mendorong Yang Ru Yi, tubuh wanita itu terhempas di atas lantai. Dia merintih kesakitan sambil memegang tangannya.
"Berani sekali kau bersikap kurang ajar pada ku! Apa kau tidak tahu siapa aku?" ucap Yang Ru Yi dengan nada tinggi.
"Apa kau sedang berusaha menggoda ku dengan sikap mu itu? Maaf, tapi aku tidak tertarik dengan wanita jelek!" ucap Raja Wei.
"Pfff... hahaha..." Yu dan para Pasukan Elang tertawa keras mendengar ucapan Raja Wei.
"Kau!!" ucap Yang Ru Yi dengan wajah penuh amarah.
Se Se berjalan mendekati wanita hamil yang masih berlutut, dia mengulurkan tangannya kemudian berkata, "Berdirilah, bayi anda akan tertekan jika anda berlutut terus seperti ini. Anda juga tentunya merasa tidak nyaman bukan?"
"Kenapa Nona bersikap baik seperti ini? Anda bahkan memikirkan bayi di dalam perut seorang wanita yang telah menjelekkan nama baik anda. Apa yang sudah ku lakukan dengan Nona sebaik ini? Tidak seharusnya aku melakukan hal ini hanya demi uang." batin wanita hamil.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1