The Princess Story

The Princess Story
Ep 135. Jenderal Yang


__ADS_3

Wanita hamil itu mengangkat wajahnya menatap Se Se, tiba-tiba dia menangis keras dan memohon ampun.


"Maafkan saya, saya terpaksa melakukan ini demi bayi di dalam perut saya. Pelayan itu bilang, dia akan memberi saya uang 500 tael jika mempermalukan anda di depan umum. Maafkan saya Nona... Hikss... Saya butuh uang untuk kehidupan bayi saya."


"Pelayan?" gumam Se Se.


Wanita hamil itu menolehkan wajahnya ke arah seorang pelayan wanita.


"Dia orangnya!" ucap wanita hamil itu sambil menunjuk seorang pelayan dengan jarinya.


"Tangkap dia!" perintah Raja Wei.


Ti San segera menyeret pelayan wanita itu dan membuatnya berlutut di depan Raja Wei.


"Apa benar kau yang membayar wanita ini untuk menghina istri ku?" tanya Raja Wei dengan wajah dingin.


Pelayan wanita ketakutan, tangan dan kakinya kelihatan gemetaran. Dia mengangkat wajahnya menatap Yang Ru Yi tanpa berkata apa-apa. Raja Wei dan para tamu segera menyadari arti dari tatapan pelayan wanita ke arah Yang Ru Yi.


"Jangan melihat ku seperti itu! Aku tidak mengenal mu!" ucap Yang Ru Yi.


Pelayan wanita segera menundukkan kepalanya, dia takut jika harus menghadapi kemarahan Putri dari Jenderal besar Yang.


"Yu, ikat dia dan lemparkan ke sungai yang ada di depan sana!" perintah Raja Wei.


Yu mendekat dan menarik lengan Yang Ru Yi, gadis itu meronta dan melawan Yu dengan ilmu bela diri yang dia pelajari dari Jenderal Yang.


"Berani sekali kau menyentuh tubuh ku dengan tangan koror mu! Akan ku potong lengan mu itu dan ku berikan kepada peliharaan ku sebagai santapannya!" ucap Yang Ru Yi.


Yu kembali maju, kali ini dia bertindak lebih kasar. Yu memutar pergelangan tangan Yang Ru Yi kemudian menahannya di belakang punggung. Ti San menyerahkan seutas tali tambang, Yu mengikat tangan Yang Ru Yi dan menyeretnya ke arah sungai yang ada di depan restoran.


"Siapa mereka? Apakah mereka tidak tahu bahwa gadis itu adalah putri dari keluarga Jenderal Yang?"


"Sepertinya akan terjadi masalah besar..."


"Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum kekacauan ini di dengar oleh Jenderal Yang."


"Ayo cepat pergi!"


Restoran yang tadi nya ramai tiba-tiba menjadi sepi, semua tamu bergegas keluar karena takut dengan kemarahan Jenderal Yang.

__ADS_1


Yang Ru Yi kini bergelantungan di jembatan sungai, Yu mengikat tali penghubung di tiang jembatan.


"Lepaskan aku! Lepaskan!" teriak Yang Ru Yi sambil meronta.


Seorang pelayan mendekat ke arah Raja Wei, dia berlutut sambil memohon.


"Tuan, saya mohon tolong lepaskan gadis itu. Dia adalah putri dari Jenderal Yang, jika dia mati, nyawa kami semua juga tidak akan selamat. Tolong ampuni nyawa kami semua Tuan."


"Aku tidak mengenal Jenderal Yang, nyawa kalian juga bukan tanggung jawab ku. Orang yang telah menghina istri ku tidak bisa di lepaskan begitu saja tanpa menerima hukuman." jawab Raja Wei dengan wajah dingin.


Para pelayan dan pemilik restoran berlutut bersama, pemilik restoran memohon sambil menangis.


"Tolong kasihani kami rakyat kecil ini Tuan, kami tidak akan sanggup menghadapi Jenderal Yang jika dia murka melihat putri kesayangannya meninggal di tempat ini. Tolong lepaskan gadis itu... Kami mohon!"


Se Se berjalan mendekati Raja Wei, dia memegang lengan kekar suami nya itu.


"Xuan..." panggilnya pelan.


Raja Wei menoleh menatap Se Se, ekspresi wajah nya langsung berubah lembut.


"Ada apa sayang?" tanya Raja Wei sambil merangkul pundak Se Se.


Raja Wei menarik napas dalam kemudian menghembuskan napas dengan panjang. Se Se tersenyum melihat nya, dia menyentuh pipi Raja Wei dengan telapak tangan kanan nya.


"Orang-orang ini tidak bersalah, kasihan jika mereka harus mati demi seorang wanita seperti dia. Tolong ampuni nyawa mereka!" ucap Se Se.


"Baiklah, aku akan menuruti semua keinginan mu." jawab Raja Wei.


Para pelayan dan pemilik restoran merasa lega mendengarnya, mereka segera mengucapkan terima kasih kepada Se Se dan Raja Wei sambil memberi hormat.


"Yu, lepaskan wanita itu!" perintah Raja Wei.


Yu menarik Yang Ru Yi ke atas jembatan dan menghempaskan tubuhnya ke jalanan dengan kasar. Tangan dan kaki nya berdarah karena terkena batu-batu kecil di atas tanah.


Rombongan Raja Wei kembali menikmati makanan di restoran yang telah siap di sajikan oleh para pelayan.


Yang Ru Yi kembali ke kediaman Yang, dia mengadukan kepada Jenderal Yang bahwa dirinya telah di bully oleh Raja Wei. Jenderal Yang membawa pasukan nya menuju ke restoran bersama Yang Ru Yi.


Rombongan Raja Wei telah meninggalkan restoran dan melanjutkan perjalanan. Jenderal Yang membawa pasukannya untuk mengejar mereka.

__ADS_1


"Yang Mulia, ada sekelompok orang yang mengikuti kita dari belakang." lapor Ti San yang memiliki telinga tajam.


"Biarkan saja, mungkin mereka hanya kebetulan berjalan di arah yang sama dengan kita. Tetap waspada dan lindungi Permaisuri terlebih dahulu jika terjadi sesuatu." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Ti San.


Setelah beberapa saat mengejar rombongan Raja Wei, akhirnya Jenderal Yang berhasil menyusul. Mereka mengelilingi kereta kuda dan mengangkat senjata menghalangi laju kereta.


"Siapa dari kalian yang telah membuat putri ku terluka?" tanya Jenderal Yang dengan suara serak nya.


"Yang Mulia, seorang pria tua menghalangi jalan kita. Sepertinya dia adalah ayah dari wanita gila tadi." lapor Yu.


"Mereka membawa pasukan bersenjata, jumlah nya lebih banyak dari kita." sambung Ti San.


Raja Wei keluar dari kereta, dia berjalan mendekat ke arah Jenderal Yang kemudian berkata, "Apakah anda sudah bertanya kepada Putri anda kenapa dia bisa terluka?"


"Saya tidak perlu bertanya apapun, jika putri saya terluka maka saya akan membunuh orang yang menjadi pelaku nya." jawab Jenderal Yang.


"Apakah anda bisa hidup selamanya pria tua? Sampai kapan anda akan membiarkan kesalahan putri anda? Apakah anda tidak berpikir jika suatu hari nanti dia bisa saja mencari masalah dengan orang yang kejam dan di bunuh dengan cara mengerikan?" tanya Raja Wei dengan wajah serius.


Jenderal Yang terdiam, dia mencerna ucapan dari Raja Wei yang terdengar masuk akal. Jenderal Yang memang telah memanjakan putri nya dengan sangat keterlaluan. Tentunya dia tidak akan bisa hidup selamanya, dia tidak bisa selalu melindungi Yang Ru Yi seumur hidup.


Se Se turun dari kereta kuda, dia berjalan mendekat ke arah Raja Wei.


"Maaf, apakah benar anda Jenderal Yang?" tanya Se Se sambil menatap mata Jenderal Yang.


"Xiao Rou..." ucap Jenderal Yang tanpa sadar ketika melihat wajah Se Se.


"Anda mengenal ibu saya?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.


"Yun Xiao Rou... Dia adalah ibu mu?" tanya Jenderal Yang dengan mata berkaca-kaca.


Se Se dan Raja Wei saling menatap karena bingung melihat reaksi Jenderal Yang.


"Apakah benar Yun Xiao Rou adalah ibu mu?" tanya Jenderal Yang lagi.


Se Se mengangguk dan menjawab, "Benar, saya adalah putri dari Yun Xiao Rou."


Jenderal Yang segera berlutut, para pasukan nya ikut berlutut. Sementara Yang Ru Yi yang baru saja menyusul terlihat kebingungan dengan pemandangan di depannya saat ini.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2