
Yu diam diam pergi meninggalkan ruangan bawah tanah, dia tidak ingin ikut campur dengan urusan balas dendam yang di lakukan oleh Ti Yi dan teman teman nya, asal mereka tidak membunuh Su Li An.
Pada pagi hari, para penjaga terkejut karena Su Li An dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Pakaiannya yang ternoda darah kini terlihat seperti potongan kain perca. Kondisi nya lebih parah dari seorang pengemis di jalanan.
"Apa yang terjadi? Ada apa dengan wanita itu?"
"Apakah kita yang sudah melakukan hal ini?"
"Aku tidak mengingat nya."
"Dia tidak mati kan?"
"Hey kamu... Coba periksa wanita itu!"
Salah satu penjaga membuka pintu jeruji tempat Su Li An di kurung, dia memeriksa napas wanita itu dengan dua jari nya.
"Dia masih bernapas."
"Hufff..."
"Berikan jubah mu kepada nya! Jangan sampai dia mati kedinginan nanti."
"Ckk...! Merepotkan sekali!"
Selama berhari hari Su Li An di siksa oleh para pengawal dan pasukan Elang secara bergantian, tentu saja Raja Wei mengetahui hal yang di lakukan oleh para pengawal nya itu tapi dia menutup sebelah mata tanpa perduli dengan kondisi Su Li An.
"Yu, siapkan kereta kuda! Kita akan ke Istana siang ini." perintah Raja Wei setelah membaca surat yang di kirimkan oleh Kaisar kepada nya.
"Baik Yang Mulia." jawab Yu sebelum keluar dari ruangan.
Yu berangkat ke istana bersama Raja Wei, Kaisar Han meminta Raja Wei untuk segera masuk ke istana untuk membicarakan hal penting dengan nya.
"Xuan, apa kamu sudah dengar tentang masalah kita dengan Kekaisaran Ming?" tanya Kaisar Han.
"Ya, saya dengar Kaisar Ming meminta bantuan untuk bahan makanan namun kita tidak bisa membantu mereka karena kondisi negara yang juga kekurangan makanan. Apakah mereka mencari masalah karena hal itu? ucap Raja Wei.
"Mereka akan berperang jika tidak mendapatkan makanan. Ini surat dari Kaisar Ming yang baru tiba pagi tadi." ucap Kaisar Han sambil menyerahkan secarik surat kepada Raja Wei.
"Perang atau tidak, mereka akan tetap mati kelaparan. Itu sebabnya mereka memilih untuk berperang." ucap Raja Wei setelah membaca isi surat.
"Bagaimana menurut mu?" tanya Kaisar Han.
"Saya tidak berharap perang terjadi, tapi jika memang tidak dapat di cegah, saya akan memimpin perang untuk melawan Kaisar Ming." ucap Raja Wei.
"Kita tidak bisa membantu mereka, rakyat Han juga kekurangan bahan makanan. Tidak mungkin kita memberikan bahan makanan kepada negara Ming sementara rakyat kita juga butuh makanan. Sepertinya tidak ada cara lain selain berperang." ucap Kaisar Han.
__ADS_1
"Aku akan menyelidiki motif lain Kaisar Ming yang ingin berperang selain karena makanan. Tidak mungkin mereka mengajukan perang dengan negara kita hanya karena kekurangan makanan sedangkan banyak negara lain yang lebih lemah dari negara Han." ucap Raja Wei.
"Aku serahkan tugas ini kepada mu, lakukan secara diam diam tanpa ketahuan musuh." ucap Kaisar Han.
"Baik Yang Mulia. Jika tidak ada hal lain, saya permisi." ucap Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raja Wei memerintahkan Yu untuk menyelidiki Kerajaan Ming, beberapa anggota Pasukan Elang pergi ke Kerajaan Ming bersama Yu. Mereka memakai pakaian rakyat biasa untuk menyamarkan diri.
Rakyat mulai panik setelah mendengar kabar akan terjadi perang, karena jika terjadi perang maka rakyat yang akan mendapat kerugian terbesar. Mereka wajib mengirimkan anak laki laki yang telah berusia di atas 17 tahun untuk ikut berperang.
Setelah beberapa hari mengumpulkan informasi di kerajaan Ming, Yu kembali ke kediaman Raja Wei bersama para anggota Pasukan Elang yang di kirim ke sana.
"Yang Mulia, Yu dan anggota Pasukan Elang telah kembali." lapor seorang pengawal.
"Suruh mereka untuk menemui ku setelah hari gelap!" ucap Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab pengawal.
"Tok Tok Tok!"
Yu masuk ke ruang kerja Raja Wei, dia membawa dua buah buku bersamanya.
"Kamu boleh keluar!" ucap Raja Wei kepada pengawal.
"Ada apa? Sepertinya kamu buru buru sekali." ucap Raja Wei.
"Kaisar Ming ... Beliau telah di tahan oleh anak nya di dalam kamar. Selama ini yang mengirimkan surat kepada Kaisar Han bukan lah Kaisar Ming." lapor Yu.
"Maksud mu, anak Kaisar Ming telah memberontak terhadap ayahnya?" tanya Raja Wei memastikan.
"Benar, dan dia membohongi semua orang dengan berkata bahwa Kaisar Ming sedang sakit keras. Saat ini semua urusan negara di ambil alih oleh Pangeran ketiga, Ming Luo Xi. Meminta bahan makanan hanya alasan untuk berperang dengan negara kita, negara Ming sama sekali tidak kekurangan bahan makanan." lapor Yu.
"Lalu ... Apa alasan sebenarnya dia ingin berperang dengan negara kita?" tanya Raja Wei.
"Silahkan baca buku laporan ini Yang Mulia." ucap Yu sambil menyerahkan dua buku di tangan nya.
Beberapa saat Raja Wei membaca isi tulisan di buku yang diberikan oleh Yu, selesai membaca, dia meletakkan buku di atas meja.
"Dari mana kamu mendapatkan buku ini?" tanya Raja Wei.
"Saya mengambilnya dari Istana Ming. Buku itu terletak di meja Pangeran Ming Luo Xi." jawab Yu.
"Selidiki satu persatu, jika isi buku ini benar, maka kita harus bertanggung jawab terhadap Kerajaan Ming." ucap Raja Wei.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." jawab Yu.
Yu akan melangkah keluar, namun Raja Wei memanggilnya lagi.
"Yu, istirahatlah satu hari sebelum memulai tugas mu." ucap Raja Wei.
"Baik, terima kasih Yang Mulia." jawab Yu.
Yu kembali ke kamar, anggota Pasukan Elang telah menunggu nya di sana. Yu menyampaikan perintah Raja Wei selanjutnya kepada teman teman nya, semua terlihat lelah karena baru saja menempuh perjalanan panjang.
"Yang Mulia menyuruh kita untuk istirahat satu hari sebelum memulai penyelidikan." ucap Yu.
"Yang Mulia?" ucap Ti Yi.
"Benarkah Yang Mulia memberikan kita waktu istirahat?" tanya anggota pasukan Elang yang lain.
"Benar kita akan mulai besok malam. Hari ini kalian boleh istirahat." ucap Yu.
"Wah... sepertinya pengaruh Permaisuri benar benar besar. Sekarang Yang Mulia bahkan memberikan kita waktu untuk istirahat." ucap Ti Yi.
"Jangan banyak bicara, kembali lah ke kamar dan istirahat dengan baik." ucap Yu.
"Tok Tok Tok!"
Seorang pelayan mengetuk pintu kamar, Yu membuka pintu dan bertanya kepada pelayan ada urusan apa.
"Permaisuri meminta saya untuk menyampaikan pesan!" ucap pelayan sambil menyerahkan secarik surat.
ISI SURAT
"Bawalah anak anak ke halaman dapur, aku sudah menyiapkan makanan sehat untuk kalian."
"Permaisuri meminta kita untuk kumpul di halaman dapur." ucap Yu.
"Sepertinya kali ini Permaisuri juga menyiapkan makanan enak untuk kita." ucap Ti Yi.
"Permaisuri memang yang terbaik." ucap anggota Pasukan Elang yang lain.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖