
Yuan Yi Zhun kembali ke ruang tamu, dia mengajak Su Li Ching untuk pergi dari kediaman Raja Wei. Namun wanita itu menolak, dia tidak ingin menuruti perintah dari Yuan Yi Zhun.
"Aku tidak akan pergi sebelum Han Ze Xuan menemui ku." ucap Su Li Ching.
"Apa kau sudah gila? Nama Han Ze Xuan bukan nama yang boleh kau sebut sesuka hati mu!" ucap Yuan Yi Zhun.
"Sebentar lagi dia akan menjadi suami ku, tentu saja aku boleh menyebutnya dengan nama apa saja sesuka ku." jawab Su Li Ching.
"Dasar wanita tidak tahu malu! Aku saja muak melihat mu, apalagi Han Ze Xuan yang telah memiliki wanita cantik seperti Huang Se Se, jangan pernah berharap untuk bisa menikah dengan nya!" batin Yuan Yi Zhun.
"Kita harus pergi sebelum hari semakin larut, jika kau tidak ingin pergi dengan kedua kaki mu maka aku akan meminta pengawal untuk menyeret mu!" ancam Yuan Yi Zhun.
"Apa anda berani melakukan nya Yang Mulia?" jawab Su Li Ching.
"Jangan bersikap kurang ajar pada ku hanya karena ayah mu! Aku bahkan bisa membunuh mu sekarang juga di tempat ini!" ucap Yuan Yi Zhun dengan wajah dingin.
Su Li Ching merasa takut mendengar ancaman dari Yuan Yi Zhun, meskipun ayahnya berkuasa, dia bukan apa apa selain pion yang di gunakan ayahnya untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih tinggi.
"Maafkan saya Yang Mulia, saya akan mendengarkan kata kata anda. Tapi sebelum kita kembali, saya mohon izinkan saya untuk berpamitan lebih dulu kepada Yang Mulia Raja Wei." ucap Su Li Ching dengan nada memelas.
"Ikut aku, aku akan membawa mu ke ruangan nya." jawab Yuan Yi Zhun.
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Su Li Ching sambil menunduk.
Yuan Yi Zhun membawa Su Li Ching ke ruang kerja Raja Wei, pengawal yang menjaga pintu tidak memperbolehkan mereka masuk karena Raja Wei saat ini sedang membahas masalah penting dengan Yu dan beberapa anggota Pasukan Elang.
"Kenapa kalian melarang kami masuk?" tanya Su Li Ching dengan wajah kesal.
"Maaf Nona, saat ini Yang Mulia sedang ada rapat penting. Jika anda ingin menemui Yang Mulia, silahkan tunggu hingga rapat ini selesai." jawab salah satu pengawal.
"Apa kau tidak tahu siapa aku? Berani sekali kau meminta ku untuk menunggu di sini!" ucap Su Li Ching dengan nada tinggi.
"Saya memang tidak tahu siapa anda. Tempat ini adalah kediaman Yang Mulia Raja Wei, kami adalah pengawal yang bekerja untuk beliau. Tugas kami adalah melindungi keamanan dan melarang orang asing untuk masuk ke sini!" jawab pengawal yang lain.
"Aku adalah calon Permaisuri kalian! Berani sekali kalian memperlakukan aku sebagai orang asing!" ucap Su Li Ching dengan nada kesal.
Kedua pengawal yang menjaga pintu saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka tertawa.
"Sepertinya Nona ini sudah gila!" gumam salah satu pengawal.
Pengawal yang satu nya lagi hanya mengangguk menyetujui pendapat teman nya.
__ADS_1
"Nona, kami sudah memiliki Permaisuri yang sangat cantik dan baik hati. Saya tidak tahu apakah anda salah bicara atau anda memang memiliki penyakit gila. Tapi tolong jangan sembarangan berkata seperti itu karena itu akan merusak nama baik Yang Mulia." ucap salah satu pengawal.
"Plakkk!"
Su Li Ching menampar pengawal itu, dia merasa tersinggung karena ucapan dari pengawal.
"Apa kau sudah gila?" ucap Yuan Yi Zhun dengan nada datar.
"Yang Mulia, mereka sudah meremehkan saya. Apakah saya tidak boleh menghukum mereka?" jawab Su Li Ching sambil menahan tangisan nya.
"Hahh...! Dasar wanita ular. Apa dia pikir dengan air mata nya itu bisa menipu ku? Dia hanya membuatku semakin muak dan jijik." batin Yuan Yi Zhun.
"Pangeran Yuan, tolong bawa wanita ini pergi, saya yakin Pangeran Yuan mengetahui jika majikan kami tidak menyukai wanita lain mendekatinya." pinta salah satu pengawal yang tidak ingin melanjutkan perdebatan ini.
"Maaf, saya akan segera membawa nya pergi dari sini." jawab Yuan Yi Zhun.
Yuan Yi Zhun menatap wajah Su Li Ching dengan raut wajah kesal, dia segera membuang muka nya ke arah lain karena merasa jijik dengan wanita itu.
"Ayo pergi!" ucap Yuan Yi Zhun.
"Saya tidak akan pergi sebelum melihat wajah Han Ze Xuan!" jawab Su Li Ching dengan suara keras.
"Saya tidak perduli, saya harus bertemu dengan Han Ze Xuan sebelum pergi." jawab Su Li Ching.
"Su Li Ching!!!" teriak Yuan Yi Zhun dengan wajah kesal.
Sementara itu Raja Wei dan para pengawal yang bersamanya di dalam ruang kerja saat ini sangat terganggu dengan pertengkaran mereka.
"Yang Mulia, saya akan keluar untuk mengusir wanita itu!" ucap Yu.
"Apa kamu yakin kamu bisa mengusir wanita gila itu?" tanya Raja Wei.
"Saya akan berusaha dengan keras." jawab Yu.
Seisi ruangan langsung tertawa begitu mendengar jawaban dari Yu.
"Apa kau perlu berusaha keras hanya untuk mengusir satu orang wanita?" tanya Ti San dengan wajah tak mengerti.
"Itu karena wanita gila sangat sulit untuk di singkirkan." jawab Yu.
"Ti San, kamu saja yang mengusirnya." perintah Raja Wei.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." jawab Ti San.
Ti San keluar dari ruang kerja Raja Wei, Yu dan pengawal lain hanya tersenyum kemudian mengintip dari balik pintu.
"Ada apa dengan keributan ini?" tanya Ti San.
"Wanita ini ingin bertemu dengan Yang Mulia, kami sudah memintanya untuk menunggu tapi kemudian dia menampar kami karena kami menertawakan nya." jawab pengawal.
"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Ti San.
"Wanita ini mengaku akan menjadi Permaisuri di kediaman ini, Tentu saja kami tertawa mendengar omong kosong nya." jawab pengawal yang lain.
"Nona, saya tidak tahu jika anda sangat berambisi. Tapi sayang sekali karena kami sudah memiliki Permaisuri yang sangat cantik. Tidak mungkin Yang Mulia akan menjadikan anda sebagai penggantinya." ucap Ti San.
"Secantik apa wanita itu?" tanya Su Li Ching.
"Lebih cantik ribuan kali dari anda!" jawab Ti San.
Kedua pengawal segera mengangguk menyetujui perkataan Ti San, hal itu membuat Su Li Ching semakin marah dan kesal.
Se Se dan Ti Liu baru saja tiba di depan pintu kediaman, penjaga pintu yang mengenali Ti Liu langsung membuka pintu gerbang untuknya.
Ti Liu mengendarai kereta kuda hingga ke halaman, Se Se meminta nya untuk berhenti di depan ruang kerja Raja Wei karena ingin segera menemuinya.
Tanpa di duga, saat dia turun dari kereta, Se Se melihat pemandangan yang membuat perasaan dan emosinya menjadi tidak stabil.
Su Li Ching sedang memeluk Raja Wei, wanita itu bahkan mencoba untuk mencium Raja Wei setelah melepaskan pelukan nya.
"Permaisuri!" panggil beberapa pengawal bersamaan saat melihat Se Se turun dari kereta kuda.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1