The Princess Story

The Princess Story
Pelaku pembunuhan


__ADS_3

ISTANA MATAHARI


"Yang Mulia, saya harus kembali sekarang. Ayah dan kakak akan khawatir karena sudah lama saya tidak pulang ke rumah." ucap Se Se pada Putra Mahkota.


"Saya akan mengantar Anda pulang Putri Huang." ucap Putra Mahkota.


"Tidak perlu Yang Mulia, saya akan pulang sendiri. Saya tidak ingin menimbulkan rumor yang tidak perlu." tolak gadis itu.


"Baiklah jika itu keinginan Anda. Terima Kasih telah menyelamatkan nyawa saya. Jika Putri membutuhkan bantuan saya, silakan datang kapan saja." ucap Putra Mahkota.


Flashback


Pelayan itu membawa Se Se ke sebuah kediaman yang mereka sebut kediaman selir Fu.


"Tinggalkan saja dia di sini. Tuan muda Fu akan segera kembali, ayo kita keluar!" ucap pelayan.


"Ceklek!"


Se Se membuka matanya saat mendengar suara pintu terkunci. Dia hanya pura-pura pingsan saat melihat pelayan itu masuk membawa manisan. Dia tahu arak yang dibawa oleh pelayan mengandung obat tidur.


Sesuai rencana, pelayan itu membawanya kepada pelaku penyiksaan gadis-gadis muda. Dia sudah tidak sabar untuk membunuh orang itu dengan tangannya sendiri.


"Ceklek!"


Pintu terbuka, seorang pria masuk dan mendekat ke tempat tidur. Dia tersenyum puas melihat wajah gadis itu. Wajah cantik yang sangat langka dan membuat semua pria menginginkannya.


Dia menyentuh wajah gadis itu, mata gadis itu terbuka dan dengan cepat menangkap tangan yang sedang menyentuh wajahnya.


Dia mengikat tangan pria itu dengan tali yang tadi mengikatnya.


"Hei pria brengsek, beraninya kau menyentuhku dengan tangan kotormu!" maki Se Se sambil menendang pria itu.


"Apa kau suka bermain kasar gadis cantik?" tanya pemuda itu dengan wajah mesumnya.


Se Se tersenyum sinis dan menjawab, "Ya, aku sangat menyukai permainan kasar."


Dia menarik pemuda itu dan membawanya ke hutan di belakang kediaman. Se Se mengikatnya di sebuah pohon besar dan memulai 'permainan kasarnya'.

__ADS_1


Se Se mulai membuka pakaian pemuda itu dengan menggunakan belati yang ada di tangannya. Pemuda itu tampak menikmati permainan yang dilakukan gadis itu tanpa rasa takut.


"Katakan! Siapa saja pria brengsek yang menjadi pelanggan di sana?" tanya Se Se dengan mengeluarkan cambuknya.


Fu Bing Luo mulai ketakutan saat melihat cambuk itu. Dia mengingat bagaimana cara ia menyiksa gadis-gadis itu di kamarnya.


*Fu Bing Luo \= Nama Tuan muda Fu.


"Plakkk!!" satu cambukan mendarat di tubuhnya.


"Akhhh..."


"Gadis gila, berani sekali kau memukulku dengan cambuk!" bentak Fu Bing Luo.


"Bukankah kau menyukai permainan ini?" jawab Se Se dengan senyum dinginnya.


"Kau! Kau akan kubunuh dengan siksaan perlahan-lahan! Cepat lepaskan aku!" ancam pria itu.


Se Se tertawa sinis dan menjawab, "Membunuhku? Nyawamu saat ini ada di tanganku dan kau berani mengancamku?"


"Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Fu Bing Luo.


"Akhhhh...!"


Terlihat darah keluar dari bekas cambuk di tubuh Fu Bing Luo. Dia meringis kesakitan dan mulai memohon.


"Zhou Han Lu, aku pernah melihat Zhou Han Lu di tempat itu. Selain dirinya aku benar-benar tidak tahu lagi. Tolong lepaskan aku!" ucap Fu Bing Luo memohon di ampuni.


Se Se mendatarkan wajahnya dan berkata, "Melepaskanmu? Kau bahkan tidak kasihan pada gadis yang kau pukuli hingga mati setelah kau permainkan hingga puas. Kenapa aku harus melepaskanmu?"


Se Se mendinginkan wajahnya dan melanjutkan perkataannya, "Kau harus membayar semua perbuatanmu! Dengan nyawamu! 'Zhou Han Lu', dia akan segera ikut denganmu ke neraka!"


"Akhhh... Akhhhh.... Akhhh...!"


Fu Bing Luo menjerit kesakitan, darah sudah membanjiri tubuhnya. Beberapa kali cambuk itu mendarat di wajahnya. Dia berkeringat dingin menahan rasa sakit yang saat ini menjalar di seluruh tubuhnya.


"Lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku!"

__ADS_1


"Bukankah gadis-gadis itu juga memohon padamu? Namun kau tetap memukul mereka hingga mati."


"Aku... mohon... lepaskan... aku....!" ucap Fu Bing Luo dengan suara lemah menahan sakit di tubuhnya.


Se Se melanjutkan siksaannya hingga Fu Bing Luo berhenti bernapas. Dia meninggalkan mayat itu di sana.


Se Se kembali ke kediaman Zhou, namun saat ini dia menyamarkan diri dengan pakaian hitam seperti seorang pembunuh.


Dia masuk ke kamar Zhou Han Lu dan menunggu pemuda itu di sana. Saat Zhou Han Lu masuk ke kamar, pemuda itu mencium bau yang aneh.


Dia mengikat pemuda itu di tiang tempat tidur dan melepaskan pakaian pemuda itu tanpa tersisa.


Pemuda itu tidak bisa melawan karena tubuhnya sudah di beri racun pelemah otot oleh gadis itu. Bau yang tercium oleh Zhou Han Lu adalah racun yang dibuat oleh Profesor Jimm. Racun itu akan melumpuhkan otot penderita hingga tidak mampu bergerak.


Se Se membuat Zhou Han Lu tidak bisa bersuara dengan jarum akupuntur dan mulai menyiksanya dengan kejam. Membalaskan perbuatan keji yang Zhou Han Lu lakukan pada gadis-gadis itu.


Dia teringat bagaimana keadaan gadis yang ada di ruang rahasia itu, Se Se mengepalkan tangannya. Tanpa perasaan kasihan sedikit pun, Se Se mencambuk tubuh Zhou Han Lu, menyayat wajahnya dan menghancurkan jari-jarinya.


"Rasakan sendiri bagaimana penderitaan yang telah kau berikan pada gadis-gadis itu!" batinnya.


Se Se memikirkan berapa banyak gadis yang sudah menjadi korban "burung" pria itu. Matanya mulai berapi-api, dia mengambil pedang yang tergantung di dinding kamar dan menebas "burung plus dua telur" yang tergantung di antara paha Zhou Han Lu.


Mata Zhou Han Lu terus memohon minta dilepaskan. Dia menangis dalam kebisuan yang di akibatkan oleh gadis itu. Zhou Han Lu meninggal karena rasa sakit yang ia terima dan kehabisan banyak darah.


Se Se pergi dari sana, meninggalkan Zhou Han Lu dengan kondisi masih terikat. Saat dia berada di atap untuk menghindari mata pengawal, Se Se mendengar kabar bahwa Raja Wei dan Yu sedang mencarinya. Terjadi percakapan di antara pengawal-pengawal itu.


"Apa Nona cantik itu sudah ditemukan?" tanya seorang pengawal.


"Sudah, tapi keadaannya sangat memprihatinkan." jawab pengawal bertopi.


"Tubuhnya penuh dengan luka cambuk yang masih berdarah, wajahnya sudah tidak dapat dikenali karena luka bakar." sambung pengawal lain.


"Aku mendengar bahwa nona itu meninggal saat dibawa oleh Raja Wei menuju ke sini. Mereka sudah menguburkan mayat Nona itu di gunung." jelas pengawal bertopi.


"Raja Wei dan pengawalnya terlihat sangat sedih." ucap pengawal bertahi lalat.


"Mereka menganggap aku sudah mati?" batin Se Se.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2