The Princess Story

The Princess Story
Ep 98. Hati yang tersakiti


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Kenapa anda terlihat sangat marah pada Ibu Suri?" tanya Han Ze Xing dengan wajah penasaran.


"Wanita itu... dia... dia telah menyiksa sahabat saya, dia telah membunuhnya dengan cara yang kejam. Saya... saya akan membalaskan dendam ini beribu-ribu kali padanya." ucap Se Se dengan menahan isak tangisnya.


Air matanya kembali mengalir, dia tidak bisa menahan kesedihan di hatinya, dadanya terasa sesak karena amarah yang memuncak.


Hati Han Ze Xing terasa sakit melihat air mata dan kesedihan di wajah Se Se. Han Ze Xing memeluk gadis itu, dia membenamkan wajah Se Se di dadanya. Han Ze Xing hanya berniat menenangkan Se Se tanpa ada maksud lain.


Se Se baru sampai di kediaman Raja Wei, dia masuk ke kamar dan melihat wajah Raja Wei yang sedang bersedih di samping bayi-bayinya. Dia memeluk Raja Wei dari belakang dan bertanya, "Apa yang terjadi? kenapa anda terlihat sedih?"


Raja Wei melepas pelukan Se Se, amarahnya memuncak. Pemuda itu merobek seluruh pakaian yang dikenakan istrinya. Dengan kasar dia menarik tangan Se Se dan melempar tubuhnya ke tempat pemandian yang berada di dalam kamar.


Se Se diam membeku ketika mendapatkan perlakuan kasar dari Raja Wei, dia tidak mengerti apa kesalahan yang telah dia lakukan hingga memancing amarah Raja Wei sampai sebesar ini.


Dia menatap wajah Raja Wei dengan perasaan gelisah, "Xuan... ada apa denganmu?" ucapnya dengan nada sedih.


"Apa kau tidak tau? atau kau pura-pura tidak mengetahuinya?" tanya Raja Wei dengan mata penuh amarah.


"Apa salahku?" batin Se Se.


"Kenapa kau tidak menjawabnya? Sampai kapan kau akan menutupinya dariku?" ucap Raja Wei dengan nada tinggi.


" ... "


Se Se hanya diam memikirkan apa yang telah dia lakukan, dia benar-benar tidak tau apa kesalahannya.

__ADS_1


FLASHBACK


Raja Wei melihat kereta kuda yang dia kenali di jalan, dia mengikuti kereta kuda dari belakang. Kereta itu berhenti di Istana Matahari, Raja Wei mengikuti gadis itu dari belakang, namun langkahnya terhenti saat bertemu dengan Kaisar. Dia berbincang sebentar dengan saudaranya itu.


Raja Wei melihat mereka dari jauh, dia melihat Han Ze Xing memeluk Se Se. Gadis itu bahkan membalas pelukan Han Ze Xing.


Raja Wei tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, melihat Han Ze Xing memeluk Se Se membuat Raja Wei salah paham.


Hatinya terasa hancur bagai di tusuk ribuan duri. Dia mengira Se Se berselingkuh dengan Han Ze Xing. Hatinya lebih sakit lagi karena Han Ze Xing adalah keponakan kesayangan Raja Wei.


"Seharusnya aku tidak mengikuti kereta kuda itu. Kalau saja aku tidak mengikutinya, aku tidak perlu mengetahui hubungan mereka. Kalau saja aku tidak mengikutinya, hatiku tidak akan terasa sakit seperti ini." batin Raja Wei.


Raja Wei pulang ke kediaman tanpa berkata apa-apa. Dia masuk ke kamar dan menatap kedua bayinya.


"Apa yang harus aku lakukan pada ibu mu?" ucap Raja Wei dengan wajah sedih.


"Sejak kapan mereka memulai hubungan itu? sejak kapan mereka menjadi sedekat itu? Kenapa aku harus mengetahui hubungan mereka? Andai aku tidak melihatnya, pasti saat ini aku masih merasa bahagia." benak Raja Wei.


...****************...


Raja Wei keluar dari kamar, dia pergi setelah menatap kedua mata istrinya dengan penuh kekecewaan. Se Se keluar dari pemandian, dia mengeringkan tubuhnya dan berganti pakaian.


Se Se duduk termenung di tepi ranjang, dia tidak mengerti kenapa Raja Wei semarah ini. Pria itu belum pernah bersikap kasar padanya, baru kali ini dia melihat amarah Raja Wei ditujukan untuk dirinya.


Hari menjelang malam, Raja Wei belum kembali ke kamar. Hati Se Se menjadi tidak karuan, dia gelisah menunggu Raja Wei yang belum kembali. Se Se terkejut saat mendengar suara keras.

__ADS_1


"Brakkkk!!"


Pintu kamar di buka dengan kasar, Raja Wei masuk ke dalam dan dengan cepat memeluk istrinya. "Kenapa kau melakukan itu padaku? kenapa?" tanya Raja Wei sambil menangis.


"Bau alkohol... dia sedang mabuk?" benak Se Se.


"Xuan... ada apa dengan mu? kenapa kamu sangat marah padaku? Apa kesalahan yang telah kulakukan?" ucap Se Se sambil membalas pelukan Raja Wei.


"Hahhh...! Kau... masih saja berpura-pura." ucap Raja Wei setelah menghela napas.


"Xuan, aku tidak berpura-pura. Aku sungguh tidak tau apa yang telah kulakukan hingga membuatmu marah besar." jawab Se Se dengan nada yang tenang. Dia tidak ingin memancing amarah Raja Wei.


Raja Wei melepas pelukan mereka, dia mencium bibir Se Se dengan paksa. Raja Wei tidak sadar bahwa dirinya telah menyakiti gadis itu. Dia menarik lengan Se Se dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Dia melepas satu persatu pakaian yang dikenakan gadis itu kemudian melahap seluruh bagian inti tubuhnya.


SeSe yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam tanpa perlawanan. Dia masih hanyut dalam pikirannya sendiri, dia terlalu sibuk memikirkan apa salahnya hingga tidak punya waktu untuk melawan kekasaran Raja Wei.


Raja Wei berhenti sesaat, dia menatap wajah Se Se yang diam membeku. "Apakah pria itu pernah melakukan hal ini padamu?" tanya Raja Wei dengan suara getir.


"Pria itu? Siapa?" tanya Se Se dalam hati.


"Kenapa kau tidak menjawab ku? Apa kau lebih mencintainya dari pada aku? Tidak, kau tidak perlu menjawab pertanyaan itu. Walaupun kau menjawab dengan kata 'Ya', aku tetap tidak akan melepaskanmu. Aku tidak bisa membiarkan pria lain merebutmu dariku. Tinggal lah di sisiku selamanya, walaupun kau... tidak mencintaiku lagi." ucap Raja Wei.


Tetesan air matanya jatuh ke pipi Se Se, kini gadis itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Raja Wei. Dia menghapus air mata Raja Wei dan mencium lembut bibirnya. Raja Wei membalas ciuman itu, dia melampiaskan amarah yang telah berganti menjadi gairah.


Malam itu Se Se melayani Raja Wei hingga pria itu tertidur. Se Se menatap wajah Raja Wei yang berbaring di sampingnya, dia memegang pipi pria itu kemudian berkata, "Aku mencintaimu, aku akan selalu berada di sisimu, aku akan selalu setia padamu.

__ADS_1


"Xuan... Apa yang ada di dalam pikiranmu? kenapa kamu bisa berpikir aku selingkuh dengan pria lain? Apakah aku belum cukup membuktikan cintaku? atau sikap ku membuat mu tidak percaya padaku? Kali ini... hanya kali ini aku memaafkan mu. Aku harap, tidak ada lain kali lagi, karena hatiku cukup rapuh untuk disakiti berkali-kali."


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2