The Princess Story

The Princess Story
Ep 126. Bantuan Thien Si Rui


__ADS_3

Se Se menatap pelayan itu dengan tatapan curiga, dengan cepat dia menarik lengan pelayan dan menjatuhkannya ke lantai.


"Siapa yang mengutus mu?" tanya Se Se sambil mencengkram leher pelayan itu.


"Permaisuri, hamba hanya menyampaikan surat itu dari seorang pria yang berambut putih. Hamba tidak tahu apa-apa." jawab pelayan.


"Kenapa kau menuruti perintah dari orang asing? Apa tujuan mu?" tanya Se Se lagi.


"Ham... hamba hanya membantu nya karena pria itu terlihat tampan. Hamba tidak punya tujuan apa pun Permaisuri, tolong maafkan hamba. Hiks..." jawab pelayan itu dambil menangis.


Se Se melepaskan cengkramannya dan membiarkan pelayan itu pergi. Dia menatap kembali surat dari Thien Si Rui dan bertanya dalam hati, "Bagaimana dia bisa tahu aku sedang dikurung? Apakah aku harus menerima bantuan darinya?"


"Brukkk!"


"Lindungi Permaisuri!" teriak salah satu pegawal dari luar.


"Pasukan Elang lindungi kamar ini, pengawal istana serang para pembunuh!"


Terdengar suara perkelahian dari luar kamar, Se Se menyembunyikan kedua anaknya di bawah tempat tidur.


Beberapa menit perkelahian di luar terus belanjut, beberapa anak panah menembus pintu dan menancap di kayu tempat tidur.


"Brakkk!!!"


Pintu kamar terbuka, seorang pria berdiri di depan pintu menghadang beberapa pembunuh yang akan menyerbu masuk ke kamar.


"Thien Si Rui!" ucap Se Se saat melihat wajah pria itu.


"Bawa kedua anak mu dan ikut dengan ku sekarang!" perintah Thien Si Rui sambil menahan serangan pedang dari para pembunuh.


Tanpa berpikir panjang, Se Se menarik tirai tempat tidur, dia mengikat serta menggendong Xin Xin dan Xia Xia dengan menggunakan kain tirai.


Thien Si Rui menarik dan melingkarkan lengannya di pinggang Se Se, dia membawa nya pergi dari tempat itu dengan ilmu peringan tubuh.


Ti Liu memerintahkan Pasukan Elang untuk menghalang para pembunuh yang mengejar Thien Si Rui.


"Lindungi Permaisuri, jangan biarkan mereka mengejarnya!"


Thien Si Rui membawa Se Se ke sebuah penginapan, di sana telah berjaga pasukan Kerajaan Langit.


"Istirahatlah sebentar, saya akan menyiapkan kereta untuk kembali ke Kerajaan Langit." ucap Thien Si Rui.

__ADS_1


"Kenapa saya harus ikut kembali ke Kerajaan Langit?" tanya Se Se.


"Tempat ini sangat berbahaya, anda dan anak-anak akan menjadi target Kerajaan Zhao yang ingin menjadikan kalian sebagai kelemahan Han Ze Xuan. Saya sarankan anda untuk ikut ke Kerajaan Langit agar terhindar dari penyerangan ini, tidak akan ada orang yang tahu bahwa anda berada di Kerajaan Langit. Walaupun mereka tahu, mereka tidak akan berani menyerang Istana Langit." jelas Thien Si Rui.


"Benar, ucapan Thien Si Rui memang masuk akal. Aku akan menjadi kelemahan untuk Han Ze Xuan jika tertangkap, sebaiknya aku menghindar dan bersembunyi untuk sementara waktu. Bayi di perut membuat ku sulit untuk bergerak cepat, aku hanya perlu menunggu hingga bayi ini lahir kemudian pergi mencari Xuan dan membantunya." batin Se Se.


"Maaf merepotkan anda Yang Mulia... Tolong lindungi kami dari pasukan Kerajaan Zhao." ucap Se Se sambil menunduk.


Thien Si Rui mengangguk, "Ini adalah bentuk balas budi saya kepada Han Ze Xuan dan permintaan maaf saya karena telah menyakiti anda beberapa bulan yang lalu."


Thien Si Rui keluar dari ruangan, dia memerintahkan beberapa pengawal untuk melindungi ruangan itu.


Kereta kuda telah di siapkan, Thien Si Rui masuk kembali ke ruangan Se Se dan membantunya menggendong Xin Xin.


"Kita harus berangkat secepatnya sebelum hari mulai gelap." ucap Thien Si Rui.


"Terima Kasih." ucap Se Se.


Kereta berangkat menuju Kerajaan Langit, pengawal Thien Si Rui menyamar sebagai pelayan biasa, mereka berjaga di sekeliling kereta.


Se Se terlihat lelah setelah beberapa jam perjalanan, wajahnya menjadi pucat dan keringat dingin mulai membasahi kulitnya.


"Anda baik-baik saja? Perlukah kita beristirahat sebentar di sini?" tanya Thien Si Rui.


"Maaf membuat anda tidak nyaman." ucap Thien Si Rui.


Se Se menatap wajah Thien Si Rui, "Kenapa Yang Mulia selalu meminta maaf kepada saya? Anda tidak terlihat seperti pemimpin negara."


"Saya bukan orang yang mudah meminta maaf, anda adalah satu-satunya orang yang pernah mendengarkan permintaan maaf dari saya." ucap Thien Si Rui.


"Apakah saya boleh membanggakan hal itu Yang Mulia?" ucap Se Se dengan memaksakan senyumannya.


Thien Si Rui menjawab pertanyaan itu dengan senyuman di wajahnya.


Kereta berhenti di sebuah penginapan, Thien Si Rui menyewa semua kamar di penginapan itu.


Se Se membawa Xia Xia dan Thien Si Rui membawa Xin Xin. Mereka masuk ke kamar yang sama.


"Kita akan sekamar malam ini, tidur di kamar terpisah akan sulit untuk melindungi anda." ucap Thien Si Rui.


"Tapi kamar ini hanya ada satu tempat tidur Yang Mulia." ucap Se Se.

__ADS_1


"Saya akan tidur di kursi, anda dan anak-anak ini bisa tidur di ranjang." ucap Thien Si Rui.


"Terima kasih atas pengertian nya Yang Mulia." jawab Se Se.


"Istirahatlah, kita akan melanjutkan perjalanan besok pagi." ucap Thien Si Rui.


"Tapi aku harus menyusui anak-anak, akan terasa canggung jika menyusui di depan pria asing. Apa yang harus ku lakukan?" batin Se Se.


Se Se menatap anak-anaknya yang sedang tertidur, Thien Si Rui menyadari apa yang di pikirkan oleh Se Se. Dia berbaring di kursi dan membalikkan tubuhnya menghadap dinding.


"Terima kasih Yang Mulia, Thien Si Rui." batin Se Se.


Malam itu berlalu dengan tenang, tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa Se Se di bawa oleh Kaisar Kerajaan Langit.


Sementara itu Pasukan Elang menyusul Raja Wei ke Kerajaan Zhou untuk membantu penyerangan. Surat dari Yu telah sampai sebelum Permaisuri di serang, di dalam surat telah tertulis bahwa Raja Wei meminta bantuan kepada Thien Si Rui untuk melindungi Permasuri dan membawanya pergi dari negara Han.


Pasukan Elang sampai di Kerajaan Zhou dan berkumpul di tenda dalam hutan, mereka menemui Yu dan Raja Wei yang telah menunggu mereka.


"Yang Mulia, Sesuai prediksi anda, pasukan Zhou menyerang kediaman dan menargetkan Permaisuri. Untungnya Kaisar Langit datang tepat waktu dan membantu melawan pasukan Zhou. Permaisuri telah di bawa pergi oleh Kaisar Langit." lapor Ti Liu.


"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Raja Wei.


"Dia?" gumam Ti Liu tidak mengerti.


Yu menatap Ti Liu dan memberi kode "Permaisuri". Ti Liu segera mengerti maksud Yu dan menjawab Raja Wei.


"Permaisuri baik-baik saja, beliau hanya sedikit kesal karena kami tidak mengizinkan beliau untuk keluar dari kamar."


"Kerja bagus, istirahatlah dengan baik. Kita akan menyerang kerajaan Zhou besok malam." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Ti Liu dan Pasukan Elang serentak.


"Tunggulah sebentar lagi, Permaisuri" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2