
Thien Si Rui membawa Se Se masuk ke sebuah ruangan, di dinding ruangan terdapat lukisan seorang pria dengan kharisma yang berwibawa.
"Orang di lukisan adalah ayah ku, Kaisar Kerajaan Langit yang sebelumnya. Beliau meninggal dengan tragis karena Han Ze Xuan. Kalau saja pria itu tidak mengingkari janji, kalau saja dia tidak meninggalkan ayah ku di sana sendirian. Ayah pasti masih hidup bersama ku saat ini." Thien Si Rui menghapus air mata yang menggenang di mata nya.
"Apa yang terjadi pada ayah mu?" tanya Se Se penasaran.
"Han Ze Xuan berjanji akan membawa ayah ku pulang dari medan perang, namun dia meninggalkan ayah ku sendirian. Pria itu kembali ke Kerajaan Han tanpa menepati janji nya. Dia yang telah membunuh ayah ku!" ucap Thien Si Rui dengan mata yang penuh amarah.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian, namun aku tahu sifat Xuan, dia tidak akan melanggar janji nya. Mungkin saja semua ini hanya salah paham." ucap Se Se setelah mendengar penjelasan Thien Si Rui.
"Hahaha... kau adalah istrinya, tentu saja kau menganggap suami mu yang terbaik tanpa mengetahui sifat aslinya yang kejam dan keji." jawab Thien Si Rui dengan tawa getir di bibirnya.
"Terserah anda percaya atau tidak. Saya hanya ingin bertemu dengan bayi saya." ucap Se Se menyudahi pertikaian yang tidak berguna ini.
Thien Si Rui menarik lengan Se Se, wanita itu kini berada di dalam pelukan nya. Dia mencium bibir Se Se dengan paksa, Se Se menggigit bibir pria itu dan melepaskan diri.
Thien Si Rui kembali menariknya dan kali ini dia menghempas tubuh Se Se ke lantai. Dia mulai menyerang Se Se dengan buas. Lehernya kini penuh dengan bercak keganasan Thien Si Rui.
"Menyingkir atau ku ledakkan kepalamu!" ucap Se Se sambil menodongkan pistol di kepala Thien Si Rui.
Thien Si Rui menyeringai, dia tidak merasa takut dengan ancaman Se Se.
"Jika kau ingin bayi mu mati, silahkan bunuh saja aku!" jawab Thien Si Rui dengan senyuman iblisnya.
"Lagi dan lagi pria ini menggunakan nyawa bayi ku sebagai ancaman. Akan ku bunuh dia sebelum pergi dari sini!" benak Se Se.
Thien Si Rui menarik pakaian luar Se Se hingga terlepas, tangan nya kini menyelinap di balik kain putih yang menutupi tubuh Se Se.
"Lepaskan aku! Bajingan brengsek!"
Jijik dan malu, itu lah perasaan yang saat ini di rasakan Se Se. Dia jijik dengan sentuhan jari pria lain di tubuhnya, dia lebih jijik saat Thien Si Rui memaksanya menelan air liur dari lidah yang menyelusup di dalam bibir nya.
__ADS_1
"Brakkk!"
Pintu di buka dengan kasar, Raja Wei yang mendengar teriakan Se Se langsung mendatangi ruangan itu.
Raja Wei sudah berada di Kerajaan Langit sejak tadi malam, dia berkeliling istana dengan menyamar sebagai pengawal untuk mencari Se Se.
Raja Wei mendekat dan menendang tubuh Thien Si Rui. Dia menarik lengan Se Se dan membawa nya menjauh dari Thien Si Rui.
"Maaf, lagi-lagi aku terlambat!" ucap Raja Wei sambil memeluk istrinya.
"Akhirnya kau datang juga Han Ze Xuan. Aku sudah lama menunggu mu." ucap Thien Si Rui.
Raja Wei menatap Thien Si Rui dengan penuh amarah. Jika bukan karena dia telah berjanji pada Kaisar sebelumnya, dia pasti akan segera membunuh pria yang telah menyakiti istri dan anaknya.
Raja Wei melemparkan surat yang dia ambil dari laci ke tangan Thien Si Rui.
"Baca itu, kau akan mengerti semua ini hanya salah paham." ucap Han Ze Xuan.
"Anak ku Thien Si Rui, jika kamu mendapat surat ini maka artinya ayah mu telah meninggalkan dunia fana. Han Ze Xuan datang menolong ayah mu yang sudah sekarat, ayah meminta nya pergi karena memang tubuh ayah tidak dapat bertahan lagi.
"Namun dia tidak pergi dari sisi ayah, demi menolong ayah meloloskan diri, dia menjadi umpan dan akhirnya di tangkap pasukan musuh.
"Kami berada di penjara selama berhari-hari, setiap hari Han Ze Xuan menggantikan ayah untuk di pukuli dan di siksa. Sebagai ganti nya, mereka akan membiarkan ayah di sana tanpa dipukuli.
"Mereka memberi racun yang menghancurkan organ tubuh dari dalam. Han Ze Xuan pada akhirnya berhasil membawa ayah kabur dari penjara, Dia telah menepati janjinya untuk datang menyelamatkan ayah, hanya saja ayah tidak kuat bertahan dan ayah menyerah karena rasa sakit yang sangat menyiksa ini.
Jangan memberi kesulitan pada Han Ze Xuan, dia sudah berkorban banyak untuk membantu negara Langit. Kita seharusnya berterima-kasih kepada pemuda itu. Maafkan ayah sudah meninggalkan beban berat untuk mu."
"Hahaha.... Kenapa? Kenapa kau tidak menunjukkan surat ini dari awal?" tanya Thien Si Rui dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tidak ingin kamu mengetahui penderitaan yang di alami oleh Paman. Tapi sekarang kamu menculik bayi dan permaisuriku, aku tidak punya pilihan lain selain menjelaskan masalah ini pada mu!" jawab Raja Wei dengan wajah dingin.
__ADS_1
"Pergilah! Bayi mu ada di kamar ku." ucap Thien Si Rui dengan wajah sedih.
"Aku sangat ingin membunuhnya ketika dia menyentuh ku. Tapi saat melihatnya menangis seperti ini, entah kenapa aku merasa sedih." batin Se Se.
"Tunggu!" ucap Thien Si Rui sebelum Raja Wei melangkah keluar.
Thien Si Rui mendekati Raja Wei dan Se Se, dia kemudian berlutut di depan mereka.
Raja Wei dan Se Se tentunya sangat terkejut melihat Thien Si Rui yang tiba-tiba bersikap seperti ini.
"Maaf, maafkan aku karena telah menyakiti mu. Maafkan aku karena aku telah ..." Thien Si Rui tidak melanjutkan kata-katanya. Dia tidak tahu harus bagaimana memohon maaf pada wanita yang telah dia perlakukan dengan kasar beberapa hari ini.
"Aku menerima maaf mu, bangun lah. Bukan kah anda seorang Kaisar? Bagaimana bisa anda berlutut di depan kami? Bukan kah anda harus menjaga martabat dan kehormatan seorang Kaisar?" ucap Se Se dengan perasaan iba dan kagum pada Thien Si Rui.
"Berlutut di hadapan orang saat memohon maaf, bukan lah sesuatu yang mudah di lakukan. Pria ini, Kaisar yang bijaksana dan murah hati." benak Se Se.
Masalah dengan Thien Si Rui akhirnya terpecahkan, Raja Wei membawa bayi nya dan Permaisuri kembali ke Kerajaan Han.
Mereka berhenti di sebuah penginapan, Raja Wei meminta pelayan untuk menyiapkan air mandi untuknya.
Se Se baru selesai menidurkan bayi Xia Xia, Raja Wei menarik lengan Se Se dan memeluk tubuh nya.
"Permaisuri, aku ingin..." bisik Raja Wei.
DEG!
Se Se menjadi panik, dia mengingat jejak-jejak yang di tinggalkan Thien Si Rui.
"Jika Xuan melihat nya, apa yang akan dia pikirkan?" benak Se Se.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1