
Raja Wei membawa Se Se ke taman istana, banyak bunga yang sedang bermekaran di sana. Se Se terlihat menyukai keindahan bunga-bunga dan suasana di taman yang nyaman.
Raja Wei menatap wajah Se Se yang tersenyum ceria, hembusan angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut panjang yang menggelitik wajah Raja Wei.
Senyuman gadis itu sangat menggoda, membuat Raja Wei bergairah setiap melihatnya. Raja Wei memeluk tubuh ramping Se Se dari belakang, dia mengikat rambut Se Se ke atas dengan tali pita yang ada di pergelangan tangan nya.
Raja Wei berkali-kali menelan air liur saat menatap leher jenjang istrinya yang tidak lagi tertutupi rambut. Raja Wei menahan gairahnya, dia tidak boleh melakukan perbuatan itu di istana.
Zhao Su Mo dan Li Siang memperhatikan mereka dari seberang, Zhao Su Mo sangat tertarik dengan wajah cantik dan imut milik Permaisuri Raja Wei. Sementara Li Siang ingin mendapatkan hati Raja Wei yang tidak sedikit pun meliriknya.
Zhao Su Mo berbisik di telinga Li Siang, wajah licik nya terlihat menakutkan. Entah rencana jahat apa yang sedang di bicarakan kedua orang itu.
Li Siang berjalan mendekati Raja Wei, dia berpura-pura terkilir dan terjatuh di pelukan Raja Wei. Se Se tampak marah, wanita ini terus menerus menguji kesabaran nya.
Raja Wei melepas tubuh Li Siang dan segera memeluk istrinya yang sedang berwajah kesal.
"Sayang, apa kamu merasa dingin?" tanya Raja Wei sambil mengeratkan pelukannya.
"Ya, di sini sangat dingin. Tapi pelukan Xuan membuat tubuh ku hangat." jawab Se Se, dia membalas pelukan Raja Wei.
Li Siang tampak cemburu dan iri, "Jalang ini lagi-lagi menghalangi rencana ku!" batin Li Siang.
Tak ingin kalah, Li Siang kembali melanjutkan sandiwara nya. Dengan sengaja dia menarik turun pakaian nya hingga melorot memperlihatkan kedua buah melon di dadanya yang masih tertutup kain merah.
"Aghhh...." Li Siang merintih pura-pura kesakitan.
"Tolong bantu aku, kaki ku sepertinya terkilir." ucap Li Siang sambil menunduk agar terlihat sembulan kedua buah melon nya.
Se Se menatap wanita itu dengan aura pembunuh. "Berani sekali wanita ini menggoda Xuan di depan mata ku!" batin Se Se.
Raja Wei tidak memperdulikan rintihan Li Siang, dia masih sibuk memeluk tubuh istrinya yang beraroma bunga persik.
Li Siang masih tidak menyerah, dia menarik lengan Raja Wei dan menjatuhkan kedua melon nya di dada pria itu. Raja Wei terkejut dan menatap wanita yang tengah memeluknya.
Li Siang merasa menang, mata Raja Wei kini menatap buah melon yang bersandar di dadanya. Tapi itu hanya pemikiran Li Siang saja, karena Raja Wei merasa jijik tubuh nya di sentuh oleh wanita murahan.
Raja Wei mendorong tubuh Li Siang hingga terjatuh ke atas tanah. Se Se hanya menghela napas panjang melihat kelakuan wanita itu.
__ADS_1
"Pergi dari sini sebelum kepala mu terpisah dari tubuh!" ucap Raja Wei dengan amarah yang memuncak.
Li Siang ketakutan, dia segera berlari meninggalkan kedua pasangan itu. Zhao Su Mo terlihat kesal dengan rencana nya yang gagal. Namun dia masih punya rencana lain untuk memisahkan Raja Wei dan Permaisurinya.
Raja Wei dan Se Se kembali ke aula perjamuan. Delegasi dari masing-masing negara akan menanda-tangani surat perjanjian perdamaian dengan Kerajaan Han.
Acara itu berjalan dengan lancar hingga tiba giliran Zhao Su Mo, pria itu mengajukan satu syarat yang harus di kabulkan oleh Kaisar Han.
"Katakan apa syarat mu?" tanya Kaisar Han.
"Yang Mulia, saya ingin membawa seorang wanita dari negara ini untuk menjadi selir saya." ucap Zhao Su Mo.
"Siapa wanita itu?" tanya Kaisar Han penasaran.
Zhao Su Mo mengarahkan pandangan mata nya ke Permaisuri Raja Wei.
"Wanita itu, saya menginginkan wanita di samping Raja Wei." ucap Zhao Su Mo sambil menunjuk Se Se.
Darah Raja Wei langsung mendidih ketika mendengar permintaan yang tidak masuk akal dari Zhao Su Mo.
Se Se memegang tangan nya agar Raja Wei meredakan emosi dan amarah. Akan sangat buruk jika terjadi pertumpahan darah, apalagi jika Pangeran Zhao Su Mo mati di negara Han, akan ada alasan bagi Kerajaan Zhao untuk menyerang Kerajaan Han.
"Pangeran Zhao, sepertinya permintaan anda sudah keterlaluan. Bagaimana bisa anda meminta Permaisuri Raja Wei untuk menjadi selir anda." ucap seorang delegasi dari Negara Yuan.
"Bukan kah hanya seorang wanita? Apakah nyawa wanita ini lebih berharga dari pada nyawa seluruh rakyat Negara Han?" jawab Zhao Su Mo dengan senyum merendahkan.
Se Se mengepalkan tangan nya, ucapan Zhao Su Mo benar-benar membuat nya habis kesabaran.
"Berani sekali dia meremehkan ku!" batin Se Se.
"Bagaimana? Apakah Yang Mulia akan memberikan wanita itu kepada ku?" tanya Zhao Su Mo dengan nada mengancam.
"Tentu saja, jika kau bisa mengalahkan aku. Aku akan ikut dengan mu ke Negara Zhao." jawab Se Se dengan senyum iblis di wajahnya.
"Ha ha ha....!"
Zhao Su Mo tertawa keras, dia menganggap remeh wanita yang sedang menantangnya.
__ADS_1
"Baik, aku menyetujui syarat dari mu!" jawab Zhao Su Mo dengan senyum licik.
Raja Wei merasa gelisah, dia cemas jika Se Se tidak bisa menang melawan Zhao Su Mo maka dia harus ikut ke Negara Zhao dan menjadi selir Zhao Su Mo.
"Xuan, percayalah pada kemampuan ku." ucap Se Se pada Raja Wei.
Se Se mengetahui kegelisahan Raja Wei, dia tidak ingin suami nya ikut campur dalam masalah ini. Dia yakin bisa menyelesaikan masalah nya sendiri.
Raja Wei memeluk Se Se, "Kamu harus menang!" ucap Raja Wei di telinga istrinya.
Se Se melepas pelukan Raja Wei, dia meminta Kaisar Han untuk menulis surat perjanjian.
"Perjanjian apa yang Permaisuri inginkan? tanya Kaisar Han.
"Jika dalam pertarungan ini salah satu dari kami kehilangan nyawa, maka pihak yang menang tidak akan bertanggung jawab atas kematian pihak yang kalah. Saya minta perjanjian itu di tulis dan di sah kan oleh semua delegasi yang hadir di sini." jawab Se Se dengan wajah serius.
Semua orang terpana melihat keberanian dan kecerdasan Permaisuri Raja Wei. Dia bahkan memikirkan cara seperti ini untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi.
"Baik, saya menyetujuinya. Bagaimana dengan anda, Pangeran Zhao?" tanya Kaisar Han.
"Saya setuju." jawab Zhao Su Mo dengan yakin.
Zhao Su Mo telah meremehkan lawan berat, dia menganggap wanita adalah makhluk lemah yang tidak berdaya.
Perjanjian di tulis sendiri oleh Zhao Su Mo, dia menanda-tangani surat perjanjian kemudian mengoper ke delegasi lain.
Setelah semua delegasi menanda-tangani perjanjian itu, Zhao Su Mo berdiri dan berkata,
"Ayo kita mulai sekarang!"
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖