The Princess Story

The Princess Story
Episode 261


__ADS_3

Raja Wei mengerti jika istrinya memiliki hati yang lemah dan selalu mengasihani orang lain yang menderita, namun sikapnya itu bisa menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Apalagi saat ini banyak musuh yang mengincar nyawanya, dia hanya ingin melindungi istrinya meskipun cara yang dia gunakan bisa membuat istrinya terkekang.


Se Se menatap suaminya, dia hendak protes karena Raja Wei membatasi kebebasannya.


"Aku bukan lagi anak kecil yang perlu dilindungi, kenapa dia memperlakukan aku seperti orang lemah yang harus di awasi setiap saat? Tapi saat ini Xuan sedang marah besar, sebaiknya aku setujui saja permintaannya. Nantinya, aku hanya perlu keluar diam-diam jika dia tidak memberi izin." batin Se Se.


Raja Wei mengerti apa yang sedang dipikirkan di dalam kepala istrinya yang sekeras batu itu, pria itu mendekatkan wajahnya hingga dahi mereka menempel satu sama lain.


"Aku akan merantai kaki dan tangan mu jika kau keluar tanpa izin!" ucap Raja Wei.


"He... He... Aku tidak akan berani keluar tanpa izin dari Xuan." ucap Se Se dengan memaksakan senyumannya.


Raja Wei memundurkan wajahnya, "Ctakkk!" jari telunjuk Raja Wei mendarat di dahi istrinya.


"Awww! Kenapa dahiku di sentil?" protes Se Se dengan wajah kesakitan karena sentilan jari Raja Wei.


"Baguslah jika kau tidak berani! Itu hukuman untuk hari ini!" jawab Raja Wei.


Se Se mengelus-elus dahinya yang masih terasa sakit, wajahnya terlihat kesal saat menatap sekilas wajah Raja Wei.


"Akan ku balas dia suatu saat nanti!" batin Se Se.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kediaman Huang


Huo Feng mengawasi Ye Yuan dari atas atap paviliun. Pria itu sangat penasaran terhadap Ye Yuan sejak pertama kali dia melihatnya. Beberapa hari ini Huo Feng selalu memperhatikan Ye Yuan, mulai dari pagi hingga menjelang malam.


"Aneh sekali, benar-benar sangat aneh!" batin Huo Feng.


Ye Yuan berada di depan halaman kamarnya, teh hangat dan makanan ringan tersaji di atas meja tempat Ye Yuan duduk.


"Xiao Li, siapkan satu cangkir teh untuk tamu kita!" perintah Ye Yuan.


Seorang pelayan wanita menjawab, "Baik, Tuan muda." wanita itu pergi dari sana dan kembali dengan membawa satu cangkir kosong di tangannya.


"Ini cangkir nya, Tuan muda." ucap Xiao Li setelah meletakkan cangkir di atas meja.

__ADS_1


Ye Yuan menuang teh hangat yang ada di teko ke dalam cangkir kosong di depannya.


"Silahkan diminum sebelum tehnya menjadi dingin!" ucap Ye Yuan sembari menggeser cangkir teh ke samping meja.


Huo Feng bertanya dalam pikirannya, "Dengan siapa dia berbicara? Denganku? Apakah dia menyadari keberadaanku?"


"Anda sudah beberapa hari melihat saya dari sana, tidakkah anda merasa lelah?" ucap Ye Yuan lagi sambil mengesap teh hangat yang beraroma bunga.


Huo Feng tersenyum, "Mereka benar-benar mirip!" ucapnya dalam hati.


Pria itu akhirnya turun dari atap, dia mendarat di depan Ye Yuan yang masih duduk menikmati teh hangatnya.


"Silahkan duduk!" sambut Ye Yuan dengan senyuman ramah.


"Ini pertama kalinya aku disambut dengan teh hangat ketika mengintai kediaman seseorang." ucap Huo Feng yang baru saja mendaratkan bokongnya di atas kursi batu yang berada di depan Ye Yuan.


"Kalau begitu, sering-seringlah mengintai kediaman ini, Saya akan selalu menyambut anda disini." ucap Ye Yuan sambil menatap wajah Huo Feng.


"Anda ini benar-benar orang yang aneh dan menarik ya!" ucap Huo Feng.


"Apakah kamu tidak akan bertanya siapa aku?" tanya Huo Feng.


"Apakah anda akan menjawabnya jika saya bertanya?" Ye Yuan balik bertanya kepada pria yang ada di depannya.


Huo Feng mengangkat cangkir teh yang ada di depannya, dia mengesap teh yang masih hangat itu kemudian menjawab, "Aku akan menjawabnya jika anda bertanya."


Ye Yuan menatap Huo Feng, dalam hati pria itu berkata, "Aku akan dalam masalah jika pria ini adalah seorang musuh, kekuatan yang dia miliki terasa sangat mengerikan. Tapi, melihat sikapnya saat ini, dia tidak terlihat seperti orang yang berbahaya."


"Kalau begitu, saya akan memperkenalkan diri terlebih dulu, nama saya Ye Yuan, bolehkah Tuan memperkenalkan diri anda?" ucap pria itu sambil berdiri.


"Pfff... Hahaha..."


Huo Feng tertawa melihat reaksi dan jawaban dari Ye Yuan, dia ikut berdiri dan memperkenalkan dirinya sambil menatap pria itu.


"Nama saya Huo Feng."


"Senang berkenalan dengan anda, Tuan Huo Feng." ucap Ye Yuan sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Huo Feng membalas sikap hormat yang ditunjukkan oleh Ye Yuan, pria itu ikut menundukkan kepalanya di depan Ye Yuan sambil berkata, "Senang berkenalan dengan anda, Tuan Ye Yuan."


Ye Yuan dan Huo Feng kembali duduk di kursi masing-masing, Ye Yuan mempersilahkan Huo Feng untuk menikmati teh dan makanan ringan yang ada di atas meja.


Beberapa saat suasana menjadi hening, kedua pria itu hanya duduk menikmati teh bersama sambil menikmati hangatnya sinar matahari pagi.


Seorang pelayan mendekati tempat itu, Ye Yuan menoleh ke arah pelayan sambil bertanya, "Ada apa?"


"Tuan muda, ada surat dari kediaman Raja Wei." ucap pelayan itu sambil menyerahkan surat ke tangan Ye Yuan.


Ye Yuan membuka surat itu kemudian membacanya dalam hati.


"Kak Ye Yuan, tolong temui saya malam ini di depan penginapan Long. Saya akan menunggu hingga Kakak datang!"


"Se Se?" gumam Ye Yuan sambil menatap surat yang ada di tangannya.


Huo Feng menatap surat itu, "Surat dari majikan? Apakah terjadi sesuatu dengannya?" batin Huo Feng.


"Apakah anda memerlukan bantuan?" tanya Huo Feng sambil melihat wajah Ye Yuan yang kelihatan cemas.


Ye Yuan melipat surat itu dan meletakkannya di atas meja. Dia membalas tatapan Huo Feng, "Tidak, ini hanya surat dari adik perempuan saya."


"Sepertinya hubungan anda dan adik anda sangat baik." ucap Huo Feng.


"Ya, dia adik yang sangat manis dan berharga bagi saya." jawab Ye Yuan sambil tersenyum.


"Dia memang wanita yang sangat berharga." jawab Huo Feng dalam pikirannya.


Ye Yuan yang masih tersenyum berkata, "Adik saya meminta saya untuk menemuinya nanti malam, saya jadi tidak sabar menanti malam ini tiba!"


"Anda pasti sangat merindukannya, kebahagiaan di wajah anda terlihat sangat jelas." jawab Huo Feng.


"Entah kenapa aku merasa seperti bertemu dengan seorang teman lama, ini pasti karena aku sudah terlalu lama menyendiri dari pergaulan sosial." batin Ye Yuan.


Wajah Huo Feng terlihat dingin dengan tatapan mata yang serius. "Wanita itu mengajak Ye Yuan bertemu? Mungkinkah? Hahhh... Sepertinya malam ini aku akan sangat sibuk!" ucap Huo Feng dalam hati.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2