The Princess Story

The Princess Story
Ep 192. Tembok penghalang


__ADS_3

"Lihat aku! Apakah Xuan masih tidak mengingat wajah ku?" ucap Se Se.


"Mirip, dia memang mirip dengan wajah gadis yang sudah mulai samar samar di ingatan ku. Tapi saat aku berumur 10 tahun, gadis itu sudah berumur sekitar 20 tahun. Apakah mungkin mereka adalah orang yang sama?" batin Raja Wei.


Seolah mengetahui isi pikiran Raja Wei, Se Se menjawab pertanyaan di dalam hati pemuda itu.


"Benar, aku adalah gadis itu. Aku adalah gadis yang telah menitipkan Ti Liu kepada Xuan, aku adalah gadis yang telah mengambil ciuman pertama Xuan dan juga ... Aku ... yang telah meminta Xuan untuk menikah dengan ku saat dewasa." ucap Se Se.


"Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin? Gadis di dalam ingatan ku sudah berumur 20an tahun saat aku berumur 10 tahun." ucap Raja Wei.


"Itu karena aku kembali ke masa lalu, pria yang berada di samping ku saat itu adalah Liu. Dia yang sudah membawa ku ke ruangan gelap tempat anak kecil itu menderita. Dia juga yang telah membawa ku menuju kediaman Xuan saat itu." ucap Se Se.


"Apakah Ti Liu mengatakan bahwa anak kecil itu adalah diri nya?" tanya Raja Wei.


"Tidak, dia tidak pernah memberitahu aku tentang masalah itu. Aku hanya menebaknya saja setelah memikirkan beberapa hal aneh saat Liu membawa ku ke ruangan gelap itu. Ruangan gelap itu ... seperti nya menjadi trauma di dalam hati Liu.


"Dia yang selalu memasang wajah dingin dan kaku, saat ini terlihat seperti orang yang berbeda. Aku ingin melindungi dan membuatnya bahagia, cukup sudah dia menderita di masa kecilnya." ucap Se Se menjelaskan.


"Maaf, aku tidak mengetahui hal itu. Aku merasa cemas dan gelisah melihat kamu membelai rambutnya seperti itu. Hati ku merasa terancam melihat kedekatan kalian berdua." jawab Raja Wei.


"Xuan ... Apakah aku terlihat sangat murahan di mata mu? Atau di hati Xuan, aku adalah wanita yang sangat mudah berpindah hati kepada pria lain?" tanya Se Se.


"Bukan seperti itu, aku hanya merasa tidak tenang dan takut kehilangan kamu. Aku tidak pernah berpikir buruk seperti itu tentang diri mu." jawab Raja Wei dengan wajah gelisah.


"Aku tahu Xuan cemburu, tapi tolong jaga perasaan ku juga. Aku hanya manusia biasa yang perlu hidup bersosialisasi. Xuan tidak boleh memperlakukan orang orang di dekat ku dengan kasar seperti yang baru saja terjadi." ucap Se Se.


"Maaf, aku akan mencoba untuk menahan perasaan cemburu ini. Aku berjanji tidak akan melakukan hal seperti tadi lagi." ucap Raja Wei.


"Kemari lah!" ucap Se Se sambil menepuk tempat tidur, dia memang duduk di tempat tidur sejak masuk ke kamar.


Raja Wei menuruti perintah dari istrinya, dia berjalan mendekat ke tempat tidur dan duduk di samping Se Se.

__ADS_1


Se Se menyandarkan kepala nya di pundak Raja Wei, dia mengalungkan lengannya ke tubuh suami nya itu.


"Aku juga minta maaf, aku akan lebih berhati hati agar tidak membuat Xuan cemburu. Aku akan lebih menjaga perasaan Xuan. Maafkan aku ... " ucap Se Se.


"Xuan merasa tidak tenang karena tidak mempercayai rasa cinta ku kepada nya. Xuan tidak mempercayai perasaan ku untuk Xuan sebesar perasaan yang dia miliki untuk ku.


"Tidak ... Lebih besar! Rasa cinta ku kepada Xuan sangat sangat besar sampai aku sendiri tidak dapat mengungkapkan perasaan itu. Aku bahkan rela kehilangan semua nya hanya demi bersama Xuan.


"Bagaimana cara agar Xuan menyadari hal ini? Jika Xuan selalu meragukan perasaan ku untuk nya, rasa ragu ini akan menjadi tembok dan penghalang dalam hubungan kami. Kelemahan ini ... akan menjadi celah bagi seseorang yang berniat untuk memisahkan kami." batin Se Se.


"Xuan, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada mu." ucap Se Se.


"Ada apa?" tanya Raja Wei.


"Apapun yang terjadi, tolong jangan pernah meragukan cinta ku untuk Xuan. Aku tidak akan melakukan perbuatan yang menyakiti perasaan Xuan. Aku juga tidak akan pernah menghianati Xuan, dalam hidup ku ... Xuan adalah satu satu nya orang yang paling berharga. Tolong percayalah kepada ku!" ucap Se Se.


"Apa yang kamu katakan? Aku selalu percaya kepada mu." jawab Raja Wei.


"Mungkin Se Se benar, aku tidak percaya kepadanya. Aku selalu merasa cemas dan takut kehilangan gadis kecil ku. Aku selalu takut jika suatu hari pria lain akan merebut kamu dari sisi ku." batin Raja Wei.


"Aku tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi." ucap Raja Wei.


"Apakah Xuan bisa lebih percaya kepada ku? Apakah Xuan bisa lebih yakin jika aku hanya mencintai Xuan saja?" tanya Se Se.


"Bolehkah aku menjawab dengan jujur?" tanya Raja Wei.


"Ya, aku membutuhkan jawaban yang jujur dari Xuan agar hubungan kita tidak mudah retak." jawab Se Se.


"Aku merasa tidak percaya diri, Permaisuri ku sangat cantik dan pintar. Banyak pria lain yang berusaha merebut Permaisuri dari sisi ku. Aku merasa tidak tenang jika memikirkan suatu hari nanti akan tiba saat seorang pria muncul dan merebut hati mu. Aku tidak yakin apakah kamu akan terus berada di sisi ku." ucap Raja Wei.


"Dasar bodoh!" ucap Se Se sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku memang bodoh. Aku menjadi lebih bodoh karena terlalu mencintai Permaisuri ku." jawab Raja Wei.


Se Se memegang kedua pipi Raja Wei menggunakan kedua telapak tangan nya, dia memajukan wajah nya mendekat ke wajah Raja Wei.


"Xuan, dengarkan kata kata ku dengan jelas. Aku tidak akan pernah meninggalkan Xuan karena pria lain. Aku akan selalu berada di sisi Xuan hingga Xuan bosan dan lelah melihat ku. Saat itu, jika Xuan mengusirku pun, aku tidak akan pergi dari sisi Xuan. Aku harap Xuan akan selalu ingat kata kata ku ini." ucap Se Se.


"Benarkah?" tanya Raja Wei.


Se Se mengangguk beberapa kali, "Benar, jadi tolong simpan kata kata ini di dalam hati. Walaupun mati, roh ku akan selalu berada di sisi Xuan, aku tidak akan pernah meninggalkan Xuan meskipun sudah menjadi hantu gentayangan." ucap Se Se.


"Jangan berkata seperti itu, kamu harus hidup lama dan panjang umur. Kamu harus berumur lebih panjang dari ku agar bisa berada di sisi ku selama nya." jawab Raja Wei.


Raja Wei memeluk Se Se dengan erat, perasaan gelisah dan cemas di hati nya telah menghangat berkat kata kata yang di ucapkan oleh Se Se.


"Terima kasih karena telah mengatakan kata kata itu. Aku minta maaf karena selama ini selalu meragukan cinta mu." ucap Raja Wei.


"Aku yang harus minta maaf karena aku tidak bisa mengungkapkan perasaan ku untuk Xuan dengan lebih jelas. Jika dari awal aku mengatakan nya, Xuan pasti tidak akan merasa gelisah seperti ini." jawab Se Se.


"Ada satu hal yang harus aku katakan kepada mu." ucap Raja Wei.


"Katakan lah, aku akan mendengarkan semua kata kata Xuan." jawab Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2