
"Tidak." jawab Zhun Tian dengan suara pelan.
"Lalu apa yang ingin anda lakukan dengan datang ke tempat ini?" tanya Se Se.
Di wajah Zhun Tian terlihat rasa penyesalan yang dalam, dia kemudian menjawab, "Saya hanya ingin melihat wajah anda... dan..."
Se Se menatap Zhun Tian sembari menunggu kata apa yang hendak dia ucapkan lagi.
"Dan... Meskipun sudah terlambat mengatakan ini, aku ingin berterima kasih kepada anda karena berkat anda, saya masih hidup hingga sekarang." ucap Zhun Tian setelahnya dia menyambung kalimat melalui pikirannya, "Berkat anda, saya mewujudkan keinginan terbesar saya dalam hidup. Mimpi buruk yang sudah bertahun-tahun menyiksa batin saya, mimpi itu sirna begitu saja tanpa jejak sejak saat itu."
"Saya tidak memerlukan ucapan terima kasih dari anda, tapi saya senang anda sudah mengucapkannya dengan tulus. Saya akan menganggap ucapan anda sebagai tanda permintaan maaf karena anda sudah mencoba untuk membunuh saya. Sebagai gantinya, bolehkah anda memberitahu saya, siapa Tuan yang anda layani? Siapa orang yang ingin membunuh saya?" tanya Se Se dengan wajah serius.
"Lu Ching Cheng." jawab Zhun Tian tanpa ragu-ragu sedikitpun.
"Kenapa? Saya bahkan tidak mengenal pria itu." tanya Se Se.
Zhun Tian mengeluarkan sebuah buku, dia memberikan buku itu kepada Se Se. Wanita itu membuka buku tersebut dan mencoba untuk mencari tau apa isi di dalamnya.
Setelah melihat beberapa lembar halaman pada buku tersebut, Se Se memperlihatkan rasa terkejut di wajahnya.
"Ini...!"
"Itu adalah buku yang bisa membuktikan kejahatan Lu Ching Cheng dan juga para komplotannya." ucap Zhun Tian sebelum Se Se mengatakannya.
Seakan tidak percaya dengan bukti yang ada di tangannya, Se Se bertanya, "Kenapa anda memberikan ini kepada saya?"
"Tentu saja itu karena hanya buku itu yang bisa menjatuhkan Lu Ching Cheng dan juga Yohanes, orang yang ingin membunuh mu! Aku akan menghancurkan mereka dengan segala cara, agar mereka tidak dapat menyentuhmu lagi!" jawab Zhun Tian dalam pikirannya.
Karena melihat Zhun Tian terdiam tidak menjawab pertanyaannya, Se Se kembali bertanya kepada pria itu.
__ADS_1
"Kenapa anda memberikan buku ini kepada saya?"
"Anggap saja itu hadiah pertemuan kembali dari saya." jawab Zhun Tian.
"Terima kasih karena sudah memberikan bukti ini kepada saya." ucap Se Se sembari menatap buku yang dia pegang. Dia benar-benar berterima kasih karena telah mendapatkan bukti kejahatan orang yang telah melukai Ti San dan Ti Liu.
"Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan." jawab Zhun Tian.
"Anda tidak boleh berlama-lama disini, pergilah sebelum suami saya kembali!" ucap Se Se.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disaat itu juga Raja Wei sudah berdiri di depan pintu dengan memasang amarah yang tidak terkendali. Dia sangat terpukul melihat istri yang dia cintai bertemu dengan pria lain. Apalagi pria itu adalah seorang pria muda yang memiliki wajah tampan. Kesalahpahaman pun akhirnya muncul di benak Raja Wei yang pencemburu.
Raja Wei berlutut di depan istrinya, dengan wajah menyesal dia berkata, "Maafkan aku, aku memang bodoh jika menyangkut tentang dirimu. Maafkan aku!"
"Xuan, aku baik-baik saja. Luka ini juga tidak terlalu dalam, hanya kulitku saja yang srdikit tergores." ucap Se Se mencoba menghibur Raja Wei.
"Yu...!!!" Se Se menyebut nama asisten suaminya itu dengan wajah kesal.
"Saya tau anda berniat menghibur Yang Mulia, tapi ini semua tidak benar! Beliau harus di tegur secara keras karena perbuatan beliau kali ini sudah sangat keterlaluan! Untung saja pedang itu tidak mengenai jantung Permaisuri! Apa jadinya jika jantung anda ikut berlubang? Permaisuri bisa saja mati! Tidak, Tidak bisa... Pokoknya Yang Mulia harus di tegur secara keras!"
Suara ocehan Yu memenuhi seisi ruangan. Pria itu terlihat sangat marah dan kecewa melihat perbuatan Raja Wei yang dinilai keterlaluan olehnya. Selama beberapa saat, dia terus mengomel tanpa henti. Tentu saja omelan itu membuat Raja Wei semakin merasa bersalah, pria itu terus meminta maaf di depan istrinya meskipun Se Se sudah memintanya untuk berhenti meminta maaf.
"Sudah cukup! Yu berhenti!" bentak Se Se yang sudah tidak tahan melihat Raja Wei tertekan.
Yu akhirnya terdiam, dia menatap pasangan suami istri itu dengan wajah kesal.
Bukan berarti Yu tidak menghormati tuannya, dia hanya kesal ketika memikirkan kemungkinan terburuk yang akan dihadapi oleh Raja Wei jika pedang itu sampai masuk ke jantung Se Se, mungkin pria itu juga akan mati mengikuti jejak istrinya ke alam baka. Yu tidak ingin hal seperti ini terjadi, itu sebabnya dia terus mengomeli tuannya itu agar dia tidak lagi bertindak impulsif dikemudian hari.
__ADS_1
"Yu, dengarkan aku! Ini semua adalah salahku, aku seharusnya tidak bertemu dengan pria itu, aku seharusnya melaporkan jika ada seorang pria yang terus-terusan mendatangi kamarku. Aku yang bersalah karena merahasiakan hal ini dari Yang Mulia. Jika ada seseorang yang harus disalahkan dan diomeli atas kejadian ini, orang itu adalah aku, bukan Yang Mulia."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu, Raja Wei masih merasa bersalah terhadap istrinya. Dia selalu teringat hal buruk yang dia lakukan setiap kali melihat bekas jahitan di dada istrinya.
"Maafkan aku!" itulah kata-kata yang selalu diucapkan oleh Raja Wei setiap kali dia menatap luka itu.
Buku yang diberikan oleh Zhun Tian sudah diserahkan kepada Kaisar, Pangeran Yohanes yang menjadi dalang dibalik semua kejahatan ini juga sudah dilaporkan. Hanya saja pria itu sudah kabur lebih dulu sebelum dirinya di tahan.
Sebuah kereta kuda dari kekaisaran meminta izin masuk ke kediaman Raja Wei, seorang pengawal melaporkan hal ini kepada majikannya.
Tidak lama kemudian pengawal iti muncul kembali dan mengizinkan kereta kuda untuk masuk.
"Permisi, saya ingin bertemu dengan Permaisuri. Bisakah anda menyampaikan hal ini kepada beliau?" tanya Pangeran Arnold.
"Ya, tolong tunggu sebentar." jawab salah satu pelayan.
Se Se menerima permintaan Pangeran Arnold, pelayan mengantar pria itu menuju ke paviliun utama.
"Tolong tunggu sebentar disini, Yang Mulia akan segera tiba." ucap prlayan.
"Terima kasih." jawab Pangeran Arnold.
"Pangeran Arnold, ada keperluan apa anda mencari saya?" tanya Se Se yang baru saja tiba di paviliun.
"Saya ingin meminta bantuan kepada anda, Permaisuri." jawab Pangeran Arnold.
"Bantuan seperti apa yang anda butuhkan?" tanya Se Se.
__ADS_1
"Saya ingin Mariane melupakan semua kejadian yang pernah terjadi dengan menghapus ingatannya." jawab Pangeran Arnold.
^^^BERSAMBUNG...^^^