
Ingin rasanya Raja Wei segera masuk dan membunuh pria itu, namun dia mencoba menahan perasaan emosi nya. Raja Wei merasa bimbang dengan apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Haruskah aku masuk dan menangkap perilaku rendah Permaisuri ku? Jika aku melakukan itu, maka hubungan kami tidak akan pernah bisa kembali seperti semula. Apa yang harus aku lakukan? Aku bisa saja membunuh pria itu secara diam diam, tapi setelah itu, apa yang harus aku lakukan kepada Se Se? Kenapa dia melakukan hal ini kepada ku? Sejak kapan dia memiliki kekasih lain?" batin Raja Wei.
Raja Wei akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruang kerja, dia memilih untuk menutup sebelah mata atas kejadian yang baru saja dia lihat tadi.
Hari menjelang malam, Raja Wei kembali ke kamar dengan langkah yang berat. Berat rasa nya untuk berhadapan dengan gadis yang dia anggap telah menipu nya selama ini.
"Apa yang harus aku lakukan pada mu? Kenapa kamu melakukan semua ini? Kenapa kamu menghianati cinta kita?" gumam Raja Wei sambil menatap ke pintu kamar.
Raja Wei tidak masuk ke kamar nya, dia hanya duduk di taman yang berada di depan kamar nya sambil menatap dan membayangkan hal apa yang telah terjadi di dalam sana ketika dia tidak berada di kamar.
"Yang Mulia, kenapa anda berada di sini?" tanya Yu.
Yu baru saja menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Raja Wei, dia hendak melaporkan masalah yang terjadi di luar kota. Namun dia merasa bingung ketika melihat Raja Wei duduk seorang diri di depan kamar dengan wajah yang sangat putus asa.
"Yu, apa yang harus aku lakukan pada seorang penghianat?" tanya Raja Wei.
"Bukan kah Yang Mulia selalu membunuh semua penghianat?" jawab Yu dengan wajah bingung.
"Benar, aku selalu membunuh mereka. Tapi aku tidak sanggup membunuh nya." ucap Raja Wei sambil menatap ke arah kamar.
Yu mengikuti arah pandangan Raja Wei, dia baru mengerti siapa penghianat yang di maksud oleh majikan nya itu.
"Yang Mulia, saya tahu saya tidak berhak ikut campur dalam urusan ini. Tapi saya harap Yang Mulia memikirkan dengan baik apakah penghianat yang anda maksud benar benar seorang penghianat atau Yang Mulia hanya salah menilai. Jangan sampai anda menghancurkan hubungan karena salah paham. Jangan sampai Yang Mulia menyesali nya di kemudian hari." ucap Yu.
Setelah memberi hormat, Yu pergi meninggalkan Raja Wei tanpa melaporkan hal yang ingin dia laporkan.
"Tidak ada guna nya aku melaporkan hal itu sekarang, pikiran Yang Mulia masih kacau karena Permaisuri." batin Yu.
__ADS_1
Raja Wei terus duduk di taman hingga tertidur, Se Se mencari Raja Wei saat dia terbangun di subuh hari. Dia membuka pintu kamar dan melihat suami nya sedang tertidur dengan posisi duduk.
Se Se mengambil selimut, dia menyelimuti tubuh Raja Wei yang terlihat kedinginan.
"Kenapa Xuan tidur di sini? Apa yang dia lakukan di taman hingga tertidur?" batin Se Se.
Se Se menemani Raja Wei duduk di taman hingga pria itu terbangun. Raja Wei terlihat sedih ketika menatap wajah istrinya yang sedang terlelap di samping tempat duduknya.
"Kenapa kamu melakukan hal itu? Apakah aku tidak cukup baik untuk mu?" tanya Raja Wei sambil mengelus wajah Se Se.
"Xuan ... Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!" gumam Se Se dalam tidurnya.
"Dalam mimpi pun, kamu masih mencoba menipu perasaan ku." ucap Raja Wei.
Raja Wei menggendong Se Se masuk ke dalam kamar, dia membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang kemudian menyelimuti nya.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu, walaupun hati mu milik pria lain, aku tidak akan keberatan selama kamu berada di sisi ku." ucap Raja Wei.
"Apakah pria itu telah menyentuh tubuh istri ku? Apakah dia juga pernah mandi bersama istri ku? Sudah berapa kali mereka melakukan hal ini?" muncul pertanyaan pertanyaan yang membuat Raja Wei semakin sakit hati ketika memikirkan jawaban yang tidak ingin dia dengar.
"Xuan ... " panggil Se Se ketika melihat Raja Wei di dalam kolam.
"Keluar!" ucap Raja Wei dengan nada tinggi.
"Xuan!" panggil Se Se lagi dengan wajah sedikit terkejut karena bentakan Raja Wei.
"Keluar!" bentak Raja Wei dengan nada yang lebih tinggi dan wajah dingin.
"Apakah aku melakukan kesalahan? Kenapa Xuan bersikap seperti ini?" batin Se Se.
__ADS_1
Karena tidak ingin terjadi keributan, Se Se akhirnya menuruti perintah dari Raja Wei. Dia hanya mengambil jubah bulu dan keluar tanpa mengganti pakaian nya.
Setelah selesai membersihkan diri dan menenangkan pikiran nya, Raja Wei mengenakan pakaian dan pergi ke ruang kerja seperti biasanya.
Hari itu dia lalui dengan perasaan kacau dan gelisah, sepanjang hari yang dia pikirkan hanya wajah gadis kecil nya. Dia merasa bersalah telah membentak Se Se tadi pagi.
Raja Wei kembali ke kamar lebih awal, dia mencari keberadaan Se Se namun dia tidak menemukan gadis itu di manapun.
"Apa kalian melihat Permaisuri?" tanya Raja Wei kepada pelayan yang lewat di depan nya.
"Kami tidak melihat Permaisuri sejak pagi hari." jawab pelayan.
Raja Wei menghela napas panjang, dia semakin gelisah karena memikirkan kemungkinan jika gadis kecilnya telah melarikan diri bersama kekasih gelap nya.
"Kemana dia pergi? Seharusnya aku tidak mengusirnya tadi pagi. Ini semua kesalahan ku." gumam Raja Wei.
Raja Wei terus menunggu hingga malam tiba, namun Se Se tidak pernah kembali ke kediaman. Yu dan para pengawal telah di perintahkan untuk mencari keberadaan Se Se di luar kediaman. Beberapa pengawal kembali tanpa hasil, mereka tidak menemukan keberadaan Se Se.
Raja Wei tampak sangat ketakutan, dia takut Se Se akan pergi dari hidupnya dan tidak akan pernah kembali lagi.
Sementara Yu hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia telah menasehati majikan nya itu agar tidak melakukan hal yang akan membuatnya menyesal, namun Raja Wei masih saja terpancing emosi dan melakukan kesalahan fatal.
"Di mana dia berada? Apakah dia telah memutuskan untuk meninggalkan aku?" ucap Raja Wei.
Raja Wei memerintahkan pengawal untuk membawa Su Li An ke hadapan nya. Gadis itu di seret oleh dua orang pengawal dan di paksa untuk berlutut di depan Raja Wei.
"Katakan pada ku! Siapa pria itu?" tanya Raja Wei.
"Hahaha... Yang Mulia, bukan kah anda sudah tahu siapa orangnya? Bukan kah anda telah melihatnya sendiri?" jawab Su Li An sambil tertawa keras.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang telah di lihat oleh Yang Mulia?" batin Yu.
^^^BERSAMBUNG...^^^