The Princess Story

The Princess Story
Rasa Cemburu!


__ADS_3

Nyonya Xin dengan sengaja menjatuhkan sebuah cangkir di depannya.


"Maaf, saya terlalu ceroboh." ucap Nyonya Xin yang kemudian memanggil suaminya untuk berbicara di balik ruang tamu.


"Suamiku, kita akan segera menjadi besan dengan keluarga Ou. Kita tidak boleh merusak suasana ini. Harus menjalin hubungan baik dengan besan agar putri kita bisa bahagia saat menikah." ucap nyonya Xin membujuk suaminya.


"Kata-katamu memang benar, Terima Kasih sudah mengingatkanku!" ucap Tuan Besar Huang.


Mereka kembali ke ruang tamu dan meminta pelayan menyajikan makanan. Lin Wan dan Min Wan sudah siap merias diri dan mengganti pakaian mereka.


Sementara Huang Se Se masih terbengong di atas tempat tidur memikirkan apa yang tadi dilakukan Raja Wei padanya.


"Nona, cepat ganti pakaian anda, dan berdandanlah dengan cantik." ucap Ling Er.


"Hari sudah gelap, untuk apa berdandan?" tanya Se Se yang belum mengetahui kedatangan tamu di rumahnya.


"Nona, Keluarga Ou ada di sini!" jawab Ling Er meninggikan suaranya.


Se Se membeku sejenak, dia tidak menyangka Ou Yang Chien akan membawa keluarganya berkunjung.


"Apa lagi yang pria itu inginkan?" tanya Se Se dalam batinnya.


Lin Wan dan Min Wan tiba bersamaan, mereka terpesona melihat wajah Ou Yang Chien yang sangat tampan. Pemuda itu mengenakan pakaian berwarna merah dengan beberapa corak garis putih.


Rambut panjangnya berwarna putih perak bercahaya. Pupil mata biru, alis tebal dan rapi serta tahi lalat kecil di bawah matanya, menjadi keindahan di wajah pemuda itu.


Mereka memandangi wajah pria itu tanpa berkedip. Ou Yang Chien yang menyadari tatapan kedua gadis itu, mulai terganggu dan merasa kesal.


Jenderal Ou, Nyonya Ou dan Ou Yang Chien duduk bersampingan di sebuah meja bundar yang ada di ruang tamu.


Min Wan, Lin Wan, Nyonya Xin dan Tuan Huang duduk bersampingan. Ye Yuan duduk di samping kursi Min Wan.


"Selamat malam ayah, kakak, Jenderal Ou dan Nyonya Ou. Maaf saya terlambat!" ucap Se Se yang baru saja tiba di ruang itu.


"Kemarilah!" perintah Ou Yang Chien sambil menggerakkan empat jari tangannya naik turun dua kali.


Se Se menatapnya dengan wajah cemberut, namun tetap menuruti perintahnya. Dia duduk di kursi kosong yang ada di samping Ou Yang Chien.

__ADS_1


"Saya tidak menyangka Perdana Menteri Huang memiliki putri secantik Huang Se Se. Beruntung sekali lamaran putraku di terima oleh nona cantik ini." puji Nyonya Ou yang sedari tadi melirik calon menantunya.


Huang Se Se hanya tersenyum dan menikmati makanannya dengan lahap seperti biasa.


Ye Yuan menyumpitkan sepotong daging ke mangkuk Se Se. "Makanlah yang banyak!" ucapnya sambil mengelus rambut adiknya.


Se Se tersenyum lembut dan mengangguk, menjawab tanpa bersuara, dan melanjutkan makannya.


Ou Yang Chien cemburu melihat kedekatan mereka. Tidak mau kalah, dia ikut menyumpitkan daging ke mangkuk Se Se. "Makan ini saja, ini lebih enak"


Se Se melirik ke wajah Ou Yang Chien dan mengerutkan alisnya. Sesaat kemudian dia mengeluarkan senyum palsunya dan berkata, "Terima kasih!"


Min Wan dan Lin Wan merasa sangat cemburu. Gadis itu selalu jadi pusat perhatian ayah dan kakaknya. Bahkan saat ini ada seorang pria tampan dan kaya yang melamarnya.


Ye Yuan yang merasakan aura persaingan dari Ou Yang Chien, menyumpitkan makanan lagi ke mangkuk adiknya. "Sayuran ini lebih sehat dari pada daging!"


Ou Yang Chien juga ikut menyumpitkan daging dan sayuran ke mangkuk calon tunangannya. "Ikan ini lebih segar dari pada sayuran itu!"


Mereka melakukan hal itu berulang-ulang secara bergantian. Makanan di mangkuk Se Se bahkan sudah tumpah sebagian karena terlalu penuh.


Se Se menatap kakaknya dan Ou Yang Chien secara bergantian.


Tuan Huang dan kedua orang tua Ou Yang Chien tersenyum lucu melihat apa yang mereka lakukan.


Berbeda dengan tiga orang yang sedari tadi menatap sinis wajah Se Se. Ketiganya saling melempar tatapan ingin segera menyingkirkan gadis itu.


Nyonya Xin mengedipkan sebelah matanya, memberi tanda pada Lin Wan untuk memulai drama mereka.


"Kak, apa lukamu baik-baik saja?" tanya Lin Wan berpura-pura khawatir.


"Aku baik-baik saja dan tidak terluka!" jawab Se Se ketus.


"Bukankah tadi siang Raja Wei ke kamar kakak?" tanya Min Wan mengerutkan keningnya.


"Drama apa lagi ini?" tanya Se Se dalam batin.


"Aku dengar Raja Wei menyerang kakak di kamar, tadi siang!" ucap Lin Wan dengan sengaja.

__ADS_1


"Apa kakak benar-benar baik-baik saja?" tanya Lin Wan lagi yang diam-diam tersenyum menyeringai.


Keluarga Ou mengerutkan alis mereka dan bertanya-tanya, "Apa yang sedang di bicarakan oleh nona-nona keluarga Huang?"


Tuan Huang dan Ye Yuan mulai mengerti apa tujuan kedua gadis ini. Mereka melirik ke Nyonya Xin, seolah tau hal ini adalah rencananya.


Lin Wan berdiri dan menarik pakaian Se Se dengan berpura-pura terjatuh. Leher yang tadinya di tutupi oleh kain itu kini terlihat jelas. Banyak bekas-bekas merah yang di tinggalkan oleh Raja Wei tadi.


"BRAKK!"


Jenderal Ou memukul meja, dia merasa telah di permainkan keluarga Huang. Gadis yang akan bertunangan dengan putranya, berhubungan dengan pria lain di hari lamarannya.


Ou Yang Chien mengepalkan genggamannya. Dia merasa kesal dan amarahnya memuncak melihat tanda-tanda merah di leher gadis itu.


Tuan Huang dan Ye Yuan juga sama terkejutnya dengan keluarga Ou. Mereka bahkan tidak bisa membayangkan Raja Wei yang terkenal dingin itu, melakukan hal ini pada putrinya.


"Kami akan membatalkan pertunangan ini!" ucap Jenderal Ou yang merasa kecewa.


"Tidak, pertunangan ini akan tetap di lanjutkan." ucap Ou Yang Chien menyanggah perkataan ayahnya.


"Chien Chien, apa kamu masih mau bertunangan dengan gadis yang kesuciannya di pertanyakan?" tanya Nyonya Ou.


"....." Ou Yang Chien tidak bisa menjawabnya.


"Aku tidak akan pernah menyetujui pertunangan ini!" ucap Jenderal Ou yang kemudian menarik lengan istrinya, meninggalkan kediaman Huang.


Ou Yang Chien masih berdiri di ruangan itu. Dia menatap Se Se dengan mata penuh amarah. Dalam hati dia berkata, "Beraninya gadis ini berselingkuh di hari pertama kami mengumumkan pertunangan!"


Tuan Huang dan Ye Yuan meninggalkan mereka di ruangan itu! Memberi mereka waktu untuk menyelesaikan masalah pribadi. Nyonya Xin dan kedua anaknya tertawa puas melihatnya.


"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Ou Yang Chien menatap gadis itu.


"Dia tidak melakukan apapun." jawab Se Se dengan nada datarnya.


"Dengan bekas merah sebanyak itu! Kamu kira aku akan percaya?" bentak Ou Yang Chien sambil menarik ke bawah leher baju Se Se.


Leher yang penuh bekas merah itu kembali terlihat. Mata Ou Yang Chien semakin dingin, dia menggeretakkan gigi-giginya hingga terlihat otot-otot di wajahnya.

__ADS_1


Ou Yang Chien menurunkan leher baju itu lebih ke bawah. Dia tidak bisa menahan rasa penasarannya untuk melihat sampai mana bekas merah itu.


__ADS_2