The Princess Story

The Princess Story
Ep 170. Pintu rahasia


__ADS_3

Thien Si Rui membawa Se Se ke sebuah lorong di dalam kamar nya, lorong itu terhubung dengan pintu rahasia yang di bicarakan oleh Thien Si Rui.


Sudah lama pintu itu tidak pernah dibuka, tidak ada seorang pun yang tahu mengenai rahasia di balik pintu itu kecuali Putri pertama di Kerajaan Langit yang telah meninggal ratusan tahun lalu.


"Ini adalah pintu yang saya maksud." ucap Thien Si Rui sambil menatap sebuah pintu besar di depan nya.


Se Se membaca tulisan yang ada di pintu besar itu, tulisan itu di tulis dengan menggunakan bahasa inggris. Semua orang di Kerajaan Langit sudah berusaha menerjemahkan tulisan itu namun tidak ada yang berhasil melakukan nya.


"Pintu ini terhubung dengan pintu dimensi di masa lalu. Siapapun yang masuk ke pintu ini, bisa mengatur tanggal dan waktu yang tepat untuk kembali ke masa lalu yang mereka inginkan.


"Namun sebagai bayaran nya, setiap hari yang anda habiskan di masa lalu, akan menjadi setahun di masa ini. Sebelum kembali ke masa lalu, tolong pikirkan dengan baik konsekuensi yang akan anda tanggung sebagai bayaran dari melewati pintu ini.


"Saya, putri pertama Kerajaan Langit, telah berhasil kembali ke masa lalu dan mengubah sejarah. Namun saat saya kembali ke tempat ini, waktu telah berlalu puluhan tahun lama nya.


"Saya tidak pernah menyesali keputusan saya untuk mengubah sejarah, karena dengan keputusan saya itu, Kerajaan Langit yang tadinya sudah hancur kini kembali berdiri dengan kokoh dan menjadi negara yang kuat."


"Anda mengerti tulisan ini?" tanya Thien Si Rui.


"Ya, saya mengerti." jawab Se Se.


Thien Si Rui menatap Se Se dengan perasaan kagum, baru sekali ini ada yang mengerti tulisan di pintu itu.


Se Se mengartikan tulisan itu untuk Thien Si Rui, dia akhirnya mengerti kenapa mereka tidak bisa membuka pintu itu.


Pintu hanya bisa dibuka ketika seseorang dengan tekad yang kuat memikirkan tanggal dan waktu yang mereka inginkan. Begitu pintu di buka, orang yang membuka pintu akan terlempar kembali ke masa lalu.


"Saya ingin menggunakan pintu ini!" ucap Se Se.


"Tidak boleh, anda akan kehilangan waktu yang panjang di sini jika menggunakan pintu itu!" jawab Thien Si Rui.


"Saya harus kembali dan menyelamatkan seseorang. Tolong izinkan saya untuk menggunakan pintu ini sekali saja." ucap Se Se.


"Tapi..." Thien Si Rui akan menolak, namun wajah gadis itu membuat nya tidak berdaya.


"Saya mohon, tolong izinkan saya untuk kembali ke masa lalu. Sebentar saja, saya hanya butuh waktu beberapa menit." ucap Se Se.


"Baiklah, tapi bolehkah saya tahu, apa yang ingin anda lakukan dengan kembali ke masa lalu?" tanya Thien Si Rui.


"Saya ingin menyelamatkan harga diri dan kehormatan Zhou Yi Thing." jawab Se Se.

__ADS_1


"Permaisuri, anda benar-benar membuat saya kagum." ucap Thien Si Rui.


"Saya harus bertemu dengan Ti Liu sebelum pergi ke masa lalu. Ada beberapa hal yang harus saya pastikan terlebih dulu." ucap Se Se.


"Saya akan meminta pelayan untuk memanggilnya." ucap Thien Si Rui.


"Terima kasih Yang Mulia." jawab Se Se.


Se Se dan Thien Si Rui kembali ke depan halaman kamar, mereka menunggu Ti Liu di sana.


"Permaisuri, ada apa anda memanggil hamba?" tanya Ti Liu.


"Saya bukan hamba!" ucap Se Se.


"Ada apa Permaisuri memanggil saya?" ucap Ti Liu mengulangi pertanyaan nya.


"Apa kamu tahu di mana Zhou Yi Thing di sekap saat di hutan?" tanya Se Se.


"Ya, tempat itu adalah markas para preman yang ada di hutan beberapa hari lalu." jawab Ti Liu.


"Apa kamu yakin di sana tempat nya?" tanya Se Se.


"Baiklah, kamu boleh kembali beristirahat." ucap Se Se.


Setelah memberi hormat kepada Se Se dan Thien Si Rui, Ti Liu kembali ke kamarnya. Dia merebahkan tubuh ke atas tempat tidur kemudian memejamkan mata nya.


"Kenapa Permaisuri tiba-tiba menanyakan lokasi itu?" batin Ti Liu.


Karena penasaran dan cemas terhadap Permaisuri, Ti Liu diam-diam kembali ke halaman kamar Thien Si Rui dan menguping pembicaraan mereka berdua.


"Apa anda yakin akan kembali ke masa lalu demi gadis asing?" tanya Thien Si Rui.


"Ya, saya akan menyelamatkan gadis itu agar dia bisa hidup bahagia." jawab Se Se.


Ti Liu kaget mendengar pembicaraan kedua orang itu, dia turun dari atap dan segera berlutut di depan Se Se.


"Permaisuri, maafkan saya lancang. Tapi saya tidak bisa membiarkan hal ini tanpa bertanya." ucap Ti Liu.


"Kamu sudah mendengar nya?" tanya Se Se.

__ADS_1


"Ya, meskipun saya tidak mengerti apa yang Permaisuri dan Yang Mulia perbincangkan, tapi saya merasa nyawa Permaisuri akan dalam bahaya. Tolong batalkan niat anda!" ucap Ti Liu.


"Aku bahkan tidak bisa membujuknya, lebih baik kamu menyerah saja!" ucap Thien Si Rui.


"Jika Permaisuri memang harus kembali ke masa lalu, tolong bawa saya bersama anda." pinta Ti Liu.


Se Se dan Thien Si Rui saling menatap, "Apakah bisa membawa seseorang ke ruang dimensi?" ucap Se Se.


"Bagaimana kalau kita mencoba nya? bukan kah lebih baik jika anda pergi bersama Ti Liu karena dia lebih mengenal lokasi tempat dan waktu kejadian." ucap Thien Si Rui.


"Baiklah, aku akan membawa mu. Tapi sebelum itu, kamu harus mendengarkan dengan seksama apa yang akan aku katakan." ucap Se Se.


"Baik Permaisuri." jawab Ti Liu dengan semangat karena Permaisuri mengizinkan dia untuk ikut.


Se Se mulai menjelaskan cara untuk memasuki pintu dan harga yang harus mereka bayar untuk kembali ke masa lalu.


Setelah Ti Liu mengerti, mereka berjalan ke arah pintu. Ti Liu mulai memikirkan tempat dan waktu kejadian saat mereka dalam perjalanan menuju Kerajaan Langit untuk menjemput Permaisuri. Lebih tepatnya, itu adalah waktu sesaat sebelum mereka bertemu dengan Zhou Yi Mei yang menangis meminta pertolongan.


Se Se mengikat tubuh mereka berdua dengan kain panjang agar mereka tidak terpisah di dimensi yang berbeda.


Setelah Ti Liu memberi tanda siap, Se Se memutar gagang pintu dan membuka pintu besar itu. Cahaya putih yang menyilaukan mata muncul dari balik pintu.


Thien Si Rui memejamkan mata nya karena cahaya silau membuat matanya sulit terbuka. Saat dia kembali membuka matanya, Se Se dan Ti Liu sudah menghilang dari sana.


"Pintu ini benar-benar sebuah keajaiban!" ucap Thien Si Rui.


"Aku harap mereka akan baik baik saja." batin Thien Si Rui.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2