The Princess Story

The Princess Story
Ep 138. Niat jahat


__ADS_3

Han Ze Xing terkejut mendengar nama yang baru saja disebut oleh Raja Wei, dia tidak menyangka jika Paman nya mengetahui bahwa dia memiliki perasaan istimewa untuk Se Se.


"Paman, saya..." ucap Han Ze Xing.


"Aku tahu bahwa kamu menyukai Se Se, aku tidak menyalahkan mu. Perasaan tidak bisa kita kendalikan, tapi aku berharap kamu bisa berpikir dengan bijak. Tidak mungkin selamanya kamu tidak menikah hanya karena ada wanita lain di hati mu!" ucap Raja Wei memotong perkataan Han Ze Xing.


"Maaf Paman, saya sudah menyukai gadis itu sebelum dia menikah dengan Paman. Saya sudah berusaha melupakan nya, tapi itu sangat sulit." jawab Han Ze Xing.


"Cobalah menerima gadis lain, mungkin suatu hari nanti, tanpa di sadari hati mu sudah menjadi milik gadis itu." ucap Raja Wei sambil menepuk bahu Han Ze Xing.


Han Ze Xing mengangguk, senyum getir terlihat di wajahnya. Dia tentu saja berharap bisa melupakan gadis yang sudah menjadi istri Paman nya, namun hal itu terasa sulit dan menyiksa batin nya.


Raja Wei kembali ke kediaman, dia menuju ke kamar untuk melihat wajah istri dan anak-anaknya. Namun di tengah perjalanan menuju ke kamar, Raja Wei melihat Zhou Yi Thing duduk di taman bersama Zhou Yi Mei.


Raja Wei mengalihkan pandangan dan meneruskan langkahnya, namun Zhou Yi Mei segera memanggil dan menghampiri Raja Wei.


"Saya memberi hormat kepada Yang Mulia Raja Wei" ucap Zhou Yi Mei sambil menunduk.


"Temani lah kakak mu, jangan biarkan dia terlalu lama di luar kamar." ucap Raja Wei kemudian meneruskan langkahnya.


"Tunggu Yang Mulia..." ucap Zhou Yi Mei sambil menarik lengan Raja Wei.


Raut wajah Raja Wei berubah kesal, dia tidak suka orang lain menyentuh tubuh nya. Raja Wei menatap lengan yang saat ini di pegang oleh Zhou Yi Mei, gadis itu dengan cepat melepaskan tangan nya.


"Ma.. Maaf... Yang Mulia, saya hanya ingin bertanya, apakah kami boleh keluar jalan-jalan?" ucap Zhou Yi Mei dengan wajah ketakutan.


"Terserah!" jawab Raja Wei dengan nada ketus.


Raja Wei meninggalkan Zhou Yi Mei yang masih berdiri ketakutan, dia melangkah ke arah kamar untuk segera melihat wajah istrinya.

__ADS_1


"Aku akan membuat pria itu mencintai ku! Akan ku buat dia menjadi milik ku!" batin Zhou Yi Mei sambil menatap punggung Raja Wei.


Zhou Yi Mei berjalan ke arah Zhou Yi Thing, dia menarik lengan kakak nya dan membawa gadis itu masuk ke kamar. Zhou Yi Mei memang sengaja menunggu Raja Wei di taman karena mengetahui bahwa taman itu selalu di lalui oleh Raja Wei setiap hari.


Dalam hati Zhou Yi Mei merasa iri dan cemburu dengan kemesraan hubungan Raja Wei dan Se Se. Dia ingin memiliki Raja Wei yang dia anggap sebagai pria sempurna.


"Kak, aku akan menjadi Permaisuri Raja Wei. Kita harus mengusir wanita itu dari tempat ini!" ucap Zhou Yi Mei.


Zhou Yi Thing melebarkan mata dan menatap Zhou Yi Mei, "Jangan melakukan hal buruk terhadap orang yang telah menolong nyawa kita!" ucap Zhou Yi Thing menasehati adik nya.


"Tidak, dia bukan penolong tapi seorang pembunuh. Dia yang telah membuat Kerajaan Zhou runtuh. Aku akan membuat nya menjadi milik ku dan mematuhi semua keinginan ku!" ucap Zhou Yi Mei.


"Kamu akan menyesal jika tidak mendengarkan kata-kata ku!" ucap Zhou Yi Thing.


"Aku tidak akan menyesal, aku menyukai pria itu." jawab Zhou Yi Mei dengan yakin.


"Dia bukan orang yang bisa menyukai gadis lain dengan mudah. Apakah kamu tidak melihat mereka berdua saling mencintai satu sama lain?" ucap Zhou Yi Thing.


"Kenapa kamu menjadi picik seperti ini?" tanya Zhou Yi Thing dengan wajah cemas.


"Aku selalu seperti ini, hanya Kakak yang selalu menganggap ku gadis kecil yang polos." jawab Zhou Yi Mei.


"Kakak mohon... Jangan seperti ini, kita tidak boleh membalas kebaikan dengan kejahatan. Kamu akan di hukum karena dosa-dosa itu nanti nya!" ucap Zhou Yi Thing.


"Hahaha... Lalu apa yang Kakak dapatkan dari perbuatan baik selama ini? Bukan kah Kakak juga mendapat karma buruk sehingga di perkosa oleh puluhan lelaki saat di hutan?" ucap Zhou Yi Mei dengan wajah menghina.


"Jederrr!"


Hati Zhou Yi Thing bagaikan di sambar petir, mendengar ucapan dari Zhou Yi Mei membuat perasaan nya terasa sakit dan perih. Dia tidak menyangka adik nya bisa mengucapkan kata-kata yang dapat membuat hatinya terluka.

__ADS_1


Saat di hutan, Zhou Yi Mei terjatuh saat berlari menghindar dari kejaran para bandit. Zhou Yi Thing berbalik dan menolong Zhou Yi Mei, saat itu bandit telah mendekat. Dia menahan para bandit dan menyuruh Zhou Yi Mei untuk segera pergi sehingga dirinya yang menjadi korban para bandit itu.


Zhou Yi Thing di seret ke dalam gubuk, beberapa bandit merobek pakaian nya dan menjambak serta memukuli nya karena dia meronta dan melawan. Saat Zhou Yi Thing telah kehabisan tenaga, dia berhenti meronta dan membiarkan bandit-bandit itu melakukan apapun yang mereka inginkan.


Rasa sakit akibat perbuatan kasar bandit-bandit itu bahkan belum hilang sepenuhnya, beberapa bagian tubuh gadis itu juga masih memar dan terluka. Namun mendengar ucapan dari Zhou Yi Mei, hati Zhou Yi Thing terasa seperti luka yang di siram dengan air garam. Perih dan sakit!


Zhou Yi Mei kembali ke kamar nya meninggalkan Zhou Yi Thing yang mulai menangis. Tanpa rasa bersalah, dia membanting pintu kamar dan mengumpat kakak nya dengan kata "Wanita jalang!"


"Mati", tentu kata itu pernah terlintas di pikiran Zhou Yi Thing. Namun ketegaran hati nya melarang untuk melakukan bunuh diri, dia tidak ingin di kalahkan oleh nasib. Dia ingin bahagia meski hanya sebentar, dia ingin menemukan pria yang bisa menerima nya meskipun sudah tidak perawan lagi.


"Yi Mei, Kakak berharap agar kamu cepat menyadari bahwa pikiran dan keinginan mu itu akan membawa petaka!" batin Zhou Yi Thing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja Wei membuka pintu kamar dengan perlahan, dia masuk dan mendekat ke tempat tidur. Pelan-pelan dia membuka kain tirai pembatas, dia menatap wajah Se Se yang masih tertidur pulas.


"Melihat wajah mu saja, rasa lelah dan letih ku langsung menghilang. Xiao Se Se... Terima kasih sudah kembali ke sisi ku!" ucap Raja Wei dengan suara pelan.


"Benarkah aku sehebat itu?" tanya Se Se sembari membuka mata nya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2