
Beberapa hari telah berlalu sejak Han Ze Xing mengunjungi kediaman Raja Wei terakhir kali. Setiap hari dia selalu terbayang dengan wajah Zhou Yi Thing. Entah karena perasaan bersalah atau karena bayi di dalam kandungan wanita itu, Han Ze Xing memikirkan Zhou Yi Thing setiap hari.
"Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia makan dengan teratur? Bagaimana keadaan bayi nya? Apakah aku perlu membawa Tabib Istana untuk memeriksa kesehatan nya? Sampai kapan dia akan terus menolak kebaikan dari ku?" pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Han Ze Xing setiap kali memikirkan Zhou Yi Thing.
"Tok Tok Tok!"
Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Han Ze Xing.
"Masuk!" perintah Han Ze Xing.
"Yang Mulia, pelayan dari Putri Mahkota memohon kepada anda agar mengunjungi Putri Mahkota yang saat ini sedang sakit parah." ucap pelayan itu.
"Katakan kepadanya bahwa aku sibuk, aku tidak punya waktu untuk menjenguk wanita itu!" jawab Han Ze Xing.
"Baik yang Mulia." jawab pelayan.
Han Ze Xing yang terus menerus memikirkan Zhou Yi Thing akhirnya memutuskan untuk mengunjungi nya di kediaman Raja Wei.
Pada kunjungan kali ini dia membawa seorang Tabib Istana. Sesampainya di kediaman Raja Wei, Han Ze Xing membawa Tabib menuju ke kamar Zhou Yi Thing.
Beberapa kali dia mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban. Han Ze Xing melihat seorang pelayan berjalan di sekitar sana, dia memanggil pelayan itu dan menanyakan kemana perginya Zhou Yi Thing.
"Yang Mulia, Nona Zhou saat ini berada di taman bunga yang ada di dekat kolam." jawab pelayan.
Han Ze Xing segera menuju ke taman bunga yang di maksud oleh pelayan itu. Tabib Istana mengikuti langkah Han Ze Xing dari belakang.
Zhou Yi Thing sedang berlarian di taman, seperti biasa, gadis itu sedang berlari mengejar kupu-kupu yang beterbangan di taman bunga.
Tanpa sengaja Zhou Yi Thing menginjak batu besar yang berada di dekat kolam, Han Ze Xing segera mendekat dan menahan tubuh Zhou Yi Thing sebelum dia terjatuh ke dalam kolam.
"Anda tidak apa-apa?" tanya Han Ze Xing.
Zhou Yi Thing yang kaget mendengar suara Han Ze Xing tanpa sadar mendorong tubuh pemuda itu. Han Ze Xing terjatuh ke kolam karena dorongan dari Zhou Yi Thing yang tiba-tiba.
Meskipun seluruh tubuh dan pakaiannya basah, dia tidak terlihat kesal dengan perbuatan gadis itu.
"Yang Mulia, anda tidak apa-apa?" tanya Tabib Istana.
"Aku baik-baik saja!" jawab Han Ze Xing.
Han Ze Xing naik dari kolam, dia berjalan mendekat ke arah Zhou Yi Thing. Gadis itu mundur perlahan hingga punggungnya menabrak pohon besar di belakang.
__ADS_1
"Kenapa anda mendorong saya?" tanya Han Ze Xing.
"Maaf, saya tidak sengaja. Saya hanya terlalu kaget saat mendengar suara anda." jawab Zhou Yi Thing dengan jujur.
"Anda masih takut kepada ku?" tanya Han Ze Xing.
Zhou Yi Thing segera mengangguk dengan cepat, "Jangan dekat-dekat, saya merasa tidak nyaman." ucap Zhou Yi Thing sambil menahan tubuh Han Ze Xing dengan kedua tangan nya.
Han Ze Xing berhenti melangkah, dia meminta Tabib Istana untuk memeriksa kesehatan Zhou Yi Thing.
Seorang pelayan membawa Han Ze Xing ke kamar kosong untuk mengganti pakaian. Tabib masih berada di taman bersama Zhou Yi Thing yang sedang di periksa olehnya.
"Selamat atas kehamilan anda, Nona. Bayi anda sangat sehat, anda pasti telah merawat diri dengan baik selama kehamilan ini." ucap Tabib Istana.
"Saya hanya makan dengan teratur setiap hari." ucap Zhou Yi Thing.
"Tapi makanan anda sangat baik untuk pertumbuhan janin dan kesehatan anda." ucap Tabib.
"Makanan?" tanya Zhou Yi Thing.
"Benar, tubuh wanita hamil pada umumnya lemah. Namun karena Nona menjaga makanan anda dengan baik dengan mengkonsumsi ginseng dan sayuran yang berguna untuk wanita hamil, tubuh Nona tidak terlihat lemah seperti wanita hamil lain nya." jelas Tabib.
Han Ze Xing kembali ke taman setelah selesai mengganti pakaian.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Han Ze Xing sambil melangkah mendekati mereka.
"Nona ini sangat sehat, janin nya juga sangat kuat. Yang Mulia tidak perlu khawatir." jawab Tabib.
"Baguskah kalau begitu, kamu boleh kembali ke Istana lebih dulu." ucap Han Ze Xing kepada Tabib.
Zhou Yi Thing masih duduk termenung memikirkan kebaikan dari Se Se terhadap dirinya yang merupakan orang asing.
Beberapa kali Han Ze Xing memanggil Zhou Yi Thing, namun gadis itu terlalu hanyut dalam pikiran nya sehingga tidak mendengar panggilan dari Han Ze Xing.
"Nona Zhou!" panggil Han Ze Xing sambil menyentuh pundaknya.
Zhou Yi Thing tersadar dari lamunan nya, dia segera berdiri dari kursi nya karena merasa takut dengan sentuhan dari Han Ze Xing.
"Ja... Jangan mendekat!" ucap Zhou Yi Thing.
"Saya tidak berniat menyakiti Nona." ucap Han Ze Xing.
__ADS_1
"Tapi saya tidak bisa mengontrol ketakutan ini!" ucap Zhou Yi Thing.
"Mendekatlah kemari, saya tidak akan menyakiti Nona!" ucap Han Ze Xing.
Zhou Yi Thing berusaha melangkahkan kakinya untuk mendekat, meskipun dia masih takut terhadap Han Ze Xing, dia memberanikan diri untuk melawan ketakutan itu.
Setelah jarak mereka hanya tersisa satu langkah, Han Ze Xing tersenyum kemudian berkata, "Nona benar-benar gadis yang kuat dan pemberani."
Zhou Yi Thing mengangkat wajahnya, dia memberanikan diri untuk menatap mata Han Ze Xing.
"Saya hanya wanita lemah yang berpura-pura menjadi wanita kuat." jawab Zhou Yi Thing.
"Tidak, anda adalah wanita yang sangat kuat meskipun terlihat lemah." ucap Han Ze Xing.
"Benar-benar mirip dengan wanita itu." batin Han Ze Xing.
"Jika tidak ada urusan lain, saya pamit kembali ke kamar." ucap Zhou Yi Thing.
"Nona Zhou!" panggil Han Ze Xing ketika Zhou Yi Thing membalikkan tubuh nya.
"Ada apa Yang Mulia?" tanya Zhou Yi Thing.
"Saya akan memberikan status Putri Mahkota untuk anda jika anda bersedia. Katakan kepada saya jika anda sudah bersedia menjadi pasangan saya seumur hidup anda." ucap Han Ze Xing.
Dua orang yang baru saja menginjakkan kaki mereka ke taman terlihat sangat terkejut ketika mendengar ucapan dari Han Ze Xing. Terutama Putri Yuan Cin Cu yang saat ini sedang menahan air mata nya.
Thien Si Rui menarik lengan Putri Yuan Cin Cu dan membawanya menjauh dari taman. Dia tidak ingin gadis itu mendengar jawaban yang akan di ucapkan oleh Zhou Yi Thing.
"Dia telah memilih gadis lain!" batin Putri Yuan Cin Cu.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1