
hay hay kembali lagi bersama saya...
ini cerita kedua aku ya guys... mau nyoba bikin cerita baru, semoga suka yah maaf kalau masih banyak yang salah.
Yang suka tinggalkan komentar like yups,kalo ga suka boleh langsung leave aja jangan ngejudge ya, terimakasih
***
saat Zee memeluk ayahnya dia merasakan cairan hangat di pundaknya "ayahnya menangis" monolognya dalam hati.
"ayah.."ucap Zee lembut melerai pelukan sambil memegang kedua bahu ayahnya.
"apakah ayah menangis?...don't cry dad"ucap Zee sambil mengusap air mata sang ayah dengan kedua tangan kecilnya.
ayah zee menghentikan tangan zee lalu menggenggamnya erat dia menatap zee dengan tatapan seorang ayah yang zee tidak pernah melihat tatapan itu karna zee tidak mempunyai orang tua di duani dia sebelumnya.
"maafkan ayah Zee..maafkan ayah, ayah tidak menjaga kamu dengan baik makanya kamu sampai seperti ini"ucapnya.
Zee menggelengkan kepalannya" tidak ayah ini bukan salah ayah ini kesalahan Zee karna tidak mau mendengarkan ayah, ayah hukum saja Zee"ucap Zee.
"apakah ini anakku, anakku yang selalu membenciku dari dulu, anak yang bahkan tidak mau menatapku sekalipun, anak yang selalu dingin kepadaku"monolog Raja Maldovi dalam hati. Dia sangat bahagia sampai sampai tidak bisa berkata apa apa.
"tidak sayang ayah tidak akan menghukummu"ucap Raja Maldovi mengusap kepala Zee lembut.
"sekarang lanjutkan istirahatmu sayang, ayah akan keluar sebentar"ucap Raja Maldovi pada Zee.
"Baiklah ayah"jawabnya lalu kembali berbaring di tempat tidur.
*
*
__ADS_1
*
Ruang kerja
"Perketat penjagaan Putri Zee, Jangan sampai di terluka seujung kukupun" ucap Raja Maldovi tegas pada Ajudannya.
"Baik Baginda"jawabnya lalu pergi meninggalkan ruangan Raja Maldovi
Raja Maldovi melihat sebuah figura seorang wanita cantik persis seperti putrinya zee, dia dalah ibunda dari Zee Ratu di kerajaan Maldovi.
"Relvina seandainya kau masih hidup"ucap Raja Maldovi lirih mungkin hanya bisa di dengar oleh telinganya saja.
saat itu muncul sebuah cahaya lalu cahaya itu berubah menjadi wanita cantik persis seperti Ratu Relvina
"Apakah kau merindukanku?" tanyanya pada Raja Maldovi
"sangat" jawabnya.
"maaf telah meninggalkanmu"
"maukah kau kembali?"tnya Raja Maldovi
"jagalah putri kita"jawabnya lembut lalu melerai pelukannya dia mumdur lalu perlahan menghilang.
"Reeeev..."katanya.
ternyata tadi Raja Maldovi hanya bermimpi saja.
*
*
__ADS_1
*
"hay putri Zee kau sudah besar sayang dan sangat cantik, aku Ibumu"ucap wanita cantik.
"ibundaa" Zee langsung berlalu memeluk sang ibunda.
"jangan menangis sayang"
"bunda darimana, kenapa bunda meninggalkn Zee sendiri"
"kau tidak sendiri sayang, ayahmu bersamamu"
"aku rindu pada ibunda"
"ibunda juga rindu padamu sayang, tapi bunda tidak bisa lama sayang, simpanlah ini"
"apa ini bunda"
"kau akan mengerti saat sudah waktunya"
"tapi bunda"
"bunda pamit sayang jaga dirimu baik baik"
cahaya menghilang Zee kembali terbangun dari tidurnya dia menangis, semua itu hanya mimpi rasanya seperti nyata.
"kenapa bisa ini ada ini, semua ini mimpi tapi ini nyata"monolognya.
"Ibunda"ucapnya lirih sambil menggenggam liontin zamrud yang di gengamnya, liontin yang ibunya beri tadi ketika dlm mimpi dia lalu memakainya.
segitu dulu ya guys, semoga suka, kalo ada kurang sesuatu boleh komentar ya nanti aku coba benerin, terimakasih.
__ADS_1