The Princess Story

The Princess Story
Ep 116. Kejujuran


__ADS_3

Raja Wei meminta tabib untuk membuat obat penggugur kandungan. Dia berniat untuk menggugurkan bayi di dalam kandungan Se Se.


"Maaf, aku tidak melakukan ini karena bayi itu bukan milik ku, aku melakukan semua ini demi nyawa mu. Aku tidak akan membiarkan kamu melewati masa persalinan yang sulit lagi. Tidak akan pernah!" batin Raja Wei.


Tanpa sengaja, Ling Er mendengar perintah Raja Wei kepada tabib. Ling Er merasa kaget dan sangat terkejut. Dia berjalan kembali ke kamar Se Se dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"No... Nona, hikss...!" ucap Ling Er mulai menangis.


"Ling Er, ada apa dengan mu? kenapa kamu menangis?" tanya Se Se dengan wajah cemas.


"Nona... aku tidak tahu apakah aku boleh mengatakan hal ini kepada anda. Hiks..." ucap Ling Er sambil menangis.


"Ada apa? katakan lah!" tanya Se Se dengan suara tenang.


"Nona, Yang Mulia... Yang Mulia... menyuruh tabib untuk membuat obat penggugur janin!" jawab Ling Er dengan wajah sedih.


Se Se merasa sulit untuk mempercayai ucapan Ling Er, dia tidak percaya kalau Raja Wei akan membunuh bayi mereka dengan tangannya sendiri.


Se Se duduk menenangkan diri sambil menatap kedua bayinya yang tertidur.


"Benarkah Xuan tidak menginginkan bayi ini? Tapi kenapa? Apa yang sedang di pikirkan olehnya?" batin Se Se.


"Tok Tok Tok!"


Se Se menatap ke arah pintu yang baru saja terbuka, dia melihat Raja Wei masuk dengan membawa semangkuk obat di tangannya.


"Permaisuri, minumlah obat ini selagi hangat." ucap Raja Wei sambil meletakkan mangkuk obat di meja.


Se Se menatap mata Raja Wei, "Obat apa ini? benarkah ini obat aborsi? Haruskah aku bertanya padamu? atau aku harus mempercayai kata hati ku? Tidak, Aku percaya padamu, aku percaya pada Xuan, dia tidak akan mungkin melukai ku ataupun bayi kami. Aku harus mempercayai nya." batin Se Se.


"Apakah obat ini aman untuk wanita yang sedang hamil?" tanya Se Se dengan pelan.


Raja Wei mengangguk dengan senyuman di wajahnya. "Minumlah selagi hangat, obat itu bagus untuk mu dan bayi kita."


Se Se mengambil obat itu dan meminum nya hingga habis. Ling Er menangis melihat Nona nya memaksakan diri untuk minum obat aborsi.


"Xuan... Apakah kamu masih mencintai ku seperti dulu?" tanya Se Se dengan menatap mata Raja Wei.


"Tidak!" jawab Raja Wei dengan wajah serius.


Hati Se Se terasa sakit dan hancur saat mendengar jawaban Raja Wei.

__ADS_1


"Mungkin yang dikatakan oleh Ling er memang benar, dia membenci bayi ini, dia tidak ingin aku melahirkan bayi nya." batin Se Se.


Raja Wei memeluk Se Se dan membenamkan wajah gadis itu ke dadanya.


"Aku tidak mencintaimu seperti dulu lagi, karena rasa cinta ku sudah tumbuh sangat besar. Sangat-sangat besar sampai aku tidak tahu bagaimana akan hidup jika tidak ada kamu di sisi ku. Teruslah berada di sisiku selamanya." ucap Raja Wei.


"Hiks... hiks... kenapa kamu mempermainkan ku? Aku sangat takut mendengar kata 'tidak' yang Xuan katakan barusan." ucap Se Se sambil menangis dalam dekapan Raja Wei.


"Hehe... dasar bodoh! Bagaimana bisa kamu percaya dengan kata yang belum selesai aku ucapkan?" kata Raja Wei sambil membelai rambut nya.


Se Se melepas pelukan Raja Wei, dia menatap wajah suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau begitu jawab aku! Kenapa? Kenapa Xuan meminta obat aborsi dari tabib?" tanya Se Se dengan wajah serius.


"Deg!" jantung Raja Wei tersentak.


"Bagaimana dia bisa tahu? Siapa yang sudah memberitahukan hal ini kepada nya?" batin Raja Wei.


"Tolong jawab aku dengan jujur. Aku tidak ingin mendengar kebohongan!" ucap Se Se.


"Sayang... Dengarkan apa yang aku katakan, jangan marah sebelum aku menyelesaikan ucapan ku." ucap Raja Wei.


Se Se mengangguk, dia kembali menatap wajah Raja Wei.


"Aku tidak tahu kenapa kamu bisa hamil, dan juga tidak peduli bayi siapa yang ada di dalam sana. Aku hanya ingin kamu hidup dengan sehat tanpa merasakan rasa sakit.


"Awalnya aku memang berniat menggugurkan bayi di dalam kandungan mu. Tapi aku tahu, hati mu akan sedih dan menderita jika kehilangan bayi ini. Aku meminta tabib untuk mengganti obat aborsi menjadi obat penguat kandungan. Aku tidak akan pernah melakukan hal yang akan menyakiti perasaan mu. Tolong percayalah pada ku!"


"Obat pencegah kehamilan?" tanya Se Se.


Raja Wei menagangguk, "Ya, tabib memberiku obat itu untuk membuat mu tidak hamil."


"Jadi Xuan berpikir ini bukan bayi milik Xuan?" tanya Se Se dengan ragu.


"Ya, mungkin itu bayi Thien Si Rui. Karena 3 bulan yang lalu kamu di culik olehnya." jawab Raja Wei dengan wajah kecewa.


"Pfff... hahaha..."


Se Se tiba-tiba tertawa, Raja Wei menatapnya dengan heran.


"Ehem... Ehem...! maaf, aku tidak bisa menahan tawa ku. hahaha..." ucap Se Se sambil tertawa lagi.

__ADS_1


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Raja Wei dengan wajah bingung.


"Xuan, itu... sebenarnya Thien Si Rui tidak melakukan hal itu kepada ku. Dia hanya menakut-nakuti aku saja. Walaupun dia pria yang menyebalkan, tapi dia bukan orang yang jahat. Dia bahkan dua kali meminta maaf pada ku." jelas Se Se dengan wajah tersenyum.


"Jadi selama ini, aku yang sudah berpikiran terlalu jauh?" Raja Wei tanpa sadar mengucapkan kata dalam batin nya.


Se Se kembali tertawa lucu melihat Raja Wei. Ternyata beberapa hari ini suami nya frustasi gara-gara memikirkan hal yang tidak berguna.


Raja Wei memeluk Se Se dan berkata, "Maaf, aku lah yang bodoh karena tidak berani bertanya."


Se Se membalas pelukan Raja Wei, "Tidak, Xuan bukan bodoh, tapi baik hati. Xuan tidak mau bertanya karena menjaga perasaan ku. Terima kasih karena selalu memikirkan perasaan ku lebih dulu."


"Tapi bagaimana dengan bayi ini? aku selalu minum obat dari tabib tanpa melewatkan nya sekali pun." ucap Raja Wei.


"Berikan obat itu pada ku, aku akan memeriksa nya." ucap Se Se.


Raja Wei memberikan obatnya kepada Se Se, dia mencium bau obat itu.


"Siapa yang memberikan obat ini" tanya Se Se penasaran.


"Tabib Istana." jawab Raja Wei.


"Tabib itu pasti bermasalah, selidiki lah untuk siapa dia bekerja." ucap Se Se.


"Apa maksudnya?" tanya Raja Wei tak mengerti.


"Obat ini bukan untuk mencegah kehamilan, tapi obat perangsang dosis rendah. Jika Xuan terus mengkonsumsi obat ini, pelan tapi pasti Xuan akan menjadi seperti Kasim yang tidak bisa menyentuh wanita." jelas Se Se dengan wajah serius.


Raja Wei terkejut mendengar ucapan Se Se. Dia tidak menyangka selama ini telah dibohongi oleh tabib itu.


"Akan ku bunuh orang di balik tabib itu. Gara-gara niat jahat mereka, aku gagal mencegah gadis kecil ku untuk hamil lagi." batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2