
Se Se mulai menusuk tubuh Raja Wei, dengan gerakan yang sangat cepat dan tak kasat mata. Ratusan jarum kini berdiri tegak di tubuh Raja Wei, tersisa satu jarum di tangan Se Se. Dia merasa ragu untuk menusuk titik terakhir yang di perlukan untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh Raja Wei.
"Bagaimana ini? Tanganku tiba-tiba saja gemetaran." benak Se Se.
Raja Wei menyadari kegelisahan di wajah istrinya, "Lakukan saja, aku percaya kepadamu!" ucapnya sambil tersenyum.
"Xuan, aku takut!" ucap Se Se sambil menatap titik di tubuh Raja Wei yang harus di masukkan jarum terakhir.
"Aku mempercayai kemampuan pengobatan mu. Aku akan baik-baik saja, jadi jangan takut dan lakukan saja apa yang harus kamu lakukan." ucap Raja Wei menenangkan hati istrinya.
Se Se masih ragu, wajahnya terlihat gelisah dan cemas. Dia lalu menjelaskan alasannya, "Ini bukan sekedar berhasil atau gagal. Jika berhasil, racun di dalam akan segera keluar bersama darah yang telah menghitam di tubuhmu. Tapi jika gagal, racun itu akan menjadi lebih ganas dan mungkin saja akan langsung mengambil nyawamu!"
"Kemarilah!" pinta Raja Wei.
Se Se mendekatkan wajahnya. "Ada apa?" tanyanya dengan wajah serius, mengira jika ada sesuatu yang penting sehingga dia diminta unuk mendekat. Tapi ternyata, Raja Wei hanya ingin mengecup bibir istrinya itu.
"Cupz!"
Pria itu tersenyum bahagia, dia lalu berbisik, "Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja. Aku tidak akan meninggalkan istriku yang cantik ini sendirian."
__ADS_1
"Jika kau lergi, aku akan mengikutimu!" Se Se lalu mencium bibir Raja Wei kemudian menusukkan jarum terakhir tanpa mengedipkan mata.
Tubuh Raja Wei terasa panas, dia menegangkan semua ototnya, membuat semua jarum terlepas dari kulitnya. Dia menahan rasa sakit di sekujur tubuh, Se Se memegang tangan Raja Wei, sesekali pria itu menghempas tangan kecil istrinya. Namun Se Se kembali meraih lengannya agar dia tidak menyakiti diri sendiri.
Se Se menyadari jika rasa sakit yang sedang di tahan oleh Raja Wei bisa membuat manusia tidak bisa bertahan dan memilih untuk segera mati saja agar penderitaan mereka cepat berakhir.
Setelah melalui penderitaan yang menyakitkan, Raja Wei memuntahkan darah hitam pekat dalam jumlah yang sangat banyak. Se Se menatap wajah suaminya, dia merasa menyesal karena tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu meringankan rasa sakit Raja Wei. Meskipun begitu, hatinya terasa lega. Karena semua endapan racun di tubuh suaminya sudah keluar semua.
Perlahan, Raja Wei mengangkat kepalanya yang menunduk saat muntah. Dia menatap lurus ke depan dengan tatapan hampa. "Han Ze Ti brengsek! Dia yang sudah mengurung ayah!" ucapnya dengan penuh amarah.
"Apa yang kau katakan?" tanya Se Se dengan wajah bingung.
"Ayah di kurung oleh bajingan itu! Ayah belum meninggal saat itu. Bajingan itu meracuni Ayah lalu mengurungnya di sebuah kamar rahasia." ucap Raja Wei setelah mendapatkan kembali semua ingatannya yang terblokir selama bertahun-tahun.
Se Se membantu Raja Wei untuk berdiri, mereka lalu duduk di kursi yang berada di dalam kamar. Raja Wei menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
Han Ze Shang, ayah dari Raja Wei dan juga Kaisar Han Ze Ti. Pada saat itu, kedua putranya di panggil bersama ke dalam sebuah ruangan. Ruangan itu adalah perpustakaan pribadi milik Kaisar.
Han Ze Shang membuka ruang rahasia yang berada di dalam perpustakaan, dia memberitahu kepada kedua putranya bahwa di dalam ruangan itu tersimpan banyak pusaka dan harta rahasia yang telah dia simpan selama dia menjadi Kaisar.
__ADS_1
Han Ze Shang lalu berkata, "Ze Ti! Kelak, kau harus membantu Ze Xuan untuk memimpin negara ini. Ayah tau kalian akan membuat negara ini semakin maju dan makmur. Ze Xuan, kau harus memperhatikan rakyat dan mendengarkan semua keluh kesah mereka. Kau harus membantu semua kesulitan yang mereka hadapi dengan semua kekuatan yang kamu miliki. Ayah akan menyerahkan tahta kepadamu."
Mendengar hal itu, Han Ze Ti merasa tidak adil. Dia sebagai kakak kenapa harus membantu adiknya memerintah negara? Kenapa bukan dirinya yang menjadi pewaris tahta? Berbagai rasa iri dan kecemburuan muncul di hati dan pikiran Han Ze Ti ketika mengetahui isi hati ayahnya.
Sejak saat itu, Ayahnya yang sehat tiba-tiba saja menjadi sakit-sakitan. Raja Wei mendapat titah dari Kaisar, dia di perintahkan untuk pergi ke wilayah perang karena memang itu keahlian yang dia pelajari sejak kecil. Setelah dua tahun berlalu, Raja Wei menerima kabar bahwa Kaisar Han Ze Shang telah meninggal. Raja Wei memutuskan untuk kembali ke ibukota karena pemakaman ayahnya akan segera di langsungkan.
Begitu dia sampai, hanya tersisa gundukan tanah yang menjulang tinggi. Tanah yang masih basah dengan batu nisan yang tertulis nama Kaisar Han Ze Shang. Raja Wei berlutut di depan nisan, selama tiga hari dan tiga malam pria itu tidak beranjak dari sana. Dia tidak bergerak sedikitpun kecuali organ pernafasannya yang naik turun.
Tanpa makanan dan minuman, pria itu terus berlutut menyesali keterlambatannya. "Jika saja aku lebih kuat, musuh dari negara lain pasti akan segera ditaklukkan. Aku bisa kembali lebih awal dan melihat wajah Ayah untuk yang terakhir kalinya." kata-kata itu yang selalu berulang di pikiran Raja Wei.
Sejak saat itu, Raja Wei bersumpah akan menjadi lebih kuat dan tak terkalahkan. Setelah hari ke 4, Han Ze Xing mendatangi makam. Anak kecil itu memunguti dedaunan yang terjatuh di atas kepala Pamannya. Dia membuka telapak tangan Raja Wei, lalu meletakkan daun itu di atas telapak tangan yang besar dan kasar.
"Paman, ini hadiah dari Kakek. Kakek meminta Paman untuk berhenti bersedih. Daun-daun ini adalah pengganti tangan Kakek yang hendak membelai rambut Paman. Ayo kita kembali Paman, jangan membuat Kakek bersedih! Kakek menangis karena Paman terus berlutut di depan makamnya." ucap Han Ze Xing yang merasa kasihan kepada Pamannya.
Tak di sangka, ucapan anak kecil itu benar-benar membuat hati Raja Wei terasa lega. Dia berdiri setelah memberi penghormatan tiga kali di depan batu nisan. Pria itu lalu menggandeng tangan kecil Han Ze Xing, mereka berjalan masuk ke dalam istana.
Raja Wei mengantar Han Ze Xing ke kamar, dia lalu pergi ke perpustakaan, tempat ayahnya meletakkan titah kaisar yang terakhir. Titah yang berisi surat wasiat untuk mengangkat Raja Wei sebagai Kaisar selanjutnya.
Sesampainya di sana, Raja Wei terkejut melihat ayahnya berbaring di tempat itu. Han Ze Ti juga berada di sana, pria itu meminta Ayahnya untuk menandatangani titah palsu yang dia buat. Titah yang menyatakan bahwa dirinya lah yang akan menjadi Kaisar berikutnya.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^