The Princess Story

The Princess Story
Ep 220. Gu Bei Yin


__ADS_3

"Anda harus keluar dulu dari sini. Untuk sementara, kami akan membawa anda ke tempat yang aman." ucap Yu.


Cu Ye Lie menatap mata Yu yang terlihat merasa kasihan terhadap dirinya. Dalam hati Cu Ye Lie berkata, "Dunia ini tidak seburuk yang aku pikirkan. Masih ada orang orang baik seperti pria ini yang menolong orang lain meskipun kami tidak saling mengenal."


"Semua tawanan sudah di bebaskan, apa yang harus kita lakukan pada tempat ini? Haruskah aku hancurkan semuanya?" tanya salah satu pasukan kepada Yu.


"Bakar habis ruangan yang ada di sini. Kita harus menghilangkan semua jejak kita yang tertinggal." jawab Yu.


"Apakah anda yakin anda sudah mengeluarkan mereka semua?" tanya gadis bangsawan muda.


Yu berbalik memandang wajah gadis itu kemudian bertanya, "Apakah masih ada orang lain di ruangan itu yang belum keluar?"


"Ada satu wanita lagi yang belum keluar." jawab gadis itu.


"Bagaimana nona bisa sangat yakin jika masih ada satu orang lagi? Apakah anda mengenal orang itu?" tanya Yu.


"Sejak awal saya memang bertujuan untuk menyelamatkan dia, tapi saya belum melihatnya keluar dari ruangan itu." jawab gadis bangsawan.


Yu berbalik kemudian berjalan menuju pintu penjara, satu persatu ruangan kecil di penjara itu di telusuri untuk mencari orang yang di maksud oleh gadis bangsawan.


"Tidak ada jejak manusia lain di ruangan, apakah nona yakin dia di kurung di sini?" tanya Yu setelah sampai di ujung ruang terakhir.


"Saya yakin dia di kurung di sini, saya melihat dia di seret ke ruangan ini oleh kedua penjaga itu." jawab gadis bangsawan.


"Hahh..."


Yu menghela nafas panjang setelah itu dia memberi perintah kepada pasukan Elang yang masih tersisa di sana. "Cari ruangan lain yang mungkin tersembunyi di sini. Bergeraklah dengan cepat! Kita sudah menghabiskan terlalu banyak waktu di sini!"


"Duk Duk Duk!"


Terdengar suara dari salah satu ruangan, Yu mendekat ke sana dengan was was. Dia mengeluarkan pedang dengan tangan kanan, tangan kirinya membuka pintu besi yang telah berkarat.


Yu melihat sekeliling ruangan namun tidak ada siapapun di ruangan itu.


"Duk Duk Duk!"


Suara itu kembali terdengar, Yu mencari arah suara sambil bersikap waspada.

__ADS_1


"Ehm... Ehm...!"


Kini suara terdengar suara erangan manusia.


Yu merasa suara itu terdengar dari balik tembok. Dengan sekuat tenaga Yu mencoba menghancurkan tembok itu.


"Bukkk Bukkk Bukkk!!"


Setelah beberapa kali mencoba, tembok itu akhirnya runtuh. Mata Yu berpusat pada seorang wanita yang terikat di tiang kayu.


"Mengenaskan..." ini adalah kata pertama yang terpikirkan saat melihat kondisi wanita itu.


Tubuh yang penuh luka bernanah, daging yang telah membusuk di makan ulat ulat kecil dan jari jari yang telah hancur oleh alat penyiksaan.


"Wei Wei!" teriak gadis bangsawan dengan mata terbelalak akibat terkejut melihat kondisi temannya itu.


"Lepaskan dia!" perintah Yu kepada pasukannya untuk melepaskan tali ikatan gadis bangsawan.


"Li Shia... Senang melihatmu baik baik saja." ucap Wei Wei (nama wanita yang terikat di tiang kayu)


"Maafkan aku! maafkan aku!" ucap Li Shia sambil menangis histeris. Dia berusaha melepas tali pengikat tangan Wei Wei namun tali itu tak kunjung lepas.


Tali pengikat itu terputus, Wei Wei yang lemah terjatuh dari tempatnya berdiri, dengan sigap Yu menangkap tubuh Wei Wei.


"Aku mendengar suara langkah kaki! Kita harus pergi sekarang juga!" ucap Yu sambil melangkah ke pintu keluar.


Li Shia mengikuti langkah kaki Yu, beberapa pasukan di perintahkan untuk menghancurkan dan membakar gedung penjara dari dalam sebelum ikut keluar.


*****


Istri dan anak anak Long Au Ping tiba di kamar tempat kerumunan para penjaga, melihat mayat suami dan ayah anak anaknya, wanita paruh baya itu sama sekali tidak bergeming.


Begitu pula dengan anak anak Long Au Ping, tidak ada kesedihan yang terlihat di wajah mereka. Bagi mereka semua, pria yang telah menjadi mayat itu hanya orang yang selalu menyiksa mereka semua.


Istri Long Au Ping bernama Gu Bei Yin, dia adalah wanita tercantik di jamannya. Saat itu, orang tua Gu Bei Yin sangat miskin sehingga mereka menjual putri mereka kepada Long Au Ping.


Long Au Ping mengetahui bahwa Gu Bei Yin memiliki kekasih sebelum mereka menikah. Karena rasa cemburu, Long Au Ping menyuruh seorang pembunuh untuk membunuh pria yang menjadi kekasih Gu Bei Yin di masa lalu.

__ADS_1


Tak hanya sampai di situ, Long Au Ping selalu menyiksa Gu Bei Yin saat mereka melakukan hubungan suami istri. Itu sebabnya kematian Long Au Ping adalah hal yang di tunggu tunggu oleh Gu Bei Yin.


Sementara anak anak Long Au Ping yang entah berasal dari berapa wanita hanya sibuk mengincar harta kekayaan ayahnya. Kematian Long Au Ping tentu menjadi berkah untuk mereka.


"Panggil tabib!" perintah Gu Bei Yin.


Setelah beberapa saat, tabib datang dan memeriksa mayat Long Au Ping.


"Nyonya Long, Tuan besar Long telah meninggal karena racun yang menyerang jantungnya. Racun itu sepertinya berasal dari kuku yang mencakar wajah Tuan besar." jelas tabib.


"Tidak, anda pasti salah menilai penyakit jantung sebagai keracunan. Tabib, tolong periksa sekali lagi!" ucap Gu Bei Yin sambil menatap dalam ke arah mata tabib.


Tabib dengan cepat mengerti apa yang harus di lakukan, dia kemudian meralat ucapannya tadi.


"Maafkan saya yang sudah tua ini Nyonya Long, Tuan besar meninggal karena penyakit jantung yang tiba tiba kambuh."


"Sebaiknya anda tidak lagi salah mengatakan penyebab kematian suamiku! Anda seharusnya tau apa yang akan terjadi jika hal ini tersebar bukan?" ancam Gu Bei Yin sambil menyerahkan sebuah amplop berisi uang ke tangan tabib.


"Saya mengerti, kalau begitu saya mohon undur diri terlebih dulu." ucap tabib yang menerima amplop kemudian pergi dengan terburu buru.


"Pemakaman akan di adakan besok! Bersihkan kamar ini dan pindahkan mayat Tuan besar ke aula depan!" perintah Gu Bei Yin.


Raja Wei yang mengendap masuk lewat langit langit akhirnya turun menemui Gu Bei Yin saat wanita itu sendirian.


"Kenapa Nyonya Long menutupi masalah ini?" tanya Raja Wei


"Ternyata Pangeran Han Ze Xuan... Tidak, Raja Wei yang terkenal, hari ini menyempatkan diri untuk berkunjung di gubuk tua saya." ucap Gu Bei Yin.


Gu Bei Yin tidak tampak takut ataupun terkejut dengan kehadiran Raja Wei. Bahkan Gu Bei Yin sudah menunggu Raja Wei menampakkan diri sehingga dia menunggu sendiri di ruang terpisah.


"Aku tersanjung Nyonya Long masih mengingat nama ku." jawab Raja Wei.


"Jadi? Apa yang anda inginkan di gubuk ini?" tanya Gu Bei Yin tanpa basa basi.


"Saya hanya datang untuk melihat keramaian." jawab Raja Wei.


Gu Bei Yin menatap Raja Wei penuh selidik, "Apakah Raja Wei yang membunuh Long Au Ping?" batin Gu Bei Yin.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2