
ISTANA KAISAR
Malam ini di adakan perjamuan untuk menyambut delegasi dari Negara asing. Kaisar Han meminta semua keluarga kerajaan untuk hadir menyambut mereka.
Selir Fei mendengar kabar ini, tentunya dia senang karena mendapat kesempatan untuk tampil di depan Kaisar. Dia akan merebut kembali perhatian Kaisar dan menjadi Ratu berikutnya menggantikan Ratu yang sudah di gulingkan.
Wanita Kaisar selalu berpikiran sama, mereka hanya ingin mendapat perhatian dari Kaisar dan menjadi wanita kesayangan pria yang paling berkuasa.
Begitu pula dengan Ratu yang kini posisi nya diturunkan menjadi Selir Ying. Meskipun posisinya adalah yang terendah di antara para wanita Kaisar, dia berpikir dirinya masih mempunyai kesempatan untuk merebut hati Kaisar.
Malam perjamuan tiba, Raja Wei datang bersama Permaisurinya. Begitu mereka masuk ke aula perjamuan, seluruh mata tertuju pada kecantikan wajah Permaisuri.
Pangeran dari beberapa negara lain yang ikut datang ke perjamuan terlihat ingin membawa gadis itu pulang. Kecantikan langka yang di miliki Se Se sangat lah sulit untuk dilupakan begitu saja.
Raja Wei sangat marah saat tatapan-tatapan liar dari laki-laki lain mengarah ke wajah dan tubuh Permaisurinya. "Lain kali, kamu tidak boleh berdandan lagi!" ucap Raja Wei.
"Hmm? Hari ini saya sama sekali tidak berdandan." jawab Se Se.
"Kalau begitu lain kali kamu harus menutupi wajah mu dengan kain cadar." ucap Raja Wei dengan kesal.
"He he... Apakah suami ku sedang cemburu?" goda Se Se.
"Ehemmm... Aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka wajah Permaisuri ku di lirik oleh pria lain." jawab Raja Wei dengan wajah memerah.
"Apa itu ada bedanya dengan cemburu?" goda Se Se dengan mendekatkan wajahnya.
"Glup...!" Raja Wei menelan air liur.
"Jangan dekat-dekat, aku jadi ingin memakan mu!" kata Raja Wei yang mulai berdebar-debar.
"Hahaha... Wajah Xuan benar-benar sangat lucu saat malu." Se Se tertawa kecil melihat wajah merah Raja Wei.
Para lelaki yang sejak tadi memperhatikan Se Se semakin tergoda ketika melihat senyum di wajah nya. Terutama pria hidung belang yang suka bermain dengan sembarang wanita. Mata mereka terus menatap tubuh Se Se dari atas hingga ke bawah.
Se Se merasa tidak nyaman karena menyadari tatapan dari orang-orang. Dia berbisik ke telinga Raja Wei, "Bolehkah kita pulang lebih dulu?"
"Acara ini bahkan belum di mulai. Kaisar akan mengomeli kita jika pulang sekarang." jawab Raja Wei.
"Oh..." ucap Se Se pasrah.
__ADS_1
Raja Wei tersenyum dan mengecup pipi istrinya. "Jangan cemberut, nanti wajah mu jadi jelek."
"Ck... jangan mencium ku di depan umum." keluh Se Se padahal hatinya berbunga-bunga.
Acara di mulai, putri bangsawan berlomba-lomba membawa tarian dan nyanyian untuk menghibur dan menarik perhatian Pangeran yang hadir di sana.
"Ah, ternyata hiburan di negara Han hanya sebatas ini. Sama sekali tidak menarik." ucap Pangeran dari negara Zhao.
Negara Han dan negara Zhao telah lama berselisih, hanya saja mereka saling ketergantungan sehingga masih menjaga perdamaian yang tidak tulus.
Beberapa Pangeran dari negara Han tentu saja merasa marah karena hinaan Pangeran Zhao.
"Jika anda tidak keberatan, saya akan menghibur kalian semua dengan tarian dari negara Zhao." ucap Pangeran Zhao yang bernama Zhao Su Mo.
Kaisar mengetahui maksud kata-kata Zhao Su Mo. Dia ingin menimbulkan konflik di antara negara. Tentu saja Kaisar tidak sebodoh itu membiarkan rencana nya berhasil.
"Tentu saja tidak keberatan, kami merasa terhormat bisa di hibur oleh penari dari negara Zhao." jawab Kaisar.
Zhao Su Mo menepuk tangan dua kali, beberapa wanita masuk memakai pakaian minim yang memperlihatkan lekukan tubuh mereka. Bagian perut wanita penari terekspos polos tanpa helaian kain. Wajah-wajah cantik penari juga terbilang luar biasa. Memang pantas di acungkan jempol.
Para penari memulai tarian nya. Semua pria tampak terpesona kecuali Raja Wei yang sibuk menatap wajah istri tercinta.
Zhao Su Mo memberi kode pada salah seorang penari untuk menggoda Raja Wei, dengan cepat penari itu mengerti maksud dari Zhao Su Mo.
Penari yang bernama Li Siang mendekati Raja Wei dengan membawa secangkir arak di tangan nya, dia mengajak Raja Wei bersulang. Se Se melihat Li Siang dengan tatapan tidak ramah, dia kesal wanita itu menggoda pria milik nya.
Raja Wei tersenyum senang melihat wajah cemburu Se Se, dia mengusir penari itu dengan meggerakkan telapak tangan. Se Se tersenyum puas dengan sikap tegas Raja Wei.
Li Siang tidak menyerah, dengan sengaja dia menumpahkan arak di baju tipisnya yang transparan. Baju yang transparan itu semakin memperlihatkan isi di dalam nya.
Se Se melihat kedua bukit kembar yang seolah akan meledak keluar dari balik baju Li Siang, dia menelan air liur nya, tergoda melihat bukit yang sebesar buah melon sedang bergerak naik turun di depan matanya.
Dia menatap Raja Wei, senyuman puas kembali menghiasi wajah nya ketika menyadari Raja Wei hanya menatap diri nya seorang. Raja Wei tidak tertarik pada wanita yang memiliki dua melon di dadanya itu, dia hanya fokus menikmati wajah cantik istrinya.
Zhao Su Mo merasa kesal, begitu pula dengan Li Siang. Baru sekali ini ada pria yang tidak meliriknya.
"Aku akan membuat pria ini bertekuk lutut di bawah gaun ku!" batin Li Siang.
Se Se menatap mata Li Siang, seperti bisa membaca pikiran wanita itu, dia menjawab dalam hati, "Tidak akan ku biarkan wanita lain merebut Xuan dari ku."
__ADS_1
Acara terus berlanjut, Se Se merasa bosan dengan tarian dan nyanyian yang terlihat tidak berbeda di matanya. Dengan suara manja dia memohon Raja Wei untuk membawanya pergi.
"Xuan..."
"Hmm?"
"Xuan..."
"Ada apa Permaisuri ku?"
"Aku bosan."
"Apa kamu ingin pulang sekarang?"
Se Se mengangguk, "Ayo pulang..."
Raja Wei tersenyum, dia berbisik, "Tunggu sebentar lagi. Masih ada acara yang penting."
"Xuan..."
Raja Wei mendekat kan wajah mereka. "Sabarlah sebentar lagi, aku akan membuat mu bahagia ketika sampai di rumah."
"Blush" wajah Se Se merona merah karena godaan Raja Wei.
"Tapi aku bosan, pinggang ku pegal, pantat ku sakit." keluh Se Se dengan suara manja nya.
Raja Wei tertawa melihat sifat manja yang jarang di perlihatkan Se Se. Namun dia menyukai sifat manja itu. "Bagaimana kalau kita berjalan-jalan di luar?"
Se Se mengangguk dengan semangat. Raja Wei tersenyum geli melihat wajah lucu Permaisurinya.
Raja Wei berdiri, dia menunduk dan mengulurkan tangan hendak membantu Se Se berdiri. Se Se tidak menerima uluran tangan nya, dia menatap wajah Raja Wei dengan tatapan memelas.
Raja Wei tersenyum lebar melihat Se Se yang luar biasa manja malam ini. Dia mengangkat tubuh Se Se dalam gendongannya. Semua orang menatap mereka dengan tatapan kaget.
Raja Wei yang terkenal kejam dan sadis ternyata sangat memanjakan Permaisuri, sungguh tak terduga dan sulit di percaya.
Tentu Se Se melakukan semua ini dengan sengaja, dia ingin memperlihatkan rasa cinta mereka kepada wanita penggoda yang hendak merebut Raja Wei dari nya.
Li Siang menatap Se Se dengan tatapan permusuhan yang kuat, "Aku akan menghancurkan jalang itu!" batin Li Siang.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^