The Princess Story

The Princess Story
Ep 157. Jauhi dia!


__ADS_3

Selir Zhou Yi Mei dengan semangat berjalan mendekat ke arah Han Ze Xing. Ketika dia telah berdiri tepat di depan Han Ze Xing, pria itu langsung memasukkan obat ke dalam mulut Selir Zhou Yi Mei yang sejak tadi memperlihatkan senyum genit nya.


Han Ze Xing mengeluarkan sebuah sapu tangan, dia membersihkan tangan nya yang tadi menyentuh bibir Selir Zhou Yi Mei. Dia merasa jijik dan kotor karena telah menyentuh bagian tubuh dari wanita itu.


"Uhukk Uhukkk!"


Selir Zhou Yi Mei menelan obat itu tanpa perlawanan karena gerakan Han Ze Xing yang terlalu mendadak tidak dapat dia hindari.


"Yang Mulia, obat apa yang anda berikan kepada saya tadi?" tanya Selir Zhou Yi Mei.


"Bawa dia keluar!" perintah Han Ze Xing tanpa menjawab pertanyaan dari Selir Zhou Yi Mei.


Seorang pelayan masuk dan menyeret tubuh Selir Zhou Yi Mei. Wanita itu meronta dan melakukan perlawanan.


"Yang Mulia, kenapa anda melakukan hal ini kepada saya?" tanya Selir Zhou Yi Mei dengan wajah sedih.


Han Ze Xing memalingkan wajah nya ke arah lain, dia merasa jijik meskipun hanya menatap wajah wanita licik itu.


Pelayan melemparkan tubuh Selir Zhou Yi Mei di depan pintu kamar, dua penjaga menghalangi wanita itu saat dia akan masuk kembali ke kamar Han Ze Xing.


"Apa yang harus aku lakukan agar gadis itu memaafkan ku?" ucap Han Ze Xing ketika terlintas wajah Zhou Yi Thing di dalam pikiran nya.


KEDIAMAN RAJA WEI


Sesuai janji, Han Ze Xing kembali ke kediaman Raja Wei pada hari besoknya. Kali ini dia membawa makanan yang biasanya akan di sukai oleh wanita hamil.


Han Ze Xing langsung menuju ke kamar Zhou Yi Thing, dia mengetuk pintu kamar dengan hati-hati agar tidak mengagetkan gadis itu.


"Tok Tok Tok...!"


Zhou Yi Thing membuka pintu kamar, langkah kaki nya segera mundur begitu melihat wajah Han Ze Xing.


"Untuk apa anda kemari lagi?" tanya Zhou Yi Thing dengan wajah ketakutan.


"Saya membawa makanan untuk anda, makanan yang biasanya akan di sukai oleh wanita hamil." jawab Han Ze Xing.


"Saya tidak memerlukan nya, bawa pergi dan jangan ke sini lagi!" ucap Zhou Yi Thing yang langsung menutup pintu kamar.

__ADS_1


Han Ze Xing bingung harus bagaimana menghadapi kemarahan dan ketakutan Zhou Yi Thing terhadapnya. Dia menuju ke kamar Se Se untuk meminta nasehat dan bantuan.


"Yang Mulia, tumben sekali anda datang di pagi hari." ucap Se Se.


"Saya membawa makanan untuk Nona Zhou, tapi sepertinya dia sangat membenci saya. Dia bahkan tidak melihat isi di dalam kotak makanan yang saya bawa dan langsung mengusir saya." keluh Han Ze Xing.


"Itu adalah hal yang wajar karena anda telah menyakiti nya." jawab Se Se dengan jujur tanpa peduli dengan perasaan Han Ze Xing.


"Saya tidak melakukan hal itu dengan sengaja. Saat itu saya benar-benar tidak sadar dengan apa yang saya lakukan." ucap Han Ze Xing membela diri.


"Yang Mulia..." Se Se tidak jadi mengatakan hal yang terlintas di dalam pikirannya.


"Ada apa? Katakan saja!" ucap Han Ze Xing.


"Apakah anda bersedia menikahi Zhou Yi Thing dan menerima nya sebagai istri anda?" tanya Se Se ragu-ragu.


"Saya akan menikahi nya jika dia bersedia." jawab Han Ze Xing.


"Maksud saya, apakah anda bisa memperlakukan gadis itu sebagai istri anda? Bukan hanya memberikan dia status. Tapi memberikan semua kepadanya, hati dan kasih sayang anda tentu nya." ucap Se Se menjelaskan.


"Entahlah, saya tidak yakin dengan hal itu. Tapi saya pasti akan memperlakukan Nona itu dengan baik." jawab Han Ze Xing.


"Bersikap baik hanya akan menimbulkan harapan di dalam hati nya apabila tanpa sengaja dia menyukai anda karena sikap baik anda itu." ucap Se Se.


"Saya tidak tahu bagaimana cara menyayangi seseorang. Saya juga tidak bisa memberikan hati saya untuk wanita yang baru saja saya kenal." jawab Han Ze Xing.


"Kalau begitu, tolong jauhi dia. Jangan datang mengganggu nya lagi karena itu hanya akan membuat perasaan gadis itu semakin kacau. Jika sampai timbul perasaan cinta di hatinya karena sikap baik anda, apa yang harus dia lakukan?


"Dia akan semakin menderita jika mengetahui bahwa Yang Mulia tidak pernah memberikan hati anda untuknya." ucap Se Se.


"Permaisuri benar, saya tidak memikirkan sejauh itu. Terima kasih karena telah menyadarkan saya. Makanan ini akan saya tinggalkan di sini. Tolong berikan kepada gadis itu." ucap Han Ze Xing.


"Saya akan mengantarkan makanan ini ke kamar Nona Zhou." jawab Se Se.


"Terima kasih!" ucap Han Ze Xing.


Pemuda itu meninggalkan kediaman Raja Wei. Se Se membawa makanan dari Han Ze Xing menuju ke kamar Zhou Yi Thing.

__ADS_1


"Tok Tok Tok!"


"Pergi! Aku tidak ingin melihat mu!" ucap Zhou Yi Thing dari dalam kamar.


"Nona Zhou, ini saya." ucap Se Se.


Zhou Yi Thing turun dari tempat tidur dan segera membuka pintu kamar.


"Maaf, saya kira pria itu lagi yang mengetuk pintu." ucap Zhou Yi Thing.


"Bolehkah saya masuk dan berbicara kepada anda?" ucap Se Se.


Zhou Yi Thing mengangguk, "Silakan masuk Permasuri."


"Nona Zhou, saya tahu ini bukan urusan saya. Tapi saya tidak bisa diam saja melihat orang lain menderita. Saya hanya ingin mengatakan kepada anda, Putra Mahkota adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Dia akan berusaha menebus semua kesalahan nya kepada anda. Bisakah anda memaafkan dia sekali saja?" tanya Se Se.


"Saya tidak bisa, sangat sulit untuk memaafkan orang yang sudah melakukan hal itu kepada saya. Setiap malam saya bermimpi buruk, saya ketakutan saat melihat wajahnya. Bahkan mendengar suara nya saja membuat saya gemetaran." jawab Zhou Yi Thing.


"Berikan diri anda kesempatan, Putra Mahkota benar-benar telah menyesal karena kesalahan yang dia lakukan kepada anda. Jika anda menjadi salah satu wanita milik Putra Mahkota, saya yakin dia akan memperlakukan anda dengan baik.


"Tapi tolong ingat perkataan saya ini, jangan pernah memberikan hati anda untuk nya! Cukup jadikan dia sebagai orang yang akan melindungi anda seumur hidup dan jangan pernah mencintai nya." ucap Se Se.


"Menurut Permaisuri, saya harus menikah dengan pria itu?" tanya Zhou Yi Thing.


"Ya, demi anak yang berada di dalam perut anda. Nona Zhou, anda sebaiknya menjadi salah satu selir Putra Mahkota agar anak itu mendapatkan gelarnya dan hidup di Istana bersama ayah kandungnya." jawab Se Se.


"Tapi saya tidak pantas menjadi seorang Selir, saya sudah ..." Zhou Yi Thing tidak sanggup melanjutkan ucapannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2