The Princess Story

The Princess Story
Ep 129. Ketulusan


__ADS_3

"Anda bukan hanya pemberani tapi juga pintar dan cerdas." ucap Raja Wei.


"Saya hanya menebak berdasarkan kemampuan anda Yang Mulia." ucap Zhou Yi Thing.


"Apakah anda tidak takut pada saya Tuan Putri?" tanya Raja Wei.


"Kenapa saya harus takut pada anda? Justru saya senang akhirnya ada seseorang yang bisa mengakhiri kekejaman ayah. Saya akan berpura-pura tidak melihat kejadian ini, pergilah!" ucap Zhou Yi Thing.


"Bukankah saya sudah bilang jika saya datang untuk membunuh semua anggota keluarga kerajaan Zhou?" ucap Raja Wei.


"Saya tidak perduli, anda boleh membunuh saya juga. Tapi saya mohon lepaskan adik saya Zhou Yi Mei. Dia hanya gadis kecil yang baik hati dan tidak tahu apa-apa tentang dunia luar." ucap Zhou Yi Thing.


Raja Wei berpikir sesaat, "Memang benar apa yang dikatakan oleh Zhou Yi Thing, mereka hanya terlahir di keluarga kerajaan Zhou, namun mereka tidak pernah melakukan kejahatan seperti yang di lakukan oleh ayahnya."


"Bawalah adik anda pergi dari istana, mungkin anda dan adik anda akan selamat. Saya berjanji tidak akan mengejar kalian." ucap Raja Wei kemudian pergi meninggalkan Zhou Yi Thing.


"Terima kasih Yang Mulia." jawab Zhou Yi Thing.


Raja Wei menuju ke kamar Kaisar Zhou, pria tua itu sedang berbaring di tempat tidur tanpa mengetahui ada pembunuh yang sedang mengincar nyawanya.


Raja Wei mendekat ke tempat tidur, dia menusuk pedangnya ke arah jantung Kaisar Zhou yang masih tertidur.


"Tranggg!"


Pengawal bayangan Kaisar Zhou menghadang pedang dari Raja Wei. Mereka saling menyerang dan menimbulkan keributan hingga pasukan yang ada di sekeliling segera masuk.


Kaisar Zhou terbangun dari tidurnya, dia menatap Raja Wei dengan senyum kemenangan. Melihat beberapa pengawal kini mengelilingi Raja Wei, Kaisar Zhou berpikir bahwa dia telah berhasil menangkap musuh besarnya.


"Raja Wei, anda tidak perlu menutupi wajah lagi, pedang di tangan anda itu sudah membuktikan identitas anda." ucap Kaisar Zhou.


"Aku baru tahu jika Kaisar Zhou sangat mengingat pedang ku ini, sepertinya anda benar-benar menghargai aku sebagai musuh." jawab Raja Wei.


"Saya tidak mengingat pedang nya, tapi tali simpul itu bukankah melekat di lengan Permaisuri anda yang sangat cantik itu?" ucap Kaisar Zhou dengan senyum menyeringai.


"Deg!"


Jantung Raja Wei tersentak, dia menjadi gelisah mendengar ucapan dari Kaisar Zhou.


"Bagaimana dia tahu Se Se memiliki simpul ini di lengan nya?" batin Raja Wei.


"Hahaha... Sepertinya Raja Wei belum tahu jika istri anda saat ini sudah kabur dengan pria lain. Mata-mata saya mengatakan jika Permaisuri Raja Wei tidur satu kamar dengan seorang pria tampan dan mengikutinya pergi dari negara Han." ucap Kaisar Zhou.


Salah satu mata-mata yang menyamar menjadi pelayan ternyata mengirimkan kabar kepada Kaisar Zhou di saat mereka menemukan lokasi Se Se. Namun mereka tidak tahu bahwa pria yang di maksud adalah Thien Si Rui, Kaisar Kerajaan Langit.

__ADS_1


"Tidur satu kamar?" batin Raja Wei.


Meskipun Raja Wei tahu bahwa Se Se tidak akan mungkin menghianati nya, namun hati nya masih kacau ketika mendengar Permaisuri nya tidur satu kamar dengan pria lain.


"Apakah anda sedang marah sekarang? Raja Wei yang dikenal sangat kejam ternyata seorang pria yang bertekuk lutut di hadapan seorang wanita. Benar-benar mengecewakan." ucap Kaisar Zhou.


Raja Wei menatap Kaisar Zhou dengan penuh amarah, "Tutup mulut mu! Permaisuri ku tidak akan pernah melakukan hal serendah itu." ucap Raja Wei.


Kaisar Zhou menyeringai, dia menaikkan salah satu bibirnya kemudian berkata, "Jika anda benar mempercayai wanita itu, kenapa anda tidak pergi melihat dan memeriksa nya sendiri?"


"Aku tidak perlu memeriksa apapun, Permaisuri ku adalah seorang wanita terhormat yang setia pada suami nya." jawab Raja Wei.


"Hahaha... Setia? Apakah anda yakin wanita itu hanya mencintai anda Raja Wei yang terkenal kejam dan buruk rupa?"


"Otu bukan urusan mu! Kau tidak akan dan tidak perlu mengerti perasaan cinta kami." jawab Raja Wei.


"Kau benar-benar naif, mana mungkin ada cinta tulus di dunia ini, wanita itu hanya memanfaatkan kecantikannya untuk merayu pria demi mendapat kekuasaan." ucap Kaisar Zhou.


"Diam dan tutup mulut mu itu, Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghina Permaisuri ku! Orang seperti mu tidak akan pernah mengerti arti dari cinta, karena kau tidak mempunyai hati dan pikiran!" ucap Raja Wei dengan nada kesal.


"Terserah jika kau tidak mempercayai ucapan ku. Lagi pulsa banyak orang yang melihat wanita itu tidur satu kamar dengan pria muda yang tampan." jawab Kaisar Zhou dengan senyum merendahkan.


"Kau terlalu banyak bicara, sudah waktu nya kau mati agar dunia ini lebih aman dan damai." ucap Raja Wei kemudian menyerang para pengawal.


Kini sisa dua pengawal bayangan yang masih setia melindungi Kaisar Zhou. Raja Wei mengarahkan pedang ke arah Kaisar Zhou.


"Kalian akan ku biarkan hidup jika pergi dari sini sekarang juga." ucap Raja Wei.


Kedua pengawal itu saling bertatapan, Raja Wei mengetahui keraguan mereka.


"Apakah kalian masih ingin melindungi Kaisar tiran dan kejam ini? Apakah kalian tidak ingin mengubah jalan hidup kalian agar lebih baik?" ucap Raja Wei.


Kedua pengawal menjatuhkan pedangnya dan berdiri di samping, mereka menyerah dan tidak ingin melindungi Kaisar Zhou lagi.


Kaisar Zhou kini sangat panik, dengan suara keras dia membentak pengawal itu.


"Kalian penghianat, akan ku bunuh semua keluarga kalian!"


"Huhh... Kau masih saja kejam ketika menghadapi kematian." ucap Raja Wei.


"Diam kau! Kau juga pria kejam yang selalu membunuh orang!" ucap Kaisar Zhou dengan suara bergetar.


"Ambil pedang kalian, aku yakin kalian tahu apa yang harus dilakukan agar keluarga kalian selamat." ucap Raja Wei kepada kedua pengawal.

__ADS_1


Kedua pengawal saling bertatapan sesaat sebelum mereka mengambil kembali pedang yang terletak di atas lantai.


Tanpa basa basi, mereka mengayunkan pedang dan menyerang Kaisar Zhou. Pria tua itu ketakutan, dia berusaha kabur dari serangan kedua pengawal.


"Swoshhh!"


Pedang dari salah satu oengawal menebas punggung Kaisar Zhou, pria itu merintih kesakitan.


"Jlebbb!"


Pengawal yang lain menusukkan pedang ke tubuh Kaisar Zhou, dia menarik pedangnya, darah mulai menyembur dari lubang di tubuh pria tua itu.


"Kau tidak pantas menjadi Kaisar kami!" ucap salah seorang pengawal.


Raja Wei mendekat dan berkata kepada Kaisar Zhou, "Kau tidak pernah mengerti arti ketulusan karena kau tidak pernah tulus menghargai orang-orang di sekeliling mu. Dan ini adalah salah satu akibat dari ketidak-tulusan mu kepada mereka."


Kaisar Zhou mulai kehilangan kesadaran, napasnya mulai tersenggal-senggal dan akhirnya dia menghembuskan napas terakhir.


Raja Wei berjalan menuju pintu keluar, kedua pengawal mengejarnya dan memberi penghormatan mereka untuk Raja Wei.


"Terima Kasih telah memberikan kami kesempatan." ucap salah seorang pengawal.


"Kesempatan itu, kalian berdua lah yang telah mengambilnya. Selanjutnya, jangan salah memilih majikan lagi." ucap Raja Wei kemudian meninggalkan ruangan.


Sementara itu Zhou Yi Thing saat ini sedang mengemas barang bersama Zhou Yi Mei adik kandungnya.


Saat mereka selesai berkemas, salah satu Pasukan Elang masuk ke kamar dan menyerang mereka.


Zhou Yi Thing yang bisa sedikit ilmu pedang melawan Pasukan Elang.


"Cepat pergi dari sini!" teriak Zhou Yi Thing menyuruh adiknya kabur.


"Suara gadis itu!" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2