The Princess Story

The Princess Story
Ep 191. Raja Wei kehilangan akal


__ADS_3

Beberapa pengawal menjaga dengan teliti di depan gerbang setelah mendapat peringatan dari Raja Wei, salah satu dari pengawal itu telah melihat Su Li An yang tengah mengintai kediaman Raja Wei.


"Seseorang sedang mengintai kediaman, buka mata dan gunakan telinga kalian dengan baik. Jangan sampai kecolongan!" perintah pengawal itu.


Su Li An berjalan pergi dari tempatnya mengintai setelah melihat para pengawal menatap nya. Dia tidak ingin ketahuan sebelum rencana nya berhasil.


Raja Wei menuju ke kamar, dia melihat Ti Liu yang sedang berada di taman depan kamar bersama Se Se. Mereka berdua bermain bersama bayi bayi, muncul rasa cemburu di hati Raja Wei melihat kedekatan Permaisuri dengan pria lain.


Raja Wei mengepal kedua tangan nya, dia menatap Ti Liu dan Se Se dari tempat gelap. Ti Liu saat itu sedang membawakan makanan ringan dan minuman untuk Se Se. Dia berhenti di sana ketika melihat bayi bayi kecil yang tersenyum saat melihat nya.


Ti Liu bermain dengan bayi bayi itu hingga melupakan bahwa majikan nya itu pria yang sangat pencemburu. Se Se hanya tersenyum dan tertawa karena melihat senyuman di wajah bayi bayi mungilnya.


"Apa yang sedang aku pikirkan? Dia hanya bermain bersama bayi bayi ku. Kenapa aku sangat marah melihat hal seperti ini?" batin Raja Wei.


"Permaisuri, apakah ada sesuatu yang terjadi beberapa hari ini? Anda terlihat sangat lelah." ucap Ti Liu.


"Tidak ada apa apa, aku hanya salah paham terhadap Xuan. Maaf sudah membuat mu khawatir. Apakah Xuan tidak memberikan kamu pekerjaan? Kelihatannya Liu sangat santai hingga sempat membawakan makanan untuk ku." ucap Se Se.


"Saya hanya kebetulan melihat makanan kesukaan anda saat berjalan jalan di pusat kota. Saya membawakan makanan ini karena Permaisuri terlihat bahagia ketika menikmatinya." ucap Ti Liu.


"Terima kasih Liu, sering sering lah bermain ke taman ini. Xia Xia dan Xin Xin terlihat sangat senang bermain dengan mu." ucap Se Se.


"Baik Permaisuri, saya akan bermain dengan Pangeran dan Putri saat tidak ada tugas." jawab Ti Liu.


"Panggil saja mereka Xin Xin dan Xia Xia. Kamu juga adalah salah satu Paman mereka. Jangan memanggilnya dengan sebutan yang canggung begitu." ucap Se Se.


"Saya hanya pengawal di sini, tidak pantas bagi saya untuk memanggil nama Pangeran dan Putri." jawab Ti Liu.


"Jangan berkata seperti itu, Liu ... kamu bukan hanya pengawal, kamu adalah salah satu keluarga di kediaman ini." ucap Se Se sambil mengelus rambut Ti Liu.


Ti Liu merasa terharu mendengar Se Se menganggapnya sebagai salah satu bagian keluarga. Dia merasa hidupnya sekarang tidak lagi sendirian.


Sementara Raja Wei saat ini semakin tersulut api cemburu dalam hatinya, dia merasa gelisah melihat kedekatan Se Se dengan Ti Liu yang menurutnya terlalu berlebihan.


Raja Wei melemparkan pedangnya yang masih berada di dalam sarung ke arah Ti Liu, namun Ti Liu dengan mudah menghindar dari serangan Raja Wei.


Raja Wei kembali menyerangnya, kali ini dia mengayunkan tinju ke arah Ti Liu dengan aura pembunuh yang mengejutkan Se Se dan juga Ti Liu.

__ADS_1


Se Se terkejut melihat Raja Wei menyerang Ti Liu seperti itu, pemuda itu terlihat sangat serius ingin membunuh Ti Liu.


"Hentikan!" ucap Se Se.


Raja Wei masih terus menyerang, Ti Liu hanya menghindar tanpa membalas serangan dari Raja Wei.


"Xuan!!! Hentikan!" bentak Se Se.


Raja Wei semakin kesal mendengar suara keras dari Permaisuri nya, dia menyerang Ti Liu dengan kekuatan yang lebih keras. Ti Liu terkena tendangan yang di layangkan Raja Wei ke tubuhnya, pria itu melayang jauh sebelum akhirnya terjatuh ke tanah.


Karena Raja Wei masih tidak menghentikan serangan nya, Se Se tidak punya cara lain selain menahan serangan Raja Wei dengan tubuhnya sendiri.


Se Se berlari ke arah Ti Liu dan melindungi Ti Liu dengan tubuhnya sebagai perisai. Raja Wei terkejut melihat Se Se yang sudah berada di depan nya, dia menghentikan serangan nya dan segera bertanya dengan wajah cemas, "Apa kamu baik baik saja? Apakah ada yang terluka?"


"Kenapa Xuan menyerang Liu?" tanya Se Se.


Wajah cemas Raja Wei segera berubah marah, dia emosi mendengar Se Se menyebut nama Ti Liu dengan panggilan Liu.


"Aku bukan hanya menyerangnya, tapi aku akan membunuhnya!" jawab Raja Wei.


"Kesalahan nya sangat besar. Dia telah berani menggoda Permaisuri ku!" jawab Raja Wei dengan tatapan pembunuh ke arah Ti Liu.


"Hahhh...!" Se Se menghela napas panjang mendengar jawaban dari Raja Wei.


"Kapan Liu menggoda ku? Dia hanya ke sini untuk mengantarkan makanan dan bermain dengan anak anak." ucap Se Se menjelaskan.


"Liu? Sejak kapan kalian menjadi begitu dekat? Apakah karena kalian menghabiskan waktu berdua selama satu tahun?" tanya Raja Wei.


"Liu, pergi obati luka mu!" perintah Se Se.


Ti Liu tidak berani mengikuti perintah Se Se, dia segera berlutut di hadapan kedua majikannya itu.


"Liu, pergi lah dan segera obati luka mu itu!" ucap Se Se lagi.


Raja Wei menarik lengan Se Se ke arahnya, dia kembali menyerang Ti Liu karena amarahnya memuncak melihat Se Se begitu perhatian dengan pengawal nya itu.


"Xuan hentikan!" bentak Se Se dengan wajah merah karena mulai kesal dengan kelakuan Raja Wei.

__ADS_1


Raja Wei tersentak melihat perubahan sikap Se Se, dia merasakan firasat buruk jika istrinya saat ini sangat marah kepadanya.


"Liu, pergi dari sini sekarang juga atau aku yang akan membunuh mu karena telah melanggar perintah!" perintah Se Se dengan suara tinggi dan wajah yang menakutkan.


Ti Liu akhirnya mengikuti perintah Se Se, dia memberi hormat kepada kedua pasangan itu sebelum pergi.


Se Se melangkah dengan langkah besar menuju ke kamar, dia merasa sangat marah dan frustasi dengan sikap kasar Raja Wei terhadap Ti Liu yang sudah di anggapnya sebagai sahabat dan keluarga.


Raja Wei mengikuti langkah Se Se dari belakang, dia masuk ke kamar dan mengunci pintu kamar.


"Sayang, maafkan aku. Tolong jangan mengabaikan ku." ucap Raja Wei.


"Xuan benar benar keterlaluan!" ucap Se Se.


"Aku hanya tidak suka kamu dekat dengan pria lain!" ucap Raja Wei mencari alasan.


"Apa itu boleh dijadikan alasan untuk membunuh pengawal setia mu?" tanya Se Se dengan nada datar.


"Maaf, tadi aku terlalu emosi hingga kehilangan akal." jawab Raja Wei dengan wajah menyesal.


"Aku menitipkan Liu kepada Xuan bukan untuk di siksa atau di pukuli. Jika Xuan tidak sanggup menjaganya, maka aku akan menitipkan Liu kepada Kak Ye Yuan." ucap Se Se.


"Menitipkan?" gumam Raja Wei.


"Ti Liu memang di titipkan oleh seorang gadis di saat dia masih kecil. Tapi ... Apa mungkin gadis itu adalah Se Se?" batin Raja Wei.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2