
"Wanita itu, dia berniat memisahkan kita. Dia berniat merebut posisi mu." ucap Raja Wei.
"Su Li An?" tanya Se Se sambil melepaskan pelukan Raja Wei.
"Benar, wanita itu sedang merencanakan perbuatan buruk untuk merusak hubungan kita." ucap Raja Wei.
"Xuan ... Apakah kamu menyukai Su Li An?" tanya Se Se.
"Mana mungkin aku menyukai wanita licik seperti itu." jawab Raja Wei.
"Tapi Xuan menatapnya sama seperti saat Xuan menatap ku ketika wanita itu melepaskan pakaian nya di depan Xuan." ucap Se Se.
"Aku juga tidak tahu kenapa aku bersikap seperti itu, tapi aku berkata jujur bahwa aku tidak pernah menyukai wanita licik itu. Kejadian saat di hutan juga sepertinya ulah Su Li An. Dia ahli dalam menggunakan racun, jadi mungkin saja dia menggunakan racun untuk mempengaruhi ku." ucap Raja Wei menjelaskan.
"Sudah aku duga, dia memang terlihat aneh." ucap Se Se.
"Apakah Permaisuri ku cemburu?" tanya Raja Wei menggoda Se Se.
"Tentu saja, aku sangat marah saat itu karena Xuan terus menatap tubuh wanita itu." jawab Se Se dengan wajah kesal.
"Tubuh Permaisuri ku lebih bagus ribuan kali dari nya, bagaimana mungkin aku tergoda karena menatap tubuh wanita itu?" ucap Raja Wei.
"Ckk...! Apa sekarang Xuan sedang mengakui jika Xuan menatap tubuh Su Li An saat itu?" tanya Se Se dengan nada marah.
"Ehem... Ehem...! Aku hanya sedikit melihat nya." jawab Raja Wei sambil memutar bola mata nya.
"Dasar mata keranjang!" ucap Se Se sambil memukul Raja Wei dengan menggunakan bantal.
Raja Wei menahan kedua pergelangan tangan Se Se, dia mendekatkan wajahnya kemudian mengecup bibir Se Se berkali kali.
"Aku baru sadar jika Permaisuri ku sangat mencintai ku hingga meminta ku untuk melamar diri nya." ucap Raja Wei.
"Blush"
Wajah Se Se merona memikirkan hal memalukan yang telah dia lakukan terhadap seorang anak kecil yang masih berumur 10 tahun.
"Kenapa wajah gadis kecil ku merona? Apakah dia sedang memikirkan hal memalukan yang pernah dia lakukan kepada ku?" goda Raja Wei.
"Diamlah! Jangan membahas hal itu lagi!" ucap Se Se dengan wajah kesal dan perasaan malu.
"Ahhh! Kenapa aku melakukan hal itu? Benar benar memalukan!" batin Se Se.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ti Liu berada di kamar, dia mengobati luka nya saat terjatuh karena serangan dari Raja Wei. Ti Liu tiba tiba berhenti mengoleskan obat di luka nya, dia mengingat kejadian saat kecil.
Se Se mengobati luka luka Ti Liu kecil yang penuh dengan nanah. Gadis itu tidak terlihat jijik ataupun takut dengan lukanya, malah wajahnya terlihat seperti sedang menahan sakit. Dia merasa sakit hati melihat anak sekecil itu harus menderita.
"Permaisuri, aku akan selalu melindungi anda meskipun harus kehilangan nyawa ku." gumam Ti Liu.
"Tok Tok Tok!"
"Masuk!" ucap Ti Liu.
Yu datang ke kamar Ti Liu, dia melihat teman nya itu di serang oleh Raja Wei. Meskipun ingin melerai, Yu tidak dapat melakukan nya karena tidak ingin memperparah situasi.
"Berikan pada ku!" ucap Yu.
Yu meminta obat dari Ti Liu, dia membantu mengoleskan obat di seluruh luka Ti Liu.
"Jangan terlalu dekat dengan Permaisuri, kita semua tahu Yang Mulia sangat pencemburu. Meskipun Permaisuri sangat ramah, terlalu dekat dengan beliau akan menjadi bahaya untuk mu. Yang Mulia tidak akan segan segan membunuh pria yang mendekati Permaisuri." ucap Yu menasehati.
Ti Liu hanya diam mendengarkan ocehan Yu tanpa menjawab apapun, namun dalam hati dia berkata, "Aku tidak perduli meskipun harus mati, aku hanya ingin merasakan perasaan hangat itu. Perasaan memiliki keluarga yang benar benar tulus perduli kepada ku."
"Pokkk!"
"Kenapa kau memukul kepala ku?" ucap Ti Liu dengan wajah kesal sambil menatap Yu.
"Kau terlihat bodoh saat senyum seperti itu! Sadarkan diri mu, jangan memiliki perasaan yang tidak boleh kau memiliki!" ucap Yu.
"Ck... Kau ini seperti kakek tua yang mengomeli cucu nya." jawab Ti Liu.
"Aku berkata serius! Jangan melakukan hal tidak berguna. Kau tahu jika Permaisuri dan Yang Mulia saling mencintai. Lupakan perasaan mu itu!" ucap Yu.
"Apa yang kau katakan? Apa kau pikir aku sudah gila? Bagaimana bisa kau menganggap aku menyukai Permaisuri dengan perasaan seperti itu?" ucap Ti Liu.
"Itu terlihat jelas di wajah mu!" ucap Yu.
"Aku tidak memiliki perasaan seperti itu, aku hanya menganggap Permaisuri seperti saudara yang tulus memperlakukan aku sebagai salah satu keluarga nya." jawab Ti Liu sambil tersenyum.
"Aku juga merasa seperti itu, Permaisuri benar benar menghargai kita meskipun kita hanya pengawal rendahan yang bekerja di kediaman ini." ucap Yu.
"Apa kau tahu? Permaisuri yang sudah membawa ku ke sini. Beliau yang telah menolong ku saat aku kelaparan dan kesakitan di masa kecil." ucap Ti Liu.
__ADS_1
"Permaisuri?" tanya Yu seolah tidak percaya.
"Ya, itu sebabnya aku akan bekerja lebih keras untuk melindungi kediaman ini. Aku akan melindungi kebahagiaan Yang Mulia dan Permaisuri." jawab Ti Liu.
"Jangan lupakan tujuan mu! Kita harus melindungi kediaman ini karena Yang Mulia Raja Wei telah memberikan kehidupan yang layak untuk kita semua. Jangan pernah melakukan kesalahan yang akan merugikan Yang Mulia." ucap Yu.
"Aku tahu, terima kasih sudah membantu mengobati luka luka ini." jawab Ti Liu.
"Berlatihlah lebih banyak, kemampuan mu sangat jauh di bawah Yang Mulia!" ucap Yu.
Ti Liu hanya tersenyum menatap Yu yang melangkah keluar dari kamar nya.
"Aku hanya mengalah dan sengaja terluka. Dengan begitu kemarahan Yang Mulia akan tersalurkan." ucap Ti Liu.
"Dasar bodoh!" gumam Yu yang mendengar ucapan Ti Liu dari luar pintu kamar.
Yu kembali ke ruang kerja Raja Wei, dia menunggu Raja Wei untuk memberikan laporan tentang pengamatan nya terhadap Su Li An beberapa hari ini.
"Brakkk!"
Ti San tiba tiba membuka pintu tanpa mengetuk, wajahnya terlihat cemas dan panik.
"Di mana Yang Mulia?" tanya Ti San dengan napas yang memburu karena berlari dengan cepat.
"Yang Mulia sedang berada di kamar bersama Permaisuri. Ada apa?" tanya Yu.
"Pangeran ... Pangeran kecil sekarat!" ucap Ti San.
"Apa? Apa yang terjadi?" tanya Yu ikut panik.
"Seseorang berusaha menculik Pangeran kecil, saat kami mengetahuinya, kami mencoba mengejar pelaku. Dalam keadaan terdesak, penculik itu melemparkan Pangeran kecil ke dalam kolam. Kami sudah mengangkat Pangeran kecil secepatnya dari kolam, tapi nyawanya masih saja terancam." jelas Ti San.
"Aku akan melaporkan hal ini kepada Yang Mulia. Kamu kembali lah ke Istana dan lindungi Pangeran dan Putra Mahkota dengan baik." ucap Yu.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖