The Princess Story

The Princess Story
Ep 73. Salah paham


__ADS_3

Hai teman readers, Episode ini mungkin sedikit tidak nyaman untuk dibaca oleh anak di bawah umur. Tolong skip aja yang masih belum cukup umur. ๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Terima Kasih atas dukungan dari kalian semua.


Jangan lupa Vote dan Like ya๐Ÿ‘


\=\=\=\=\=\=\=\=


Raja Wei kini berada di sebuah kamar kosong bersama Putri Liang. Gadis itu membaringkan Raja Wei di tempat tidur. Dia membuka pakaiannya, senyuman licik terlihat di wajahnya.


Raja Wei samar-samar melihat gadis itu sedang mencumbunya. Dia mendorong Putri Liang dan memakai kembali bajunya. Tubuhnya sudah mulai dikuasai oleh ramuan cinta, dia harus segera mencari permaisurinya.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti!" ucap Raja Wei lalu meninggalkan Putri Liang.


Raja Wei berjalan ke kamar pengantin, namun belum sampai di sana dia sudah melihat bayangan gadis yang dia kenal.


Sementara itu Han Ze Liang melempar tubuh Se Se ke tempat tidur, dia menindih gadis itu dan mencoba membuka hanfu putihnya. Se Se terkejut melihat Han Ze Liang menindih tubuhnya, dengan gesit dia mengeluarkan belati dan menusuk ke arah jantung Han Ze Liang.


Han Ze Liang menghindar dari senjata itu namun lengannya terkena goresan kecil. Se Se menusuk lengannya untuk mengembalikan kesadaran, dia melempar belati ke arah Han Ze Liang. Se Se keluar dari kamar itu saat Han Ze Liang sibuk menghindar dari belati.


Se Se berlari tanpa arah, dia hanya berlari untuk menghindar dari kejaran Han Ze Liang. Tubuhnya sudah mulai lemah, dia tidak punya jalan lain kecuali menyamarkan dirinya.


Se Se memutar cincin di jarinya, dia masuk ke dalam sebuah kamar kosong yang ada di depannya.


Saat Han Ze Liang sudah pergi menjauh, dia keluar dari kamar itu. Di saat yang sama, Raja Wei melihatnya keluar dari kamar dan segera mengenalinya.


"Florence!" ucap Raja Wei.


Raja Wei berjalan mendekati gadis itu dan menariknya masuk kembali ke kamar kosong.


"Kau, bukankah kau sudah mati?" tanya Raja Wei dengan suara lemah.

__ADS_1


Se Se kaget melihat Raja Wei, dia tidak menyangka akan bertemu dalam keadaan dia sedang menyamar.


"Yang Mulia..."


Raja Wei menutup mulut gadis itu dengan bibirnya. Dia menciumnya dengan ganas dan buas, obat ramuan cinta sepenuhnya menguasai tubuh dan pikirannya.


Se Se yang juga terkena ramuan cinta membalas ciuman dari Raja Wei, mereka bercumbu dengan ganas di dalam kamar itu.


Raja Wei melepaskan bajunya dan baju gadis itu, dia menggendong tubuh gadis itu ke tempat tidur. Tiap inchi kulit mulus itu dinikmati tanpa terlewatkan.


Leher gadis itu kini penuh bercak merah dan tanda cinta dari Raja Wei. Raja Wei masih melanjutkan permainannya.


"Aghhh..!!"


Gadis itu merintih kesakitan, darah keluar dari bawah perutnya. Dia merasa ada sesuatu yang robek di bawah sana.


Gadis itu terlihat kesakitan, air mata mulai menetes dari kedua sudut mata nya. Raja Wei masih terus menikmati permainan tanpa mengetahui gadis di bawah tubuhnya sedang menangis kesakitan. Gadis itu akhirnya pingsan karena menahan rasa sakit yang dia rasakan.


Raja Wei membuka topeng di wajahnya dan tertidur lemas di samping gadis itu.


"Xuan..." gumamnya pelan.


Gadis itu tidak melihat topeng yang ada di samping Raja Wei. Dia terlalu terkejut dengan keadaannya saat ini, dia mengambil pakaian dari ruang dimensi dan memakainya. Se Se berjalan keluar dari kamar itu dengan wajah dan perasaan bersalah.


Harta yang sudah dia jaga selama ini sudah hilang, harta yang seharusnya diberikan kepada suaminya sekarang telah diambil oleh orang lain. Hatinya sangat sakit dan perih memikirkan kenyataan itu.


"Apa yang harus aku katakan pada Raja Wei? Bagaimana aku menjelaskannya?" batin Se Se.


Se Se masih menyamarkan dirinya sebagai florence, dia pergi ke sebuah sungai di pinggir kota dan membersihkan tubuhnya di sana. Dia menangis histeris dan mengeluarkan semua kesedihan serta penyesalannya.


"Bagaimana bisa hal ini terjadi? Bagaimana bisa pemuda itu bukan Raja Wei? Apa yang harus kulakukan sekarang?" batin Se Se.

__ADS_1


Raja Wei terbangun dari tidurnya, dia mencoba mengingat kejadian tadi malam. Dia ingat melakukan hal intim kepada seorang gadis berambut putih yang dia yakini sebagai Florence.


"Bukankah gadis itu sudah meninggal?" gumam Raja Wei.


Raja Wei teringat dengan Se Se, malam pertama mereka sudah berantakan karena rencana licik Putri Liang dan Han Ze Liang.


Raja Wei segera memakai pakaian dan berlari ke kamar pengantin.


Ling Er sedang menangis di lantai, dia melihat Raja Wei dengan tatapan panik.


"Apa yang terjadi? Di mana Permaisuri?" tanya Raja Wei.


"Yang Mulia, hamba tidak tahu. Saat hamba mengambil air untuk nona, hamba dipukul oleh seseorang hingga pingsan. Saat hamba bangun, nona sudah tidak ada di sini." jawab Ling Er sambil menahan tangisnya.


Raja Wei mulai panik, dia berpikir bahwa Se Se marah padanya, marah karena malam pertama mereka dia tidak ke kamar.


"Aku akan mencarinya." ucap Raja Wei.


Yu dan Raja Wei menyusuri jalanan untuk mencari Se Se, mereka mengirim Ling Er ke kediaman Huang untuk melihat apakah Se Se ada di sana.


Se Se saat ini sedang menangis pilu di dalam air sungai. Dia merasa dirinya sudah tidak pantas menjadi pemaisuri Raja Wei. Meskipun dirinya berasal dari dunia modern, dia selalu menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.


"Aku tidak suci lagi, aku sudah tidak perawan lagi, bagaimana aku harus mengatakan hal ini pada anda Yang Mulia?" gumam Se Se sambil meneteskan air mata.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like ๐Ÿ‘setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih๐Ÿ’–


__ADS_2