The Princess Story

The Princess Story
Ep 160. Raja Wei memberi izin


__ADS_3

"Saya tidak bisa menjadi pasangan anda Yang Mulia, apalagi menjadi Putri Mahkota, saya tidak pantas." jawab Zhou Yi Thing.


Han Ze Xing tidak tahu bahwa Zhou Yi Thing pernah di lecehkan oleh sekelompok bandit sebelumnya. Dia tidak mengerti apa maksud perkataan gadis itu.


"Saya yang memilih anda untuk menjadi Putri Mahkota, tidak akan ada orang yang berani mengatakan bahwa anda tidak pantas." ucap Han Ze Xing.


"Saya benar-benar tidak pantas Yang Mulia." jawab Zhou Yi Thing.


"Jangan terus menerus menolak saya, saya melakukan semua ini demi anda dan bayi kita." bujuk Han Xe Zing.


"Bayi kita?" batin Zhou Yi Thing.


Entah kenapa hati gadis itu tersentuh mendengar kata "bayi kita" yang baru saja di ucapkan oleh Han Ze Xing.


"Saya akan memikirkan nya lagi sebelum memutuskan." ucap Zhou Yi Thing.


"Saya akan menunggu jawaban dari anda, semoga itu menjadi jawaban yang saya inginkan." jawab Han Ze Xing.


"Jika tidak ada hal lain, saya pamit kembali ke kamar." ucap Zhou Yi Thing.


Zhou Yi Thing berjalan kembali ke kamar, Han Ze Xing mengikuti langkah gadis itu dari belakang.


Setelah memastikan Zhou Yi Thing masuk ke dalam kamar dan menutup pintu, Han Ze Xing kembali ke Istana Matahari.


Sementara itu Putri Yuan Cin Cu sudah tidak dapat menahan perasaan nya lagi, dia menemui Raja Wei dan meminta kepada pria itu agar segera memasukkan diri nya ke Istana.


"Aku tidak bisa melakukan hal itu sekarang, Putri Mahkota yang palsu itu sedang sakit parah. Tunggulah beberapa saat lagi." jawab Raja Wei.


"Jika saya terus menunggu tanpa melakukan apapun, gadis lain akan merebut posisi itu dan hati Putra Mahkota!" jawab Putri Yuan Cin Cu.


"Sejak awal, hati Han Ze Xing memang tidak pernah diberikan untuk anda." jawab Raja Wei tanpa memperdulikan perasaan Putri Yuan Cin Cu.


Putri Yuan Cin Cu mengepalkan kedua tangan nya, dia menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Raja Wei memang benar. Namun hati nya masih terasa sakit jika mengingat perkataan Han Ze Xing kepada Zhou Yi Thing saat di taman tadi.


"Maaf karena saya sudah mengganggu waktu anda Yang Mulia." ucap Putri Yuan Cin Cu.


Thien Si Rui menunggu Putri Yuan Cin Cu di depan ruang kerja Raja Wei, dia tidak perlu menanyakan hasilnya lagi ketika melihat gadis itu keluar dengan raut wajah yang kesal.


"Anda baik-baik saja?" tanya Thien Si Rui.


"Tidak, saya tidak baik-baik saja. Saya merasa sangat gelisah dan cemas saat ini." jawab Putri Yuan Cin Cu.


"Tidak ada guna nya anda merasa gelisah dan cemas. Hati seseorang tidak dapat dipaksakan." ucap Thien Si Rui.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putri Mahkota palsu yang saat ini sedang berjuang melawan racun di tubuhnya semakin hari semakin lemah. Beberapa Tabib mengatakan bahwa nyawa Putri Mahkota tidak akan dapat bertahan lama.


Kabar tentang Putri Mahkota yang sedang sekarat meluas hingga ke luar Istana. Kaisar yang merasa cemas akhirnya memutuskan untuk mencari Tabib yang dapat menyembuhkan penyakit Putri Mahkota.


"Siapapun yang dapat menyembuhkan penyakit Putri Mahkota, akan di angkat menjadi Tabib Istana. Tulis dan tempelkan pengumuman itu di pusat kota." perintah Kaisar Han.


Setelah pengumuman di tempel, banyak Tabib dari berbagai kota yang datang untuk mencoba menyembuhkan Putri Mahkota. Namun tidak ada satu pun di antara mereka yang mengetahui penyakit apa yang di derita oleh wanita itu.


Raja Wei memberitahukan hal ini kepada Se Se, dia ingin Se Se masuk ke Istana untuk memeriksa Putri Mahkota.


"Apakah aku harus menyembuhkan Putri palsu itu?" tanya Se Se.


"Tidak, kita akan menyingkirkan Putri palsu itu secepatnya." jawab Raja Wei.


Raja Wei mulai menjelaskan rencana nya kepada Se Se. Mereka akan melakukan hal itu besok setelah semua tabib yang datang mencoba menyembuhkan Putri Mahkota sudah menyerah.


"Apakah kita benar-benar tidak akan memberitahukan hal ini kepada Putra Mahkota?" tanya Se Se.


"Belum saat nya, dia harus menghadapi ini sendiri. Kita tidak bisa setiap saat membantu nya, dia harus belajar menghadapi semua masalah yang datang kepadanya." jawab Raja Wei.


"Tok Tok Tok!"


"Ada apa kamu mencari ku malam-malam?" tanya Raja Wei.


"Ada yang harus ku bicarakan dengan mu. Bisakah kita bicara di tempat lain?" jawab Thien Si Rui.


Raja Wei membawa Thien Si Rui ke halaman depan, "Di sini hanya ada kita berdua, ada masalah apa hingga wajah mu serius seperti ini?" tanya Raja Wei.


"Aku harus meminjam Permaisuri sebentar, aku harap kamu mengijinkan nya. Minggu depan aku akan kembali ke Kerajaan Langit untuk mengurus masalah di Istana." ucap Thien Si Rui.


"Berjanjilah kamu akan melindungi keselamatan dan membawa nya kembali ke sisi ku!" ucap Raja Wei.


"Jangan khawatir, aku tidak akan mencelakai Permaisuri!" jawab Thien Si Rui.


"Aku akan memerintahkan beberapa pengawal untuk melindungi nya. Kembalikan dia secepat mungkin, kamu tahu aku tidak bisa lama-lama berpisah dengan Permaisuri ku!" ucap Raja Wei.


"Terima kasih karena sudah mengijinkan nya. Aku pasti akan menjaga keselamatan Permaisuri dengan baik." ucap Thien Si Rui.


Raja Wei kembali ke kamar dan mengatakan hal ini kepada Se Se, gadis itu senang karena akhirnya Raja Wei memberi izin kepada nya untuk pergi ke Kerajaan Langit.


"Bolehkah aku meminta jatah ku sekarang?" tanya Raja Wei.

__ADS_1


"Jatah apa?" tanya Se Se.


"Jatah makanan ku selama kamu pergi nanti, kamu harus memuaskan rasa lapar ku selama kepergian mu!" ucap Raja Wei sambil melepaskan pakaian di tubuh Se Se.


"Tidak boleh, hari ini adalah hari yang paling subur. Aku bisa hamil jika Xuan melakukanntya hari ini." jawab Se Se beralasan.


"Aku sudah menyiapkan obat untuk mu!" jawab Raja Wei dengan senyuman nakal.


"Obat? Obat apa?" tanya Se Se.


Raja Wei mengeluarkan sebutir obat yang pernah di berikan oleh Se Se untuk Han Ze Xing.


"Xu... Xuan, bagaimana bisa obat ini ada pada mu?" tanya Se Se.


"Aku sengaja menyisakan beberapa butir untuk untuk mu... Permaisuri!" jawab Raja Wei.


Tanpa menunggu lebih lama, Raja Wei langsung melahap seluruh tubuh istrinya yang kini sudah polos tanpa sehelai kain.


"Uhmmm... Xuan, jangan hari ini. Besok saja!" ucap Se Se dengan nada memohon.


"Besok kamu juga harus melayani ku hingga aku puas." jawab Raja Wei.


"Aku bisa mati kelelahan jika Xuan melakukan nya setiap hari!" ucap Se Se.


"Aku akan meminta Tabib untuk memberi mu ginseng yang terbaik setiap hari." jawab Raja Wei.


"Akhhh! Aku tidak mau minum ginseng yang bau dan pahit itu." ucap Se Se sambil mendesah karena Raja Wei terus menciumi seluruh tubuhnya.


"Teruslah meronta... Aku sangat menyukai nya. Apalagi jika Permaisuri ku meronta dengan wajah yang merona sambil merintih. Mungkin aku akan lebih tergoda untuk melahap mu hingga pagi hari." ancam Raja Wei karena Se Se terus melawan dan mendorong tubuh nya.


Karena mendengar ancaman itu, Se Se akhirnya mengalah dan membiarkan Raja Wei melakukan hal yang di inginkan sesuka hati nya.


"Gadis pintar!" bisik Raja Wei sambil memasukkan pusaka nya ke dalam mahkota istri nya.


"Akhhh...!!!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2