
"Yang Mulia, Permaisuri ada di dalam kamar." jawab Ti Liu.
"Buka pintunya!" perintah Han Ze Xing.
Ti Liu membuka pintu kamar, dia mempersilahkan Han Ze Xing dan Tabib untuk masuk.
"Tabib Liu, cepat periksa kondisi Permaisuri!" perintah Han Ze Xing kepada Tabib istana yang ikut datang bersamanya.
Setelah memeriksa beberapa saat, Tabib Liu masih tidak menemukan penyebab Se Se tidak sadarkan diri. Tabib Liu mencoba memakai jarum akupuntur untuk membangunkan Se Se namun hal itu tidak berguna sama sekali.
"Maaf Yang Mulia, saya sudah berusaha sesuai kemampuan yang saya miliki. Tapi kelihatan nya kemampuan saya masih kurang untuk menyembuhkan penyakit Permaisuri." ucap Tabib Liu.
"Apa Tabib Liu tahu penyakit apa yang di derita oleh Permaisuri?" tanya Han Ze Xing.
"Saya tidak bisa memastikan penyakit Permaisuri, tapi sepertinya penyakit ini pernah di derita oleh Ratu sebelumnya. Ratu juga pernah tidak sadarkan diri dengan kondisi denyut nadi yang sama seperti Permaisuri." jawab Tabib Liu.
"Apakah anda ingat obat apa yang menyembuhkan Ratu?" tanya Han Ze Xing.
"Tidak ada obatnya, saat itu Ratu tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Semua Tabib istana juga sudah menyerah atas kondisi beliau. Namun tiba tiba Ratu sembuh dari penyakitnya tanpa menggunakan obat apapun. Ratu bangun pada hari ke lima setelah beliau sakit. Semua orang menganggap Ratu mendapat anugerah dari dewa. Sampai saat ini tidak ada yang tahu jelas apa penyebab Ratu sakit dan bagaimana beliau sembuh." jawab Tabib Liu.
"Maksud Tabib Liu, kita hanya perlu menunggu hingga Permaisuri sadar?" tanya Ti Liu.
"Hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini." jawab Tabib Liu.
"Aku akan kembali ke Istana untuk memeriksa catatan tentang kesehatan Ratu terdahulu. Kamu harus menjaga Permaisuri dengan baik!" ucap Han Ze Xing.
"Baik Yang Mulia." jawab Ti Liu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Di mana ini? Tempat apa ini?" ucap Se Se.
Se Se yang masih tidak sadarkan diri saat ini berada di dalam sebuah ruang dimensi yang mengurung jiwa nya. Dia berusaha untuk mencari jalan keluar, namun setelah berkeliling beberapa kali, dia masih belum menemukan jalan keluar dari ruangan gelap itu.
"Keluarkan aku!" ucap Se Se.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukan kah aku sedang tidur di kamar? Kenapa aku bisa berada di tempat ini? Siapa yang membawa aku ke sini? Bagaimana bisa aku tidak menyadari ada orang yang memindahkan tubuh ku ke tempat lain?" batin Se Se.
__ADS_1
"Kau tidak akan pernah keluar dari tempat ini!" terdengar suara bergema di ruangan itu tanpa kehadiran satu orang pun.
"Siapa? Siapa kau? Tunjukkan diri mu!" ucap Se Se sambil melihat ke sekeliling arah.
"Aku adalah kamu, jiwa mu yang telah tersesat di ruangan ini. Kita tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini!"
"Omong kosong! Aku tidak memiliki jiwa lemah yang mudah menyerah seperti mu! Siapa sebenarnya kamu?" ucap Se Se.
"Aku adalah kamu, kamu adalah aku."
Tiba tiba muncul cermin besar di depan Se Se, cermin itu mengeluarkan cahaya yang memperlihatkan sosok dirinya di dalam cermin. Meskipun wajah mereka sangat mirip, pantulan bayangan di cermin terlihat lebih menyeramkan.
"Apakah kamu yamg telah mengucapkan omong kosong sejak tadi?" tanya Se Se.
"Kita adalah orang yang sama, kenapa kamu terus meragukan kata kata ku?"
"Bagaimana cara keluar dari ruangan ini?" tanya Se Se.
"Sudah ku katakan, kita tidak akan bisa keluar! Seumur hidup kamu akan terkurung di tempat ini."
"Hahhh... Kau terlalu banyak bicara yang tidak penting!" ucap Se Se.
"Mungkin bagi mu itu tidak penting, tapi bagi ku mencari jalan keluar sangat penting. Masih banyak orang yang menunggu aku kembali." jawab Se Se.
"Kalau begitu, cari lah sendiri jalan keluar yang kamu inginkan!"
"Ckk... Merepotkan sekali! Karena kau tidak berguna, enyahlah dari hadapan ku!" ucap Se Se kemudian dia melemparkan sebuah belati kecil ke arah cermin.
"Pranggg!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah hari ke tiga Se Se tidak sadarkan diri, beberapa pelayan dan pengawal yang melayani Se Se mulai mengerah dengam kondisi Permaisuri mereka. Hanya Ti Liu yang masih berharap agar Se Se bisa cepat sadar dari tidur panjangnya.
Sementara itu Raja Wei baru saja tiba di Kerajaan Ming, dia meminta waktu untuk bertemu dengan Pangeran Ming Luo Xi. Namun kehadiran Raja Wei sangat tidak di sambut oleh Pangeran Ming Luo Xi dan para pejabat negara.
Raja Wei tidak di izinkan untuk menemui Pangeran Ming Luo Xi dengan alasan masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan oleh Pangeran Ming Luo Xi sehingga dia tidak bisa menemui Raja Wei.
__ADS_1
Raja Wei dan Yu tentu mengetahui bahwa Pangeran Ming Luo Xi akan menolak untuk bertemu, mereka sudah memperkirakan penolakan ini sebelum tiba di Istana Ming.
Pada tengah malam, Raja Wei dan Yu berpakaian serba hitam. Mereka menyusup ke Istana Ming untuk bertemu dengan Kaisar Ming.
"Brakkk Brukkk!"
Yu memukul dua pengawal penjaga di depan kamar Kaisar Ming, mereka masuk ke dalam kamar dan membawa Kaisar Ming keluar dari Istana.
"Siapa kalian?" tanya Kaisar Ming.
"Jangan khawatir Yang Mulia, kami datang untuk menyelamatkan anda." ucap Yu.
Sesampainya di penginapan, Raja Wei dan Yu membuka kain yang menutup wajah mereka.
"Saya Han Ze Xuan dari Kerajaan Han. Maafkan atas ketidaksopanan kami Yang Mulia." ucap Raja Wei.
"Kamu ... Han Ze Xuan? Raja Wei?" tanya Kaisar Ming.
"Benar, saya orangnya. Kami ke sini untuk menawarkan perjanjian perdamaian. Namun tampaknya Pangeran Ming Luo Xi tidak memiliki niat untuk berdamai dengan Negara Han. Itu sebabnya kami membawa Yang Mulia ke sini." ucap Raja Wei.
"Kamu sudah tahu apa penyebab Ming Luo Xi menyerang Negara Han?" tanya Kaisar Ming.
"Ya, saya sudah menyelidiki semua nya. Itu sebabnya kami ke sini untuk menawarkan perjanjian perdamaian. Tentu saja kami akan menghukum orang orang yang telah menyebabkan masalah di negara Ming." jawab Raja Wei.
"Aku tidak ingin mempermasalahkan hal itu, tapi beda dengan Ming Luo Xi. Salah satu wanita yang di bawa ke negara Han adalah wanita yang sangat dia cintai. Dia ingin membalaskan dendam wanita itu." ucap Kaisar Ming.
"Kalau boleh saya tahu, siapa wanita itu?" tanya Raja Wei.
"Dia hanya salah satu wanita yang berasal dari kalangan pedagang biasa. Wanita itu dipanggil Luo Luo. Dia di bawa ke negara Han setelah tanpa sengaja bertemu dengan bangsawan negara Han. Pria itu memaksa Luo Luo untuk ikut ke negara Han." jawab Kaisar Ming.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖