The Princess Story

The Princess Story
Ep 162. Salah bicara


__ADS_3

"Jangan menghukumnya, saya mohon!" ucap Putri Mahkota dengan suara lemah.


Di dalam Istana, tidak ada seorang pun yang mendukung dan menjaga Putri Mahkota kecuali pelayan nya itu. Jika pelayan itu di hukum dengan berat, maka tidak akan ada orang yang mengurus nya di saat ini, dimana Putri Mahkota sangat membutuhkan seseorang untuk merawatnya.


"Sudah aku katakan, ajari pelayan mu sopan santun jika kau masih ingin dia di Istana ini!" ucap Han Ze Xing dengan nada dingin.


"Yang Mulia, nyawa Putri Mahkota hanya akan bertahan 3 hari lagi jika kita tidak memberi obat pada nya." ucap Se Se dengan suara kecil.


"Kalau begitu tidak perlu memberikan obat apapun untuk wanita itu." jawab Han Ze Xing.


"Ikut aku menemui Kaisar, ada sesuatu yang harus aku laporkan." ucap Raja Wei kepada Han Ze Xing.


Se Se ikut keluar dari kamar Putri Mahkota, dia menatap gadis itu sebelum melangkahkan kaki nya.


"Akibat keserakahan dan keinginan menjadi Putri Mahkota, dia harus menderita hingga kehilangan nyawa di tempat asing seperti ini. Apakah itu layak bagi nya?" batin Se Se.


Han Ze Xing memberi perintah kepada pengawal untuk mencari pelaku yang telah meracuni Putri Mahkota, tentu saja dengan cepat pelaku nya tertangkap karena memang sejak awal sudah di rencanakan.


Selir Zhou Yi Mei berada di kamar nya saat ini, dia sedang memperhitungkan hari di mana dia harus berhubungan lagi dengan Pangeran Han Ze Yun agar bisa hamil secepatnya.


"Tok Tok Tok!"


Seorang pengawal mengetuk pintu kamar Selir Zhou Yi Mei.


Wanita itu membuka pintu, pengawal itu langsung menangkap dan menyeretnya ke dalam penjara.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Berani nya kalian memperlakukan Selir Putra Mahkota dengan kasar seperti ini!" teriak Selir Zhou Yi Mei.


Para pengawal hanya mengabaikan teriakan dari wanita itu, mereka tidak peduli dengan kata-katanya karena memang Han Ze Xing yang telah memerintahkan mereka untuk menahan Selir Zhou Yi Mei di dalam penjara.


Sementara itu Raja Wei dan Han Ze Xing melaporkan masalah tentang Putri Mahkota yang palsu serta kehamilan Zhou Yi Thing yang saat ini berada di Kediaman Raja Wei.


"Bukan kah Xuan mengatakan bahwa gadis itu pernah di perkosa oleh bandit-bandit di dalam hutan? Bagaimana bisa kamu yakin jika bayi di dalam kandungan nya itu adalah milik mu?" tanya Kaisar Han.


"Yang Mulia, Permaisuri telah memastikan bahwa bayi itu adalah milik Han Ze Xing." ucap Raja Wei.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membiarkan seorang gadis yang tidak memiliki kehormatan untuk menjadi Selir apalagi Putri Mahkota! Tidak perduli bayi itu milik Xing atau bukan, wanita itu tidak layak menjadi bagian dari keluarga Kerajaan." jawab Kaisar Han.


"Lalu bagaimana dengan bayi itu?" tanya Han Ze Xing.


"Kamu boleh membawanya ke Istana setelah bayi itu lahir, tapi tidak dengan wanita itu!" jawab Kaisar Han.


"Ini tidak adil untuk gadis itu Yang Mulia, dia hanya korban dalam peristiwa ini." ucap Se Se.


"Ini juga tidak adil untuk Xing, dia tidak bisa mengangkat wanita yang sudah tercemar kehormatan nya di luar sana sebagai Selir." jawab Kaisar Han.


"Yang Mulia...!" Se Se akan membantahnya lagi namun Raja Wei menghentikan nya.


Raja Wei menggenggam tangan Se Se, dia berharap Permaisuri nya itu tidak ikut campur dalam masalah keluarga Kerajaan.


"Kami pamit dulu, aku yakin Ze Xing punya pendapatnya sendiri. Dia sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan nya." ucap raja Wei.


Selama di perjalanan, Se Se tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia merasa kesal karena Raja Wei tidak membantunya bicara di depan Kaisar Han.


Beberapa kali Raja Wei memanggil nya, namun gadis itu masih saja kesal dan tidak memperdulikan Raja Wei.


"Apa kamu masih marah padaku?" tanya Raja Wei beberapa saat setelah gadis itu mengabaikan nya.


"Aku tidak ingin bicara dengan mu saat ini!" ucap Se Se dengan nada datar.


"Kenapa kamu sangat memperdulikan Zhou Yi Thing?" tanya Raja Wei.


" ... "


"Maafkan aku, aku tidak bisa membantu gadis itu dalam hal ini. Sejak dulu, peraturan di dalam istana selalu ketat. Jika gadis itu menjadi Selir Ze Xing, dia hanya akan menjadi aib di keluarga Kerajaan." ucap Raja Wei.


"Lalu kenapa Xuan mengatakan hal itu kepada Kaisar? Kaisar tidak akan mengetahui hal itu jika Xuan tidak memberitahu kepada nya masalah di hutan." ucap Se Se dengan wajah kesal.


"Hal ini, cepat atau lambat pasti akan di ketahui oleh orang. Apa kamu lupa Zhou Yi Mei masih berada di Istana? Gadis itu tidak akan bisa menutup mulutnya jika mengetahui jika Zhou Yi Thing merebut posisinya, meskipun mereka adalah saudara kandung.


"Jika kita menutupi kebenaran itu, kita hanya akan mencelakai Zhou Yi Thing jika suatu saat nanti rahasia ini terbongkar. Gadis itu akan di hukum atas kesalahan nya menipu dan mempermalukan nama baik Keluarga Kerajaan." jawab Raja Wei.

__ADS_1


"Xuan benar, aku terlalu menyepelekan masalah." batin Se Se.


"Lalu apa yang harus di lakukan gadis itu sekarang? Hidupnya sangat malang dan penuh dengan cobaan." ucap Se Se.


"Melahirkan bayi nya dengan sehat dan menyerahkan bayi itu kepada Ze Xing. Dia bisa mencari laki laki lain yang bisa menerima nya setelah bayi itu lahir. Meskipun sulit, aku yakin dengan wajah cantik dan sifat nya yang baik hati pasti ada seseorang yang akan menerima nya." ucap Raja Wei.


"Itu terlalu tidak adil baginya, bayi yang dia kandung selama sembilan bulan harus di ambil oleh pria yang telah menghamili nya secara paksa, namun tidak bisa bertanggung jawab terhadap diri nya. Dia tidak akan sanggup menerima hal itu!" ucap Se Se.


"Kita harus berusaha membujuk Zhou Yi Thung. Hanya itu satu-satu nya hal yang bisa kita lakukan untuk gadis itu sekarang." jawab Raja Wei.


"Dunia kalian benar-benar tidak adil untuk wanita. Kenapa para pria boleh memiliki selir sedangkan wanita kehilangan hak untuk menjadi seorang istri hanya karena dia pernah menjadi korban laki-laki hidung belang?" ucap Se Se.


"Apakah di dunia mu hal ini tidak berlaku?" tanya Raja Wei.


"Tentu saja tidak. Di dunia asal ku, pria dan wanita memiliki hak yang sama. Beberapa wanita bahkan melakukan hubungan suami istri sebelum mereka menikah. Pria dan wanita hidup secara sejajar dan saling menghormati agar rumah tangga mereka bisa terus berlanjut. Tidak seperti di sini yang mengizinkan pria memiliki beberapa selir meskipun istri nya keberatan. Di tempat ini, hanya pria yang berkuasa dan berhak menentukan segala nya." jawab Se Se.


"Apakah kamu juga pernah melakukan nya dengan orang lain saat di dunia mu?" tanya Raja Wei dengan wajah kesal.


"Melakukan apa?" tanya Se Se tidak mengerti.


"Hubungan suami istri!" jawab Raja Wei dengan nada yang semakin kesal.


"Ah... sepertinya aku sudah salah bicara." batin Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2